Berita

Pemprov Papua Perkuat Produksi Pangan Lokal, Tekan Ketergantungan Pasokan dari Luar Daerah

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua memperkuat produksi pangan lokal sebagai strategi utama menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah yang selama ini memengaruhi harga pangan di Papua.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Papua, Yoniman Ronting, mengatakan sebagian besar kebutuhan pangan masyarakat masih dipasok dari luar Papua. Kondisi tersebut membuat harga komoditas sangat dipengaruhi gangguan distribusi dan tingginya biaya logistik.

“Selain itu, kenaikan harga BBM juga turut memengaruhi. Sebagian barang didatangkan dari luar Papua sehingga otomatis biaya transportasi dan distribusi meningkat, yang berdampak pada harga jual di tingkat konsumen,” ujar Yoniman.

Menurutnya, pemerintah terus melakukan berbagai langkah pengendalian, termasuk intervensi pasar ketika diperlukan. Namun, penguatan produksi pangan lokal tetap menjadi solusi jangka panjang yang lebih efektif untuk menjaga ketersediaan pasokan sekaligus menekan gejolak harga.

“Intervensi pasar memang perlu dilakukan untuk menjaga stabilitas harga. Namun yang lebih penting adalah bagaimana Papua dapat mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah melalui peningkatan produksi lokal,” katanya.

Yoniman menilai penataan pola tanam komoditas hortikultura di sentra-sentra produksi perlu diperkuat. Pengaturan jadwal tanam yang terkoordinasi akan menjaga kesinambungan pasokan sepanjang tahun serta menghindari kelebihan produksi saat panen raya yang berpotensi menekan harga di tingkat petani.

Selain mendorong produksi lokal, Disperindag Papua juga melakukan pemantauan harian terhadap harga kebutuhan pokok dan memperketat pengawasan distribusi barang di pasar. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pasokan tetap lancar dan mencegah gangguan yang dapat memicu kenaikan harga.

“Komoditas seperti cabai, bawang, dan tomat harus terus didorong produksinya di Papua. Semakin kuat produksi lokal, semakin kecil ketergantungan kita terhadap pasokan dari luar, sehingga stabilitas harga dapat lebih terjaga dan ketahanan pangan daerah semakin kuat,” tutup Yoniman. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

KNPB Nabire Gelar Pendidikan Politik bagi Sektor Yamewa, Bahas Sejarah dan Struktur Organisasi

NABIRE, TOMEI.ID | Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Nabire menggelar pendidikan politik bagi anggota…

20 jam ago

Hadapi KLB Campak, Puskesmas Mokwam Siapkan ORI dan Kejar Cakupan 95 Persen

MANOKWARI, TOMEI.ID | Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak di Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat…

20 jam ago

Masyarakat Tibai Minta Pemprov Papua Tengah dan Pemkab Nabire Buka Akses Jalan Darat dan Listrik

NABIRE, TOMEI.ID | Masyarakat Kampung Tibai, Distrik Siriwo, Kabupaten Nabire, mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua…

21 jam ago

100 lebih Mahasiswa Yahukimo Kehilangan Tempat Tinggal, Mengungsi di Gereja GIDI Manokwari

MANOKWARI, TOMEI.ID | Lebih dari 100 mahasiswa asal Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, yang sedang menempuh…

23 jam ago

Jembatan Gantung Sungai Minabu Mulai Terwujud, Warga Pugisiga Apresiasi Pemkab Intan Jaya

INTAN JAYA, TOMEI.ID | Pembangunan jembatan gantung di Sungai Minabu yang menghubungkan Kampung Pugisiga dan…

2 hari ago

PASTI Kukuhkan Pengurus DPW dan DPC di Delapan Kabupaten Papua Tengah

NABIRE, TOMEI.ID | Dewan Pimpinan Pusat Partai Setara Indonesia (DPP PASTI) mengukuhkan kepengurusan Dewan Pimpinan…

2 hari ago