Polda Papua Tengah Gelar Operasi Keselamatan Noken 2026, Fokus Tekan Kecelakaan Lalu Lintas

oleh -1092 Dilihat
Aparatur gabungan Polri, TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait berfoto bersama usai apel gelar pasukan Operasi Keselamatan Noken 2026 di Mapolres Nabire, Papua Tengah, Senin (2/2/2026), sebagai tanda kesiapan menekan angka kecelakaan lalu lintas dan meningkatkan kepatuhan berlalu lintas. [Foto: Christian Degei/tomei.id).

NABIRE, TOMEI.ID | Kepolisian Daerah (Polda) Papua Tengah resmi menggelar Operasi Keselamatan Noken 2026 sebagai langkah strategis untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas serta meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan berlalu lintas di wilayah Papua Tengah.

Operasi tersebut diawali dengan apel gelar pasukan yang dilaksanakan di Mapolres Nabire, Senin (2/2/2026), dan dipimpin Kepala Biro Operasi Polda Papua Tengah, Kombes Pol. Adnan Ratmoro, mewakili Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini.

banner 728x90

Dalam amanat Kapolda yang dibacakan, Kombes Pol. Adnan Ratmoro menegaskan bahwa Operasi Keselamatan Noken merupakan operasi terpusat yang dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia sesuai arahan pimpinan Polri secara nasional.

Papua Tengah, pelaksanaan operasi melibatkan jajaran Polres Nabire, Mimika, Paniai, dan Puncak Jaya guna memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan optimal dan terkoordinasi lintas satuan wilayah dan fungsi kepolisian.

Berdasarkan data Polda Papua Tengah pada pelaksanaan Operasi Keselamatan Noken 2025 selama 14 hari, tercatat sebanyak 126 pelanggaran lalu lintas. Pelanggaran tersebut didominasi oleh sepeda motor sebanyak 191 unit serta kendaraan roda empat sebanyak 39 unit.

Selain itu, tercatat 15 kejadian kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal dunia enam orang, luka berat tujuh orang, dan luka ringan tujuh orang. Kerugian materiil akibat kecelakaan lalu lintas tersebut ditaksir mencapai Rp103 juta.

“Data tersebut menunjukkan masih rendahnya tingkat kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan berlalu lintas di Papua Tengah,” ujar Kombes Pol. Adnan Ratmoro.

Berdasarkan kondisi tersebut, Operasi Keselamatan Noken 2026 mengusung tema “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat” dan akan dilaksanakan selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026.

Pelaksanaan operasi mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif yang didukung dengan penegakan hukum lalu lintas secara humanis berbasis edukasi, persuasif, dan profesional berkelanjutan.

Sejumlah langkah strategis disiapkan, antara lain pemetaan titik rawan kecelakaan dan pelanggaran, sosialisasi melalui media massa dan media sosial, serta pelaksanaan pemeriksaan kendaraan (ramp check) bersama instansi terkait.

Selain itu, Polda Papua Tengah akan melakukan penindakan terhadap kendaraan pribadi berpelat hitam yang beroperasi sebagai angkutan umum atau travel ilegal, serta meningkatkan pengawasan terhadap kendaraan angkutan barang, khususnya kendaraan sumbu tiga ke atas.

Penegakan hukum lalu lintas juga dilakukan melalui sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) serta pemberian teguran yang bersifat edukatif kepada pelanggar.

Kombes Pol. Adnan Ratmoro mengapresiasi dukungan seluruh personel Polri, unsur TNI, pemerintah daerah, serta instansi terkait dalam mendukung pelaksanaan Operasi Keselamatan Noken 2026.

Kombes Pol. Adnan Ratmoro berharap pelaksanaan Operasi Keselamatan Noken 2026 mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas serta mewujudkan situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas yang aman dan kondusif menjelang Bulan Suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri.[*].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.