MANOKWARI, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat terus memperkuat peran strategis generasi muda sebagai motor penggerak pembangunan daerah. Komitmen itu ditunjukkan melalui kegiatan Sosialisasi dan Pelantikan Kepengurusan Pemuda Papua Barat yang digelar di Universitas Muhammadiyah Papua Barat, Sabtu (23/5/2026) pukul 09.00 WIT.
Kegiatan tersebut dihadiri ratusan peserta dari kalangan mahasiswa dan pemuda lintas perguruan tinggi di Papua Barat. Agenda ini menjadi momentum penting dalam mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, inovatif, serta mampu bersaing di tengah perkembangan era digital dan ekonomi kreatif.
Hadir mewakili Gubernur Papua Barat, Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Marten Kocu, turut hadir Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Papua Barat, Djoni Saiba, serta Kepala Bidang Pengembangan Pemuda, Muhammad Sahur.
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menegaskan bahwa pemuda tidak lagi dipandang sebatas pencari kerja, melainkan harus tampil sebagai pelaku utama pembangunan melalui inovasi, kewirausahaan, penguatan UMKM, hingga penguasaan teknologi digital.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Papua Barat, Djoni Saiba, menekankan bahwa generasi muda Papua Barat memiliki potensi besar yang harus terus didorong dan dikembangkan secara terarah.
“Pemuda harus mampu mengembangkan bakatnya, terutama di era digitalisasi saat ini. Harapannya mereka bisa berkontribusi di berbagai bidang, termasuk UMKM dan inovasi,” ungkapnya.
Menurut Djoni, pemerintah daerah terus membuka ruang bagi pemuda agar mampu menciptakan peluang baru, membangun kemandirian ekonomi, serta mengambil peran dalam transformasi pembangunan daerah.
Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Papua Barat, Marten Kocu, menyoroti pentingnya perubahan pola pikir generasi muda agar lebih produktif, visioner, dan memiliki orientasi masa depan yang jelas.
Ia menegaskan bahwa penguatan pendidikan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penciptaan lapangan kerja menjadi langkah penting untuk mencegah generasi muda terjebak dalam aktivitas yang tidak produktif.
“Pemuda Papua Barat harus mampu melihat peluang dan memaksimalkan potensi diri untuk membangun masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Kepala Bidang Pengembangan Pemuda, Muhammad Sahur, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program strategis pengembangan kepemudaan yang dijalankan pemerintah daerah, termasuk program pertukaran pemuda antarprovinsi hingga tingkat internasional.
Menurutnya, program itu dirancang untuk melahirkan duta-duta muda Papua Barat yang mampu memperkenalkan potensi daerah di tingkat nasional maupun global.
“Pemuda yang terlibat dalam program ini nantinya diharapkan bisa menjadi narasumber dan agen perubahan setelah kembali ke daerah masing-masing,” jelasnya.
Program pengembangan kepemudaan tersebut terbuka bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di Papua Barat. Peserta yang lolos seleksi nantinya akan mewakili Papua Barat dalam berbagai agenda kepemudaan tingkat nasional dan internasional.
Pemprov Papua Barat berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wadah pembinaan generasi muda yang unggul, berdaya saing, serta mampu menjadi kekuatan utama dalam pembangunan daerah di masa depan. [*]
MALANG, TOMEI.ID | Solidaritas Mahasiswa Paniai Se-Indonesia Kota Studi Malang menyatakan penolakan tegas terhadap rencana…
NABIRE, TOMEI.ID | Manajemen Markas Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengklaim…
MAKASSAR, TOMEI.ID | Solidaritas Mahasiswa Paniai Se-Indonesia Kota Studi Makassar menyatakan penolakan keras terhadap rencana…
YAPEN, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mulai memfokuskan pengembangan hilirisasi rumput laut di Kabupaten…
JAYAPURA, TOMEI.ID | Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, menegaskan pentingnya penguatan administrasi kependudukan dan penyusunan…
MANOKWARI, TOMEI.ID | Kepala Bidang Pengembangan Pemuda Provinsi Papua Barat, Muhammad Sahur, menghadiri kegiatan Sosialisasi…