Berita

Persipura Ditahan Imbang PSS Sleman 1–1, RD Soroti Lemahnya Tekanan Lini Tengah

JAYAPURA, TOMEI.ID | Persipura Jayapura harus puas berbagi poin setelah ditahan imbang PSS Sleman dengan skor 1–1 pada laga pekan ke-17 Pegadaian Championship 2025/2026 yang digelar di Stadion Lukas Enembe, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu (24/1/2026).

Dalam pertandingan tersebut, kedua tim tampil dengan intensitas tinggi sejak awal laga. Persipura Jayapura berupaya mendominasi permainan melalui sektor sayap, sementara PSS Sleman menerapkan skema bertahan disiplin dengan mengandalkan serangan balik cepat.

baca juga: Pelatih PSS Sleman Akui Puas Raih Satu Poin di Kandang Persipura

Tim tamu PSS Sleman berhasil membuka keunggulan lebih dahulu pada menit ke-36 melalui skema serangan terorganisir. Persipura kemudian mampu menyamakan kedudukan pada babak kedua lewat sundulan Matheus Silva yang memanfaatkan umpan akurat Ruben Karel Sanadi.

Memasuki fase akhir pertandingan, Persipura meningkatkan intensitas serangan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Namun, penyelesaian akhir yang belum maksimal membuat skor imbang bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Sebanyak 19.612 penonton yang memadati Stadion Lukas Enembe terus memberikan dukungan penuh sepanjang laga.

Pelatih Persipura Jayapura, Rahmad Darmawan, mengakui hasil tersebut belum sepenuhnya sesuai harapan, meski tetap disyukuri sebagai tambahan satu poin dalam persaingan ketat papan atas kompetisi ini yang masih sangat dinamis musim.

“Puji Tuhan kami masih diberi keselamatan dan mendapatkan satu poin. Tentu ini bukan hasil ideal, tetapi posisi kami masih berada dalam jalur target kompetisi,” ujar Rahmad Darmawan usai pertandingan.

Pelatih yang akrab disapa RD itu menilai persoalan utama timnya terletak pada lemahnya tekanan di sektor lini tengah, khususnya pada babak pertama yang berdampak langsung pada keseimbangan permainan tim.

“Kami kurang agresif melakukan pressing sejak area tengah, sehingga lawan cukup leluasa mengembangkan permainan dan masuk ke wilayah pertahanan kami,” katanya, seraya menegaskan perlunya disiplin taktikal lebih baik.

RD menjelaskan, pada babak pertama ia belum melakukan pergantian pemain karena menilai intensitas kerja pemain masih cukup baik. Penyesuaian strategi baru dilakukan pada babak kedua untuk meningkatkan daya tekan dan efektivitas serangan.

“Setelah pergantian pemain, ada peningkatan dalam fase menyerang dan kami mulai menciptakan peluang yang lebih berkualitas, meskipun risikonya serangan balik lawan juga meningkat,” ujarnya, namun perlu konsistensi kolektif sepanjang durasi pertandingan.

Menurut RD, secara umum pertandingan berjalan seimbang, meski Persipura tampil lebih dominan pada menit-menit akhir laga dengan penguasaan bola dan tekanan ofensif meningkat.

“Kami memiliki peluang yang lebih baik di akhir pertandingan, tetapi belum mampu dikonversi menjadi gol. Pemain sudah berupaya menjalankan instruksi dengan maksimal,” katanya, meski hasil akhir belum mencerminkan dominasi tim.

Rahmad Darmawan juga menyoroti aspek taktikal yang belum berjalan sesuai rencana dan memerlukan evaluasi menyeluruh dari tim pelatih pada pertandingan penting pekan ini berlangsung.

“Seharusnya kami mampu memutus alur permainan lawan di sepertiga tengah lapangan. Namun skema tidak berjalan optimal sehingga kami beberapa kali kalah jumlah di lini pertahanan,” ujar RD, yang berdampak signifikan terhadap stabilitas organisasi pertahanan tim.

Ke depan, RD memastikan tim pelatih akan melakukan evaluasi menyeluruh melalui analisis video pertandingan, termasuk terkait kebutuhan penambahan kekuatan tim, sebagai bagian proses peningkatan performa tim berkelanjutan nasional.

“Ada beberapa posisi yang perlu segera diperkuat. Evaluasi akan kami lakukan secara komprehensif, baik pada fase bertahan, menyerang, maupun transisi,” tegasnya, sesuai target kompetitif klub dan arah kebijakan teknis.

Dengan hasil imbang ini, Persipura Jayapura mengoleksi 34 poin dan tetap menjaga peluang bersaing di papan atas klasemen Grup Timur Pegadaian Championship 2025/2026, dalam persaingan ketat menuju fase penentuan musim ini. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

PMKRI Cabang Nabire Apresiasi Pendekatan Humanis Polres Nabire dalam Pengamanan Aksi

NABIRE, TOMEI.ID | Pengurus Cabang Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Nabire St. Albertus…

9 jam ago

Menteri HAM dan Hukum Uncen Kecam Penembakan Mahasiswa, Desak Pengusutan Transparan

JAYAPURA, TOMEI.ID | Menteri HAM dan Hukum Universitas Cenderawasih mengecam tindakan aparat dalam pembubaran aksi…

9 jam ago

Massa KNPB Titik Expo Waena Klaim Dibubarkan, 10 Peserta Dilaporkan Terluka

JAYAPURA, TOMEI.ID | Massa aksi Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Numbay Titik Expo Waena…

9 jam ago

KNPB Wilayah Manokwari Gelar Mimbar Bebas di Manokwari, Serukan Papua sebagai Zona Darurat Militer dan Kemanusiaan

MANOKWARI, TOMEI.ID | Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Mnukwar bersama Sektor Mapega menggelar aksi…

9 jam ago

Menteri HAM Natalius Pigai Tiba di Nabire, Bahas Penguatan Perlindungan HAM

NABIRE, TOMEI.ID | Menteri Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (MenHAM) RI, Natalius Pigai, tiba di…

11 jam ago

Aksi KNPB dan Mahasiswa di Waena Ricuh, Massa Persoalkan Pembatasan Ruang Demokrasi

JAYAPURA, TOMEI.ID | Aksi mahasiswa Universitas Cenderawasih (Uncen) bersama Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan…

1 hari ago