Berita

Pemuda Papua Tengah Akan Laporkan Dugaan Penipuan ke Mabes TNI

NABIRE, TOMEIM.ID | Seorang pemuda asal Dogiyai, Papua Tengah, bernama Apiner Semu, menyatakan akan mengajukan pengaduan resmi ke Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) di Jakarta Pusat.

Pengaduan ini terkait dugaan penipuan yang dilakukan oleh pasangan suami istri atas nama Rian Kurniawan dan Rina Rismalah Soetarya, yang salah satunya merupakan anggota aktif TNI.

Menurut keterangan korban, kerugian yang dialaminya mencapai Rp420.000.000 (Empat Ratus Dua Puluh Juta Rupiah), tidak termasuk biaya perjalanan sebanyak tiga kali dari Papua ke Jakarta.

Dana tersebut awalnya diberikan secara penuh kepercayaan untuk pembelian dua unit mobil Hilux tipe G 4×4, namun hingga kini kendaraan tersebut tidak pernah diterima, dan dana diduga digelapkan oleh pelaku.

“Pelaku menjanjikan pengadaan mobil, tetapi setelah uang ditransfer, tidak ada kejelasan. Bahkan, beberapa bukti transfer yang ditunjukkan pelaku diduga palsu,” ungkap Apiner.

Apiner menegaskan akan menyertakan bukti-bukti lengkap dalam pengaduan ke Mabes TNI, antara lain: bukti transfer uang, tangkapan layar percakapan dengan pelaku, bukti transfer palsu, surat kesepakatan, surat somasi, serta saksi-saksi yang dapat memperkuat laporan.

Ia berharap Mabes TNI dapat memproses laporan ini secara serius dan profesional. Menurutnya, tindakan penipuan yang dilakukan oleh istri seorang anggota TNI, apalagi melibatkan anggota aktif, berpotensi merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi militer.

“Penanganan kasus ini harus transparan dan menjunjung tinggi keadilan. Ini bukan hanya tentang kerugian saya pribadi, tetapi juga tentang menjaga marwah hukum dan institusi negara,” tegas Apiner.

Ia juga mengajak pimpinan TNI untuk memfasilitasi pertemuan langsung antara korban dan pelaku, guna membahas penyelesaian kasus ini, baik secara hukum maupun permintaan ganti rugi. Apiner menyatakan terbuka untuk jalur hukum dan berharap mendapatkan pendampingan hukum yang tepat.

Kasus ini menyoroti pentingnya penegakan hukum tanpa pandang bulu, termasuk terhadap aparat negara. TNI sebagai institusi penjaga kedaulatan negara memiliki kode etik dan aturan disiplin ketat yang wajib ditegakkan.

“Sebagai warga negara Indonesia, saya percaya semua orang, tanpa terkecuali, sama di mata hukum. Bila pelaku terbukti bersalah, maka harus diproses secara adil baik melalui jalur pidana umum maupun disiplin militer,” pungkasnya.

Apiner Semu kini tengah mempersiapkan dokumen dan bukti pendukung sebagai bagian dari laporan resmi yang akan disampaikan dalam waktu dekat. [*]

Redaksi Tomei

Recent Posts

Hasil Kebun Ada, Pembeli Mana? APINDO Dogiyai Minta Bupati Evaluasi Program Belanja Jumat

DOGIYAI, TOMEI.ID | Dewan Pimpinan Kabupaten Asosiasi Pengusaha Indonesia (DPK APINDO) Dogiyai meminta Pemerintah Kabupaten…

5 jam ago

AHY Komandoi 42 Kepala Daerah di Jayapura, Trans Papua Jadi Prioritas

JAYAPURA, TOMEI.ID | Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memimpin rapat…

9 jam ago

Hadiri di HUT ke-30 Panti Uzinmo, Kadinsos: Rawat Anak Yatim Piatu adalah Panggilan Tuhan

WAMENA, TOMEI.ID | Kepala Dinas Sosial Provinsi Papua Pegunungan, Yanius Telenggen, menyebut merawat anak yatim…

1 hari ago

KNPB Numbay Soroti Kondisi Yahukimo, Sebut Situasi sebagai “Darurat Militer dan Kemanusiaan”

JAYAPURA, TOMEI.ID | Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Numbay Sektor Asya menyoroti kondisi sosial…

1 hari ago

KMPPJ Nabire Kukuhkan 61 Mahasiswa Baru, Dukungan Pemkab Puncak Jaya Diapresiasi

NABIRE, TOMEI.ID | Komunitas Mahasiswa Pelajar Puncak Jaya (KMPPJ) Kota Studi Nabire mengukuhkan 61 mahasiswa…

1 hari ago

Tanah Tota Mapia: Hukum Alam, Hak Masyarakat Adat dan Masa Depan Generasi

Oleh: Musa Boma TANAH Mapia adalah mama kami bagi seluruh rakyat Tota Mapia, mulai dari…

1 hari ago