Berita

Persipura Hancurkan Barito 4-1 di Lukas Enembe, Coach RD Puji Mental Juara dan Dukungan Suporter

JAYAPURA, TOMEI.ID | Persipura Jayapura tampil dominan dan penuh determinasi saat menjamu Barito Putera pada pekan ke-19 Pegadaian Championship Liga 2 2025/2026. Bertanding di Stadion Lukas Enembe, Minggu (15/2/2026) sore, Mutiara Hitam menang telak 4-1 sekaligus menegaskan superioritas di hadapan publik sendiri.

Sejak peluit awal dibunyikan, Persipura langsung menekan dengan tempo tinggi dan organisasi permainan yang rapi. Dukungan 20.270 penonton menciptakan atmosfer bergemuruh; tabuhan tifa dan sorakan suporter menggema tanpa henti, membakar semangat juang pemain sepanjang pertandingan berlangsung intens.

baca juga: Nyeri! Hajar Barito 4-1 di Stadion Lukas Enembe, Persipura Rebut Puncak Grup Timur

Kemenangan meyakinkan ini membawa Persipura kembali ke puncak klasemen Grup Timur sekaligus mempertegas status sebagai kandidat kuat perebut tiket promosi musim ini.

Pelatih Persipura, Rahmad Darmawan, mengaku bersyukur atas kemenangan besar tersebut yang menjadi momentum penting menjaga tren positif tim.

baca juga: Dua Gol Injury Time! Persipura Hajar Barito 2-0 di Babak Pertama

“Puji Tuhan, hari ini kami diberi kemenangan dan tiga poin penting yang membawa kami kembali ke puncak klasemen,” ujar Rahmad Darmawan dalam konferensi pers usai pertandingan.

Rahmad Darmawan juga menyampaikan apresiasi kepada para pemain dan masyarakat Papua yang memberikan dukungan langsung maupun melalui doa serta siaran langsung yang terus mengalir.

Sejak ditangani Rahmad Darmawan, Persipura belum terkalahkan dengan catatan 11 kemenangan dan 3 hasil imbang. Rahmad Darmawan menilai kemenangan atas Barito merupakan hasil dari proses panjang yang dibangun dengan disiplin, konsistensi, dan kerja kolektif.

“Kami terus berproses dan menunjukkan perkembangan. Tapi kami tidak boleh cepat puas. Masih ada dua laga tandang yang harus kami hadapi,” tegas RD.

Strategi Berubah, Permainan Lebih Variatif
Rahmad Darmawan menjelaskan adanya perubahan pendekatan taktik. Jika sebelumnya Persipura mengandalkan serangan sayap dan crossing, kini kombinasi satu-dua serta umpan pendek cepat menjadi pilihan utama untuk menjaga ritme serangan dan efektivitas peluang.

“Kami tidak lagi punya striker tinggi seperti Matheus, jadi pendekatan bermain kami ubah. Hari ini kombinasi cepat lebih banyak,” jelasnya.

Rahmad Darmawan juga memuji kerja sama tim yang semakin solid dan disiplin dalam menjaga keseimbangan permainan.

“Tidak ada Superman. Semua bermain kolektif dan saling mendukung, mencerminkan disiplin taktik serta kekompakan tim yang semakin solid dan konsisten,” kata Rahmad.

Pemain baru seperti Bima Ragil, Williams Lugo, dan Viktor Mansaray tampil impresif serta memberi energi baru dalam pola serangan tim. Lugo bahkan langsung mencuri perhatian pada debutnya dan terpilih sebagai Man of the Match berkat kontribusi signifikan sepanjang laga.

Rahmad Darmawan menjelaskan keputusan memasukkan Viktor Mansaray saat tim telah unggul. Menurut Rahmad Darmawan, Barito mulai memainkan bola direct yang berpotensi menghasilkan banyak tendangan sudut dan situasi bola mati berbahaya.

“Kami butuh pemain dengan postur tinggi untuk mengantisipasi bola mati mereka,” ungkap Rahmad Darmawan, demi menjaga keunggulan dan meredam tekanan lawan.

Mansaray diplot memperkuat duel udara menghadapi pemain Barito seperti Otavio, Fandrian, Renan Alves, Stewart, dan Bayu Pradana guna memastikan stabilitas pertahanan hingga akhir laga.

Sementara itu, pemain Persipura Reno Salampessy juga mengungkapkan rasa syukur atas kemenangan tersebut.

“Kami bersyukur atas kemenangan hari ini. Ini jadi motivasi untuk kami agar lebih percaya diri ke depan,” ujar Reno Salampessy.

Reno Salampessy menegaskan kemenangan ini dipersembahkan bagi keluarga dan seluruh masyarakat Papua yang setia memberikan dukungan.

Kemenangan 4-1 ini menegaskan Mutiara Hitam belum habis. Dukungan suporter, disiplin taktik, dan permainan kolektif menjadi modal penting menghadapi dua laga tandang berikutnya yang diprediksi berlangsung ketat dan sarat tekanan. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Sidak Puspem, Deinas Geley Tegaskan Pembangunan Tiga Tower Tuntas 31 Desember

NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, menegaskan pembangunan tiga tower rumah ASN…

38 menit ago

Victor Fun: Ibu Rumah Tangga Perlu Diperkuat untuk Bangun Ekonomi Keluarga

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah, mendorong peningkatan kapasitas ibu rumah tangga dan…

1 jam ago

Kepala Suku Besar SIMPAPITOWA Tutup Layanan Penyelesaian Adat di Jayanti

NABIRE, TOMEI.ID | Kepala Suku Besar SIMPAPITOWA Tota Mapia, Fabianus Tebai, secara resmi menghentikan layanan…

5 jam ago

Kontrakan Mahasiswa Puncak Jaya di Bandung Belum Lunas, IPMAPUJA Desak Pemda Segera Menyelesaikan

BANDUNG, TOMEI.ID | Persoalan pembayaran kontrakan mahasiswa asal Kabupaten Puncak Jaya di Kota Bandung, Jawa…

6 jam ago

Bukan Pendeta Tapi Pelita

Oleh: Hengki Wamuni Judul “Bukan Pendeta Tapi Pelita” bukan permainan retorika belaka. Bukan pula konstruksi…

12 jam ago

Hasil Kebun Ada, Pembeli Mana? APINDO Dogiyai Minta Bupati Evaluasi Program Belanja Jumat

DOGIYAI, TOMEI.ID | Dewan Pimpinan Kabupaten Asosiasi Pengusaha Indonesia (DPK APINDO) Dogiyai meminta Pemerintah Kabupaten…

21 jam ago