Berita

Rektor USWIM: Kebijakan Pendidikan Gratis Papua Tengah Sudah Dirasakan Mahasiswa

NABIRE, TOMEI.ID | Kebijakan pendidikan yang dijalankan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah mulai memberikan dampak nyata bagi mahasiswa melalui skema bantuan pendidikan yang terukur dan berkelanjutan, berbasis kebutuhan mahasiswa dan arah kebijakan daerah.

Rektor Universitas Wiyata Mandala (USWIM) Nabire, Dr. Petrus Tekege, menyebut program bantuan pendidikan yang digulirkan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah sebagai langkah konkret dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Pernyataan tersebut disampaikan Petrus Tekege saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (29/1/2026), dalam konteks evaluasi pelaksanaan program pendidikan daerah.

Menurut Petrus Tekege, program bantuan pendidikan tidak berhenti pada tataran kebijakan, tetapi telah direalisasikan dan dirasakan langsung oleh mahasiswa, di berbagai jenjang dan latar belakang pendidikan.

“Program ini bukan sekadar wacana. Implementasinya sudah berjalan dan manfaatnya diterima langsung oleh mahasiswa, di lingkungan perguruan tinggi Papua Tengah saat ini,” kata Petrus Tekege.

Rektor USWIM Nabire itu mengungkapkan, Universitas Wiyata Mandala Nabire memperoleh alokasi bantuan pendidikan untuk 1.967 mahasiswa, sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah. Penyaluran bantuan mulai dilakukan sejak 27 Januari 2026 dan dilaksanakan secara bertahap.

Hingga hari ketiga pelaksanaan, realisasi penyaluran bantuan telah mencapai sekitar 20 persen. Penyaluran dilakukan berdasarkan jadwal program studi dan fakultas guna memastikan proses berjalan tertib, transparan, dan akuntabel.

Bantuan pendidikan tersebut menyasar mahasiswa semester III, V, dan VII pada semester ganjil. Mahasiswa yang telah melunasi biaya pendidikan serta tercantum dalam Surat Keputusan penerima akan menerima pengembalian dana bantuan secara langsung.

Untuk semester ganjil berjalan. Pemerintah Provinsi Papua Tengah memberikan bantuan sebesar Rp2.749.000 dari total biaya pendidikan Rp3.950.000, atau sekitar 70 persen dari total beban biaya mahasiswa, sesuai skema kebijakan pendidikan daerah tahun berjalan.

“Banyak mahasiswa semester 3, 5, dan 7 telah melunasi biaya kuliah. Oleh karena itu, dana bantuan tersebut dikembalikan kepada mahasiswa sebagai hak mereka, melalui mekanisme resmi dan terverifikasi pemerintah daerah,” jelas Tekege.

Rektor USWIM Nabire menegaskan bahwa bantuan pemerintah tidak diperuntukkan untuk melunasi tunggakan semester sebelumnya, melainkan difokuskan pada semester yang telah ditetapkan sebagai bagian dari kebijakan strategis peningkatan kualitas SDM Papua Tengah.

Rektor berharap mahasiswa penerima bantuan dapat memanfaatkan dukungan pemerintah tersebut dengan meningkatkan kedisiplinan, motivasi belajar, dan prestasi akademik, sebagai tanggung jawab bersama membangun generasi Papua unggul.

“Kebijakan ini menunjukkan keberpihakan nyata Pemerintah Provinsi Papua Tengah terhadap pendidikan tinggi dan masa depan SDM Papua Tengah, sebagai komitmen pembangunan daerah berkelanjutan jangka panjang,” pungkasnya. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Nobar Film “Pesta Babi” di Jayapura Jadi Ruang Kritik Sosial, AKJB Soroti Perampasan Tanah dan Dugaan Pelanggaran HAM di Papua

JAYAPURA, TOMEI.ID | Komunitas Anak Kompleks Jalan Baru (AKJB), Kotaraja, Kota Jayapura, menggelar kegiatan nonton…

2 jam ago

Pelajar Tewas Ditembak Aparat di Tembagapura, Mahasiswa Mimika Desak Pemda dan DPRD Usut Tuntas

JAYAPURA, TOMEI.ID | Pelajar dan Mahasiswa Mimika Kota Studi Jayapura menggelar aksi mimbar bebas dan…

2 jam ago

Pemprov Papua Pegunungan Bergerak Cepat Salurkan Bantuan untuk Ratusan Pengungsi di Wamena

WAMENA, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan mulai bergerak cepat melakukan pendataan sekaligus menyalurkan bantuan…

2 jam ago

Mulai 19 Mei, Uncen Resmi Buka Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur JMSB dan RPL 2026

JAYAPURA, TOMEI.ID | Universitas Cenderawasih sebagai perguruan tinggi negeri terbesar di Tanah Papua telah resmi…

6 jam ago

HIPMI Papua Pegunungan Gelar RAKERDA Perdana, Soroti Kemiskinan dan Dorong Lahirnya Pengusaha Muda Papua

WAMENA, TOMEI.ID | Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Papua Pegunungan resmi…

7 jam ago

Mahasiswa Paniai Se-Indonesia di Semarang-Salatiga Tolak DOB, Tambang, dan Militerisasi Tanah Adat Papua

SEMARANG, TOMEI.ID | Solidaritas Mahasiswa Paniai Se-Indonesia Kota Studi Semarang–Salatiga menegaskan penolakan terhadap rencana pemekaran…

8 jam ago