Berita

Peringatan Hari HAM di Jayapura: Suara Rakyat Papua, Kritik Komnas HAM atas Operasi Militer

JAYAPURA, TOMEI.ID | Peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia, Rabu (10/12/2025), diwarnai aksi unjuk rasa ratusan massa dari berbagai organisasi pro-Papua Merdeka di Kota Jayapura.

Aksi yang berlangsung di sejumlah titik vital, termasuk Lingkaran Abepura dan Terminal Expo Waena, ini menuntut perhatian serius terhadap pelanggaran HAM yang kian memburuk di Tanah Papua.

Solidaritas Mahasiswa Papua (SOMAP) bersama KNPB, ULMWP, Green Papua, dan Germapa, menyampaikan pernyataan sikap mereka secara langsung kepada Ketua Komnas HAM Perwakilan Papua, Fritz Ramandey.

baca juga: Hari HAM di Jayapura: Mahasiswa Papua Tuntut Referendum, Soroti 103 Ribu Pengungsi Internal

Fritz Ramandey menerima dokumen tuntutan massa aksi dan mengapresiasi perjuangan mereka.

“Terima kasih untuk teman-teman mahasiswa. Di Hari HAM ke-77 dengan tema Memuliakan Kemanusiaan, Saudara-saudaralah pejuang kemanusiaan itu,” ujar Ramandey di hadapan massa.

Ramandey menegaskan telah mendengar seluruh poin dalam pernyataan sikap, termasuk kritik terhadap kebijakan Otonomi Khusus (Otsus) dan bencana kemanusiaan di Nduga yang berlarut-larut. Ia menyebut musibah kemanusiaan yang belum selesai ini sebagai “musibah terbesar di Papua”.

Dalam sambutannya, Ramandey melontarkan kritik tajam terhadap pendekatan keamanan di Papua. Ia secara spesifik menyoroti peran TNI yang dinilai semakin dominan dalam penegakan hukum.

“Ketika polisi sedang direformasi, kita harus waspada terhadap operasi TNI yang semakin liar. Papua bukan daerah operasi militer. Penegakan hukum harus dikendalikan oleh kepolisian,” tegas mantan wartawan senior tersebut.

Ramandey meminta agar perjuangan tetap berada dalam koridor damai untuk mendapatkan simpati dan dukungan.

Di sisi lain, pihak kepolisian memastikan aksi berjalan kondusif. Kabag Ops Polresta Jayapura Kota, AKBP Ferdinand Esau Numbery, menyampaikan bahwa aksi yang melibatkan tiga kelompok besar (SOMAP, KMPD, dan GPP) berjalan aman dan tertib.

Personel gabungan dari Polresta, Polda, Brimob, dan Kodim sebanyak 300 orang diturunkan untuk mengamankan jalannya aksi di berbagai titik.

“Sejak awal kami menjaga komunikasi dengan KNPB, GPP, dan SOMAP agar tidak ada miskomunikasi. Harapannya Polri bisa menjadi mitra bagi rekan-rekan yang melakukan aksi, untuk menjaga situasi tetap kondusif,” jelas Numbery, mengapresiasi kelancaran kegiatan dari pagi hingga sore hari. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Jembatan Gantung Sungai Minabu Mulai Terwujud, Warga Pugisiga Apresiasi Pemkab Intan Jaya

INTAN JAYA, TOMEI.ID | Pembangunan jembatan gantung di Sungai Minabu yang menghubungkan Kampung Pugisiga dan…

5 jam ago

PASTI Kukuhkan Pengurus DPW dan DPC di Delapan Kabupaten Papua Tengah

NABIRE, TOMEI.ID | Dewan Pimpinan Pusat Partai Setara Indonesia (DPP PASTI) mengukuhkan kepengurusan Dewan Pimpinan…

5 jam ago

Dari Tapak ke KTT Hukum Rakyat 2026, Empat Regio Bawa Suara Tanah, Hutan dan Wilayah Adat

JAKARTA, TOMEI.ID | Persoalan penguasaan tanah, konflik tenurial, tekanan industri ekstraktif, hingga perjuangan mempertahankan wilayah…

9 jam ago

FGD PHA Digelar, Pemprov Papua Tengah Perkuat Regulasi Perlindungan Anak di Nabire

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah mendorong penguatan kebijakan dan regulasi daerah terkait…

14 jam ago

KLB Campak Jadi Perhatian, Sidey Perkuat Persiapan Imunisasi ORI

MANOKWARI, TOMEI.ID | Pemerintah Distrik Sidey bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari dan Puskesmas Sidey memperkuat…

14 jam ago

Polda Papua Tengah Musnahkan 4,7 Gram Sabu, Pengembangan Ungkap Narapidana Lapas Nabire

NABIRE, TOMEI.ID | Polda Papua Tengah memusnahkan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 4,7 gram…

15 jam ago