JAYAPURA, TOMEI.ID | Persipura Jayapura berada di ambang penentuan nasib. Satu pertandingan tersisa akan menentukan apakah Mutiara Hitam kembali ke kasta tertinggi sepak bola nasional atau kembali tertahan di Pegadaian Championship musim depan.
Laga playoff promosi BRI Super League (Liga 1) 2026/2027 kontra Adhyaksa FC Banten akan digelar di Stadion Lukas Enembe, Kampung Harapan, Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (8/5/2026), dalam atmosfer yang diprediksi penuh tekanan dan emosi.
Pertemuan runner up Grup B wilayah timur melawan runner up Grup A wilayah barat itu menjadi duel hidup-mati bagi kedua tim demi mengamankan satu tiket promosi terakhir ke Liga 1.
Antusiasme publik Papua terhadap pertandingan ini memuncak. Tiket dilaporkan ludes terjual, sementara jumlah penonton diperkirakan menembus lebih dari 32 ribu orang. Gelombang dukungan dari suporter diyakini menjadi energi besar bagi Persipura yang selama ini bukan sekadar klub sepak bola, melainkan simbol kebanggaan dan harga diri masyarakat Papua.
Pelatih Persipura, Rahmad Darmawan, menegaskan timnya siap menghadapi laga krusial meski memiliki waktu persiapan yang sangat terbatas.
“Dalam menghadapi pertandingan besok, kita memang tidak banyak waktu mempersiapkan teknikal game plan yang kita buat. Tapi semua pemain siap menghadapi pertandingan besok,” ujar Rahmad Darmawan dalam konferensi pers di Stadion Lukas Enembe, Kamis (7/5/2026).
Pelatih yang akrab disapa RD itu menilai faktor mental akan menjadi penentu utama dalam pertandingan sebesar ini. Ia meminta para pemain tetap tenang dan menikmati pertandingan tanpa kehilangan fokus serta kontrol emosi.
“Saya ingin pemain menikmati pertandingan, enjoy the game, tidak terlalu tegang. Tapi tetap harus bisa mengontrol emosi dan intelegensia saat berada di lapangan,” katanya.
Namun di tengah optimisme tersebut, Persipura mendapat pukulan setelah dipastikan kehilangan bek asing andalannya, Arthur Vieira. Pemain asal Brasil itu harus menepi akibat cedera dan dipastikan absen pada laga penentuan.
“Arthur Vieira tidak bisa bermain di pertandingan besok karena cedera grade dua. Tidak berat tapi juga tidak ringan,” jelas RD.
Absennya Arthur menjadi tantangan tersendiri bagi lini belakang Persipura, terlebih Adhyaksa FC dinilai memiliki kekuatan serangan yang berbahaya dan sarat pengalaman.
RD secara khusus menyoroti trio lini depan lawan yang dianggap mampu menciptakan ancaman serius sepanjang pertandingan.
“Mereka punya trio depan yang sangat berbahaya. Ada Dave Mustaine, Konate, Hamdi, Dedi, kemudian di belakang ada pemain berpengalaman seperti Hasim Kipuw dan Arif. Secara keseluruhan kami mengantisipasi mereka sebagai sebuah tim,” ungkapnya.
Sementara itu, pertandingan penting ini akan dipimpin wasit asal Uzbekistan. Menanggapi penunjukan tersebut, RD memilih fokus pada kesiapan tim dan berharap pertandingan berjalan adil serta profesional.
“Siapapun wasit yang memimpin kita tetap apresiasi. Saya lihat wasit asal Uzbekistan ini juga memimpin pertandingan sebelumnya dengan baik,” tutupnya.
Atmosfer Stadion Lukas Enembe dipastikan menjadi saksi salah satu laga paling menentukan bagi Persipura dalam beberapa tahun terakhir. Di hadapan puluhan ribu pendukungnya sendiri, Mutiara Hitam kini memburu satu hal: kembali ke Liga 1 dengan kepala tegak. [*].









