Berita

Senator Eka Kristina Yeimo Desak Pemerintah Transparan dalam DBH Freeport: Papua Harus Diperlakukan Adil

JAKARTA, TOMEI.ID | Senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Papua Tengah, Eka Kristina Yeimo melontarkan kritik keras kepada pemerintah pusat dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dirjen Anggaran, Dirjen Perimbangan Keuangan, dan Badan Kebijakan Fiskal (BKF) di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (7/5).

Dalam forum tersebut, Eka menyoroti ketimpangan distribusi Dana Bagi Hasil (DBH) dan kurangnya transparansi terhadap kontribusi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari Papua.

Isu utama yang disampaikan Eka adalah ketidakjelasan nominal kontribusi PT Freeport Indonesia kepada negara. Meskipun pemerintah mengklaim bahwa 80 persen dari DBH dialokasikan ke daerah dan 20 persen ke pusat, angka nominal yang seharusnya dapat diverifikasi publik tidak pernah disampaikan secara terbuka.

“Kami hanya disuguhi angka persentase, tapi nominal riilnya tidak pernah dibuka. Katanya Rp5 sampai Rp6 triliun, tapi tidak ada laporan resmi yang bisa diakses publik. Papua punya hak untuk tahu!” tegas Eka.

Ia menilai kondisi ini sebagai bentuk ketertutupan informasi yang mencerminkan lemahnya akuntabilitas fiskal negara. Lebih dari itu, Eka menyebut bahwa stigma terhadap Papua sebagai wilayah 3T Tertinggal, Terbelakang, dan Termiskin masih terus dilanggengkan meskipun Papua merupakan salah satu daerah penghasil sumber daya alam terbesar di Indonesia.

“Sudah hampir 80 tahun Indonesia merdeka, tapi Papua tetap disebut daerah 3T. Ini bukan sekadar narasi, tapi bentuk ketidakadilan struktural. Kami ini penyangga ekonomi nasional, tapi hidup dalam ketimpangan,” ujarnya.

Keterlambatan pencairan DBH juga menjadi sorotan, yang menurut Eka berdampak langsung pada stagnasi pembangunan di Papua dan memperparah ketimpangan antarwilayah. Ia menegaskan bahwa DPD memiliki mandat konstitusional untuk mengawasi dan membela hak-hak daerah.

“Jika Pemda salah kelola, saya akan tegur. Tapi kalau pusat yang lalai atau bahkan menahan hak kami, saya akan bicara lantang,” katanya.

Lebih lanjut, Eka menyinggung potensi alokasi PNBP dari Papua yang justru digunakan untuk pembangunan infrastruktur di wilayah lain yang dianggap lebih cepat menyerap anggaran, sementara Papua terus berada di pinggir distribusi fiskal nasional.

“Jika Papua dianggap beban, padahal kami adalah kontributor utama PNBP nasional, maka kita patut bertanya: untuk siapa sesungguhnya Indonesia ini dibangun?” sindirnya.

Eka menegaskan bahwa rakyat Papua tidak menuntut keistimewaan, melainkan keadilan. Ia mendesak pemerintah pusat untuk membuka data nominal kontribusi PNBP Freeport dan DBH Papua, melibatkan pemerintah daerah dalam perumusan kebijakan fiskal, dan memastikan pencairan dana secara adil dan tepat waktu.

“Keadilan fiskal bukan sekadar angka. Ini soal pengakuan terhadap hak konstitusional, kedaulatan sumber daya, dan pembangunan yang inklusif. Pembangunan Papua bukan hanya soal Papua ini soal keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya. [*]

Redaksi Tomei

Recent Posts

459 Kasus Tercatat, Polda Papua Tengah akan Gelar Operasi Pekat Noken 2026

NABIRE, TOMEI.ID | Polda Papua Tengah akan menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Noken 2026 selama…

1 jam ago

TPNPB Ancam Karyawan Freeport yang Ikut Latsarmil Komcad di Rindam Cenderawasih

NABIRE, TOMEI.ID | Manajemen Markas Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (KOMNAS TPNPB)…

2 jam ago

Dies Natalis ke-12 Asrama Yahukimo Jayapura Soroti Perhatian Pemkab

JAYAPURA, TOMEI.ID | Asrama Mahasiswa Putra Yahukimo di Jayapura memperingati Dies Natalis ke-12 dengan mengangkat…

2 jam ago

Wabup Burhanuddin Minta Kantor Sementara Kodim 1705/Nabire Harus Jadikan Rumah Pengabdian

NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Bupati Nabire, H. Burhanuddin Pawenari, meminta jajaran Kodim 1705/Nabire menjadikan kantor…

2 jam ago

Kodim 1705/Nabire Pindah ke Gedung KNPI, Dandim Ungkap Penataan Kekuatan Pertahanan

NABIRE, TOMEI.ID | Kodim 1705/Nabire mulai menempati Gedung Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Lama,…

2 jam ago

DPD KP2IT Papua Barat, Pilatus Lagowan Sampaikan Terima Kasih kepada Gubernur atas Bantuan untuk Mahasiswa Yahukimo

MANOKWARI, TOMEI.ID | Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KP2IT Provinsi Papua Barat menyampaikan terima kasih dan…

19 jam ago