Berita

Pemprov Papua Tengah Gelar Sosialisasi OSS RBA untuk Perkuat Iklim Investasi 2025

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Asisten II Setda, Dr. H. Tumiran, resmi membuka Sosialisasi Implementasi Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Kegiatan ini berlangsung di LPP RRI Nabire, Rabu (26/11/2025).

Sosialisasi tersebut menjadi langkah strategis DPMPTSP dalam mendorong percepatan penerapan perizinan berbasis risiko melalui OSS RBA (Online Single Submission, Risk Based Approach).

Sistem ini merupakan amanat pemerintah sebagaimana tertuang dalam UU Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020, PP Nomor 6 Tahun 2021, serta PP Nomor 28 Tahun 2025 mengenai penyelenggaraan perizinan di daerah.

Melalui OSS RBA, pemerintah menargetkan sinkronisasi seluruh layanan perizinan agar pelaku usaha dapat mengurus izin hingga menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) secara lebih mudah, cepat, dan terintegrasi.

Pendekatan berbasis risiko memungkinkan penilaian tingkat bahaya setiap jenis usaha sehingga proses perizinan menjadi lebih akurat, transparan, dan akuntabel.

Dalam sambutannya, Dr. H. Tumiran menegaskan bahwa transformasi perizinan digital memberikan kepastian hukum sekaligus kemudahan bagi pelaku usaha di Papua Tengah.

“Dengan kemudahan, peluang terciptanya lapangan pekerjaan akan semakin terbuka, berdampak pada penurunan pengangguran serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Asisten II Setda Papua Tengah tersebut menyampaikan harapannya agar seluruh peserta sosialisasi memahami alur pengurusan izin melalui OSS RBA, sehingga kualitas pelayanan perizinan di Papua Tengah dapat meningkat dan berdampak positif terhadap iklim investasi.

DPMPTSP juga menekankan pentingnya penyampaian LKPM sebagai sumber data strategis bagi pemerintah untuk memantau perkembangan realisasi investasi, penyerapan tenaga kerja, serta berbagai kendala yang dihadapi investor. Informasi tersebut menjadi dasar evaluasi dalam merumuskan arah kebijakan investasi di tingkat daerah.

Hingga Triwulan III Tahun 2025, realisasi investasi di Provinsi Papua Tengah tercatat mencapai Rp21,43 triliun dari target Rp25,35 triliun. Sektor yang mendominasi meliputi pertambangan, perdagangan dan reparasi, hotel dan restoran, tanaman pangan, perkebunan dan peternakan, serta transportasi.

Pemerintah berharap penerapan OSS RBA mampu memperkuat kepercayaan investor dan mempercepat pembangunan Papua Tengah melalui terciptanya iklim usaha yang lebih sehat, kompetitif, dan berkelanjutan. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Solidaritas Merauke Desak PSN Papua Selatan Dihentikan Usai Pemerintah Janji Setop Deforestasi

JAYAPURA, TOMEI.ID | Solidaritas Merauke mendesak pemerintah menghentikan pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) pangan dan…

5 menit ago

Diundang Meliput, Wartawan Malah Diusir dari RDP oleh DPRK Nabire, Ada Apa?

NABIRE, TOMEI.ID | Seorang wartawan Mitrapol.com, Stefatunus Tawas, diminta meninggalkan ruang Rapat Dengar Pendapat (RDP)…

39 menit ago

LBH Papua Laporkan Dugaan Penganiayaan Ketua MPM Uncen oleh Anggota Polresta Jayapura ke Polda Papua

JAYAPURA, TOMEI.ID | Lembaga Bantuan Hukum Papua (LBH Papua) melaporkan dugaan penganiayaan terhadap Ketua Majelis…

2 jam ago

459 Kasus Tercatat, Polda Papua Tengah akan Gelar Operasi Pekat Noken 2026

NABIRE, TOMEI.ID | Polda Papua Tengah akan menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Noken 2026 selama…

4 jam ago

TPNPB Ancam Karyawan Freeport yang Ikut Latsarmil Komcad di Rindam Cenderawasih

NABIRE, TOMEI.ID | Manajemen Markas Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (KOMNAS TPNPB)…

5 jam ago

Dies Natalis ke-12 Asrama Yahukimo Jayapura Soroti Perhatian Pemkab

JAYAPURA, TOMEI.ID | Asrama Mahasiswa Putra Yahukimo di Jayapura memperingati Dies Natalis ke-12 dengan mengangkat…

5 jam ago