WAMENA, TOMEI.ID | Sebagai langkah cepat memenuhi kebutuhan pangan warga sekaligus menekan risiko krisis pangan berkepanjangan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan mulai menyalurkan bantuan pangan sebanyak 17 ton kepada masyarakat terdampak kekeringan di Kabupaten Jayawijaya.
Bantuan tersebut disalurkan melalui Dinas Sosial Papua Pegunungan kepada masyarakat di tiga distrik, yakni Napua, Ibele, dan Taelarek, yang disebut mengalami dampak penurunan pasokan pangan, sehingga membutuhkan penanganan cepat untuk menjaga ketersediaan kebutuhan dasar warga.
Kepala Dinas Sosial Papua Pegunungan, Yanius Telenggen, mengatakan penyaluran bantuan diarahkan kepada wilayah yang membutuhkan dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat dan tingkat kebutuhan pangan di masing-masing distrik.
Dari total 17 ton bantuan, Distrik Napua menerima 5 ton, Ibele 2 ton, dan Taelarek 10 ton. Taelarek mendapat alokasi terbesar karena wilayah tersebut dinilai menghadapi persoalan pasokan pangan yang cukup serius.
“Bantuan dari Bapak Gubernur John Tabo ini harus disalurkan dengan tepat sasaran, terutama bagi warga yang terdampak langsung. Jangan sampai ada masyarakat membutuhkan yang terlewat, semua wajib menerima manfaatnya,” tegas Yanius saat penyaluran bantuan, Senin (28/9/2026).
Menurut Yanius, penyaluran bantuan tidak hanya dilihat dari jumlah bahan pangan yang diberikan, tetapi juga sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.
“Jangan melihat besar atau kecilnya bantuan ini, tetapi lihatlah rasa kebersamaan dan nilai kemanusiaan untuk saling menolong warga yang sedang membutuhkan,” ujarnya.
Ia mengatakan penanganan terhadap dampak kekeringan di Jayawijaya akan dilakukan secara bertahap. Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan juga memprioritaskan penanganan di Lanny Jaya dan Nduga, selain Jayawijaya, sesuai kondisi dan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
Yanius menegaskan penyaluran bantuan tidak berhenti pada tahap pertama, tetapi akan dilanjutkan dengan melihat perkembangan kebutuhan masyarakat serta kondisi wilayah yang terdampak.
Dalam penyaluran tersebut, Tenaga Ahli Gubernur Papua Pegunungan, Asis Lani, bersama kepala distrik dan kepala kampung dari Napua, Ibele, serta Taelarek turut menyampaikan apresiasi atas langkah pemerintah provinsi dalam memberikan bantuan pangan.
“Kami mewakili masyarakat menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepedulian Bapak Gubernur John Tabo yang sigap melihat kondisi warga di lapangan. Semoga Tuhan senantiasa memberkati tugas dan tanggung jawab beliau dalam melayani masyarakat,” kata Asis.
Selain persoalan pangan, Asis menyampaikan aspirasi masyarakat terkait kebutuhan infrastruktur yang dinilai penting untuk memperlancar mobilitas warga sekaligus distribusi logistik ke wilayah tersebut.
Masyarakat Distrik Ibele dan Taelarek berharap Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dapat mendukung peningkatan akses jalan Ibele–Taelarek serta pembukaan rute Taelarek–Pelebaga.
Menurut masyarakat, peningkatan akses tersebut dibutuhkan untuk memperlancar pergerakan warga dan membuka jalur distribusi logistik, terutama ketika terjadi gangguan pasokan pangan di wilayah yang sulit dijangkau.
Dengan demikian, bantuan pangan menjadi langkah penanganan kebutuhan mendesak, sementara penguatan akses transportasi menjadi bagian penting untuk memperkuat distribusi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan. [*]











