Berita

Pemprov Papua Pegunungan Bergerak Cepat Salurkan Bantuan untuk Ratusan Pengungsi di Wamena

WAMENA, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan mulai bergerak cepat melakukan pendataan sekaligus menyalurkan bantuan darurat bagi ratusan pengungsi yang tersebar di sejumlah titik penampungan di Kota Wamena, terutama di gereja-gereja dan kawasan pinggiran kota.

Langkah tanggap darurat itu dipimpin langsung Kepala Dinas Sosial Papua Pegunungan, Yanius Telenggen, yang turun meninjau sekaligus menyerahkan bantuan awal kepada para pengungsi di beberapa lokasi penampungan.

Di Gereja Baptis Bahtra Wamena tercatat sekitar 300 pengungsi, sementara di Gereja GIDI Efesus jumlah pengungsi mencapai sekitar 600 orang. Pemerintah memastikan bantuan lanjutan akan kembali disalurkan pada hari berikutnya menyusul meningkatnya kebutuhan dasar para pengungsi.

Bantuan yang disalurkan berupa beras, tikar, selimut, minyak goreng, susu, dan gula, dengan prioritas utama diberikan kepada anak-anak serta mama-mama yang berada dalam kondisi rentan.

“Bapak-Ibu yang ada di sini, mereka datang itu kasih mereka makanan yang secukupnya supaya mereka bisa bertahan. Kami belum tahu kapan mereka kembali ke rumah, itu belum jelas,” kata Kepala Dinas Sosial Papua Pegunungan, Yanius Telenggen, Selasa (19/5).

Menurut Yanius, pemerintah kini fokus memastikan data jumlah pengungsi benar-benar sesuai dengan kondisi riil di lapangan agar distribusi bantuan tidak salah sasaran.

“Kami mengecek kira-kira jumlah kekuatan yang ada di dalam ini memang betul atau tidak, banyak anak-anak berapa, dewasa berapa. Setelah dari sini kami akan turun lagi ke beberapa titik. Pemerintah kabupaten juga akan membantu, teman-teman dari mana saja akan membawa bantuan ke sini,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, sebagian besar pengungsi yang kini berada di Wamena berasal dari wilayah Lani Jaya dan Kurima akibat konflik yang terjadi di daerah tersebut. Kondisi itu membuat banyak warga memilih meninggalkan rumah mereka demi mencari tempat yang lebih aman.

“Kami hadir dengan bantuan dalam bentuk beras, tikar, selimut, minyak goreng, susu, dan gula. Ini digunakan untuk sementara, lebih prioritas adalah anak-anak kecil,” katanya.

Sementara itu, Pendeta Agussalem Narek dari Gereja GIDI Efesus menggambarkan kondisi para pengungsi yang kini memenuhi area gereja. Menurutnya, kebutuhan bantuan masih sangat mendesak, terutama bahan makanan dan perlengkapan tidur.

“Kami memang tampung banyak pengungsi dari Wouma, ada mama-mama, anak-anak juga bapak-bapak. Sangat butuh bantuan dari semua pihak,” ujarnya.

“Terima kasih untuk Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan sudah bantu kami bama dan alat tidur,” tambahnya. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Meki Nawipa Dorong Kadin Papua Tengah Gerakkan Ekonomi Lokal, Kurangi Ketergantungan Pertambangan

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, mendorong Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi…

7 jam ago

Belanja Perubahan APBD Papua Tengah Naik Rp1,27 Triliun, Gubernur Meki Tekankan Akuntabilitas

NABIRE, TOMEI.ID | Belanja daerah dalam Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Papua Tengah Tahun…

8 jam ago

7 Tahun Peristiwa Expo Waena, FIM-WP Manokwari Gelar Diskusi dan Seribu Lilin Kenang Ason Mujizau

MANOKWARI, TOMEI.ID | Komite Pimpinan Kota (KPK) Forum Independen Mahasiswa West Papua (FIM-WP) Manokwari, Papua…

11 jam ago

KOMPASS Desak Investigasi Independen atas Laporan Dugaan Penembakan Warga di Samboga Yahukimo

SUMUT, TOMEI.ID | Ketua Umum Komunitas Mahasiswa Papua Se-Sumatera (KOMPASS), Anderian Kamo, mendesak dilakukan investigasi…

12 jam ago

Badan Pengurus Asrama Putra Paniai di Kota Studi Jayapura Minta Pemerintah Benahi Asrama Mahasiswa

JAYAPURA, TOMEI.ID | Badan Pengurus Asrama (BPA) Paniai di Kota Study Jayapura, Fredy Mote menyampaikan…

12 jam ago

DPR Papua Tengah Minta Staf Perjelas Status Rapat kepada Wartawan

NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, John NR Gobai, meminta jajaran staf…

12 jam ago