Berita

Pelabuhan Feri Air Mandidi: Antara Jejak Transportasi dan Potensi Wisata yang Terabaikan

NABIRE, TOMEI.ID | Waktu seakan berhenti di Pelabuhan Feri Kampung Air Mandidi, Nabire, Papua Tengah. Dermaga yang dulunya ramai oleh aktivitas kapal perintis kini sunyi, nyaris terbengkalai, menyisakan jejak fungsi lama yang perlahan dilupakan. Namun di balik kesunyian itu, tersimpan potensi wisata alam yang justru belum tersentuh secara serius.

Bentangan pesisir di kawasan ini menghadirkan lanskap yang utuh: pepohonan rindang tumbuh alami di daratan, sementara deretan pohon kelapa berdiri seolah menjadi penjaga garis pantai. Angin laut berhembus tenang, menyatu dengan suara ombak yang memecah pelan di bibir pantai.

Dari titik pelabuhan, pandangan terbuka ke arah Tanjung Boratei, sebuah lekukan daratan yang menjadi pemisah visual antara Kota Nabire dan kawasan Pelabuhan Samabusa. Di sisi kanan, aktivitas pelabuhan utama Samabusa tetap berjalan, menghadirkan kontras antara ruang yang hidup dan ruang yang ditinggalkan.

“Ini pelabuhan feri yang sekarang tidak dipakai lagi,” ujar Mama Maria, warga Kampung Air Mandidi, kepada redaksi, Rabu (15/4/2026).

Ia mengisahkan, pelabuhan ini dulunya melayani rute strategis kapal perintis menuju Biak, Waropen, Serui, Wasior hingga Manokwari. Namun, perubahan kondisi alam, khususnya sering surutnya air laut membuat operasional tak lagi memungkinkan, hingga akhirnya dipindahkan ke Pelabuhan Samabusa.

“Setelah tidak difungsikan, semua pindah ke pelabuhan sebelah,” katanya.

Meski kehilangan fungsi utamanya, kawasan ini tidak sepenuhnya mati. Justru, dalam kesederhanaannya, Pelabuhan Feri Air Mandidi menjelma menjadi ruang alternatif bagi masyarakat untuk menikmati keindahan alam terutama saat senja.

Cahaya matahari sore memantul di permukaan laut, menciptakan gradasi warna yang dramatis. Siluet perahu di kejauhan, garis pantai yang tenang, serta langit yang perlahan berubah jingga menghadirkan suasana yang bukan sekadar indah, tetapi juga menenangkan.

“Kalau sore, banyak yang datang di sini untuk foto-foto,” ungkap warga setempat.

Fenomena ini menunjukkan bahwa daya tarik tempat tersebut tumbuh secara alami, tanpa intervensi besar. Namun di sisi lain, kondisi ini juga menjadi cerminan dari belum hadirnya keseriusan dalam pengelolaan potensi wisata lokal.

Padahal, dengan posisi geografis yang strategis dan lanskap yang kuat, kawasan ini berpeluang besar menjadi salah satu ikon wisata baru di Nabire. Sayangnya, hingga kini belum terlihat langkah konkret untuk menata, melindungi, dan mempromosikan kawasan tersebut secara berkelanjutan.

Pelabuhan Feri Air Mandidi kini berada di persimpangan: tetap menjadi ruang yang perlahan dilupakan, atau dihidupkan kembali dengan wajah baru sebagai destinasi wisata berbasis alam dan budaya.

Di tengah keterbatasan itu, masyarakat telah lebih dulu “menghidupkan” tempat ini dengan cara sederhana datang, menikmati, dan mengabadikan momen. Sebuah isyarat bahwa potensi itu nyata, hanya menunggu untuk diseriusi.

Bagi siapa pun yang ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk, tempat ini menawarkan ketenangan yang jujur. Di sini, senja tidak sekadar peristiwa harian, tetapi pengalaman yang meninggalkan kesan.

Dan mungkin, dari tempat yang nyaris dilupakan ini, harapan baru tentang pariwisata Nabire justru bisa dimulai. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Gubernur Meki Nawipa Dorong RRI Perkuat Suara Masyarakat dan Jaga Kepercayaan Publik

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, mendorong Radio Republik Indonesia (RRI) memperkuat perannya…

14 jam ago

Deinas Geley: Delapan Kabupaten Harus Dapat Kesempatan dalam Pembinaan Sepak Bola

NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, menegaskan tata kelola PSSI Papua Tengah…

14 jam ago

Dogiyai Beri 67 Ribu Suara, Meki Nawipa: Saya Balas dengan Pembangunan, Bukan Uang

DOGIYAI, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan dukungan politik masyarakat Kabupaten Dogiyai tidak…

14 jam ago

Gubernur Meki Nawipa: Jangan Miras dan Makan Pinang di Tempat Sakral, Jaga Warisan Leluhur Meeuwo

DOGIYAI, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, meminta masyarakat Kabupaten Dogiyai menjaga tempat-tempat yang…

15 jam ago

Wagub Deinas Geley Dorong Wartawan Ukir Ribuan Kata untuk Papua

PANIAI, TOMEI.ID | Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, mendorong wartawan di Paniai terus bekerja…

1 hari ago

IDI Papua Tengah 2025 Capai 59,24, Ukkas Dorong RAD Demokrasi Lebih Terukur

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah mendorong penguatan kualitas demokrasi melalui penyusunan Rencana…

1 hari ago