Berita

Penembakan di Mile 50 Tembagapura, Akses Utama Menuju Freeport Ditutup Sementara

TIMIKA, TOMEI.ID | Insiden penembakan terjadi di Mile Post 50, jalur utama menuju Tembagapura, Papua Tengah, Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 15.00 WIT, yang berdampak langsung pada sistem pengamanan kawasan pertambangan.

Peristiwa tersebut memicu penutupan sementara akses vital menuju kawasan operasional PT Freeport Indonesia (PTFI) sebagai langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas keamanan dan keselamatan pekerja serta menjamin perlindungan objek vital nasional.

Mile 50 merupakan titik strategis pada ruas jalan yang menghubungkan Timika dengan area pertambangan di dataran tinggi Tembagapura. Jalur tersebut menjadi jalur utama mobilitas karyawan, distribusi logistik, serta operasional tambang yang termasuk dalam kategori objek vital nasional.

PT Freeport Indonesia menyatakan telah menerima laporan resmi dari aparat keamanan pemerintah terkait insiden tersebut dan segera melakukan koordinasi intensif guna memastikan situasi tetap terkendali serta meminimalkan potensi gangguan operasional perusahaan.

Vice President Corporate Communications PT Freeport Indonesia, Katri Krisnati, menyampaikan bahwa perusahaan terus memantau perkembangan kondisi lapangan secara berkala melalui sistem pengawasan internal.

“Kami menerima laporan dari aparat keamanan pemerintah terkait insiden penembakan yang terjadi pada Rabu, 11 Februari 2026 sekitar pukul 15.00 WIT di Mile Post 50, jalan utama menuju Tembagapura. Akses jalan utama menuju Tembagapura untuk sementara masih ditutup,” ujar Katri Krisnati dalam keterangan tertulis yang diterima tomei.id, Rabu, (11/2/2026).

Katri Krisnati menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan karyawan menjadi prioritas utama perusahaan dalam situasi tersebut serta seluruh mitra kerja di area operasional tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan operasional perusahaan.

“Prioritas utama PT Freeport Indonesia adalah memastikan keselamatan dan keamanan seluruh karyawan serta seluruh pihak di wilayah kerja. Koordinasi dengan aparat keamanan pemerintah terus dilakukan,” kata Katri Krisnati.

Hingga berita ini diterbitkan, aparat keamanan belum menyampaikan keterangan resmi terkait kronologi detail, potensi korban, maupun identitas pelaku. Pengamanan di sekitar lokasi dilaporkan diperketat sementara proses penyelidikan berlangsung.

Penutupan akses menuju Tembagapura berpotensi memengaruhi aktivitas operasional dan distribusi logistik, meskipun belum terdapat pernyataan resmi mengenai dampak terhadap produksi tambang. Kawasan pertambangan tersebut merupakan objek vital nasional dengan tingkat risiko keamanan yang tinggi.

Aparat keamanan terus melakukan langkah-langkah pengamanan guna memastikan situasi tetap terkendali dan akses dapat dibuka kembali setelah kondisi dinyatakan aman serta melalui evaluasi menyeluruh aspek keamanan lapangan. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Larangan Dagang di Pantai Nabire yang Beredar di Medsos Bukan Instruksi Gubernur Meki

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah, membantah informasi yang beredar di media sosial…

4 jam ago

Pemuda Parausia Wadio Didorong Perkuat Karakter, Kepemimpinan, dan Pelayanan

NABIRE, TOMEI.ID | Enam anggota baru Pemuda Jemaat Parausia Wadio, Klasis Nabire, resmi diterima dalam…

7 jam ago

Gubernur Meki Nawipa akan Kunjungi Dogiyai Besok, Ini Agendanya

DOGIYAI, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa dijadwalkan akan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten…

11 jam ago

DKP KINGMI Desak Transparansi Anggaran dan Hentikan Konflik Kwamki Narama

TIMIKA, TOMEI.ID | Departemen Keadilan dan Perdamaian (DKP) Sinode Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah…

12 jam ago

Musa Boma Tegas Tolak Klaim Tanah Adat, Plang Satgas PKH Dicabut

NABIRE, TOMEI.ID | Pemuda dan Masyarakat Adat SIMAPITOWA mencabut papan nama yang disebut milik Satuan…

12 jam ago

KNPB Nabire Lantik Pengurus Baru Sektor Yamewa, Perkuat Konsolidasi Basis

NABIRE, TOMEI.ID | Badan Pengurus Wilayah Komite Nasional Papua Barat (BPW-KNPB) Nabire resmi melantik pengurus…

1 hari ago