Berita

Satu Warga Sipil Disiksa Saat Diperiksa Aparat di Yahukimo, Empat Orang Akhirnya Dibebaskan

YAHUKIMO, TOMEI.ID | Seorang warga sipil dilaporkan mengalami penyiksaan saat menjalani pemeriksaan oleh aparat keamanan setelah bersama tiga warga lainnya diamankan di Pos Jalan Serdala, Kampung Kukamo, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Rabu (10/6/2026). Keempatnya kemudian dibebaskan pada Kamis (11/6/2026) sekitar pukul 14.30 WIT.

Laporan yang diterima media ini menyebutkan, peristiwa bermula ketika tiga unit mobil pick up jenis Strada bersiap mengangkut penumpang menuju kawasan pendulangan emas. Sekitar pukul 10.37 WIT, para penumpang mulai menaiki kendaraan dengan membawa BBM, sembako, dan perlengkapan kerja lainnya.

Sekitar pukul 10.50 hingga 11.00 WIT, salah satu kendaraan yang dikemudikan Sapius Ou dihentikan aparat keamanan di Pos Jalan Serdala untuk diperiksa. Menurut pelapor, pemeriksaan dilakukan setelah adanya informasi intelijen terkait dugaan keberadaan anggota kelompok bersenjata yang menumpang dalam kendaraan tersebut.

Seluruh penumpang diminta turun dan menjalani pemeriksaan. Empat orang kemudian diamankan, yakni Sapius Ou (25), Beicham (27), Alpini Soll (16), dan Ober Magayang (25). Sementara dua penumpang lainnya, termasuk seorang perempuan, dipulangkan setelah pemeriksaan awal.

Pelapor mengklaim Beicham dipisahkan dari rombongan dan menjalani pemeriksaan secara terpisah. Selama proses tersebut, ia mengalami kekerasan fisik dan intimidasi yang bertujuan memaksa dirinya mengakui keterlibatan dengan kelompok bersenjata.

Selain memeriksa para penumpang, aparat juga disebut menggeledah seluruh barang bawaan serta kendaraan yang digunakan. Kendaraan tersebut kemudian dibawa ke area pos untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Setelah menjalani pemeriksaan selama sekitar satu hari, keempat warga tersebut akhirnya dibebaskan pada Kamis siang. Pembebasan dilakukan setelah adanya desakan dari sejumlah pihak yang meminta kejelasan terkait status dan proses pemeriksaan mereka.

Pihak pelapor meminta aparat melakukan investigasi terhadap dugaan penyiksaan yang terjadi selama proses pemeriksaan. Mereka juga mempertanyakan prosedur penangkapan yang disebut tidak disertai surat penangkapan maupun penahanan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Satgas Habema, Korps Marinir, maupun Polres Yahukimo terkait kronologi penangkapan, proses pemeriksaan, serta dugaan penyiksaan tersebut. Media ini masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak terkait untuk memenuhi prinsip keberimbangan informasi. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

BREAKING NEWS: Persoalan Sampah Dapur MBG Diduga Picu Kericuhan di Bumi Wonorejo Nabire

NABIRE, TOMEI.ID | Persoalan sampah yang diduga berasal dari dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG)…

6 jam ago

Green Policing di Taman Gizi, Kapolda Papua Tengah Bersihkan Lingkungan dan Dengarkan Curhat Warga

NABIRE, TOMEI.ID | Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini bersama personel kepolisian melaksanakan kegiatan…

19 jam ago

200 Mahasiswa Teknik UNCEN Dibekali Wawasan Industri Freeport, Teknologi dan Kompetensi Jadi Fokus

JAYAPURA, TOMEI.ID | Sebanyak 200 mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih (UNCEN) mengikuti program Eksekutif Mengajar…

19 jam ago

Kapolda Papua Tengah Ajak Pemda se-Tanah Papua Bersatu Tangani Karhutla di Papua Selatan

NABIRE, TOMEI.ID | Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jermias Rontini mengajak seluruh pemerintah daerah se-Tanah…

20 jam ago

Thedy Pekei: Seniman Papua Harus Punya Panggung di Tanah Sendiri

NABIRE, TOMEI.ID | Ketua Umum Komunitas Rasta Kribo Papua, Thedy Pekei, mendorong pemerintah daerah dan…

21 jam ago

Meki Nawipa Siapkan Rp100 Juta untuk Juara Papua Reggae Festival XI, Nabire Dibidik Jadi Tuan Rumah Tahun Depan

NABIRE, TOMEI.ID | Total hadiah pribadi Rp100 juta rupiah disiapkan Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa…

1 hari ago