Berita

Seruan Aksi Aliansi Setara Selamatkan Tanah Air Tolak PSN dan Militerisme

JAYAPURA, TOMEI.ID | Wakil Koordinator Aksi Aliansi Selamatkan Tanah Air (SETARA), Lovivi Yohame, mengajak masyarakat Papua untuk terlibat dalam aksi mimbar bebas penolakan Proyek Strategis Nasional (PSN) dan militerisme yang akan digelar di Abepura, Jumat (29/05/2026).

Ajakan tersebut disampaikan Lovivi Yohame kepada tomei.id di Jayapura saat pembagian selebaran aksi di kawasan Putaran Taksi Perumnas III Waena, Kota Jayapura, Kamis (28/05/2026).

Menurut Yohame, aksi tersebut menjadi ruang demokrasi bagi masyarakat Papua untuk menyampaikan pandangan dan pengalaman mereka terkait berbagai persoalan yang terjadi di Tanah Papua, mulai dari isu tanah adat, eksploitasi sumber daya alam, hingga situasi sosial dan kemanusiaan.

Ia menilai kondisi Papua saat ini semakin menghadapi tekanan akibat masuknya investasi berskala besar, proyek-proyek pembangunan nasional, serta meningkatnya aktivitas aparat keamanan di sejumlah wilayah adat masyarakat Papua.

“Rakyat Papua hari ini melihat langsung berbagai realitas yang terjadi di tanahnya sendiri. Karena itu kami membuka ruang mimbar bebas agar masyarakat bisa menyampaikan pendapat, pengalaman, dan suara mereka secara terbuka,” ujar Lovivi Yohame kepada tomei.id.

Menurutnya, pembagian selebaran dilakukan sebagai bagian dari konsolidasi sekaligus ajakan terbuka kepada masyarakat agar ikut hadir dalam aksi damai yang akan berlangsung di Abepura.

Ia menjelaskan, kegiatan pembagian selebaran dimulai dari kawasan Perumnas III Waena dan akan dilanjutkan ke Perumnas II, Perumnas I hingga wilayah Abepura.

Selain menyampaikan ajakan aksi, Yohame juga menyinggung film dokumenter “Pesta Babi” yang menurutnya memperlihatkan berbagai realitas sosial dan politik yang selama ini dialami masyarakat Papua.

“Melalui film itu masyarakat bisa melihat dan memahami realitas yang selama ini terjadi di Papua. Apa yang dilihat dan dirasakan masyarakat itu juga bisa disampaikan langsung dalam mimbar bebas nanti,” katanya.

Aliansi SETARA, lanjut Yohame, menilai sejumlah Proyek Strategis Nasional di Papua, termasuk di wilayah Merauke dan beberapa daerah lain, telah menimbulkan kekhawatiran masyarakat adat karena dinilai berdampak terhadap tanah ulayat, hutan, dan ruang hidup masyarakat lokal.

Ia juga menyoroti persoalan penggusuran tanah adat, pembukaan kawasan hutan, serta meningkatnya pendekatan keamanan dalam pengawalan investasi yang menurutnya menjadi perhatian serius masyarakat sipil di Papua.

“Kami berharap masyarakat, mahasiswa, pelajar, tokoh gereja, perempuan, dan seluruh rakyat Papua dapat hadir dan menyampaikan pendapatnya secara damai dalam ruang demokrasi yang kami siapkan,” tutup Yohame. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

IMYAL Manokwari Tak Kirim Delegasi MUSORMA HMKY VII, Soroti Tata Kelola dan Partisipasi

MANOKWARI, TOMEI.ID | Ikatan Mahasiswa Yalimo (IMYAL) Kota Studi Manokwari menyatakan tidak mengirimkan delegasi dalam…

11 jam ago

Lima Tahun Menunggu, Marga Ateta Tahan Kunci Kendaraan Genting Oil

BINTUNI, TOMEI.ID | Persoalan pembayaran hak wilayah adat kembali menjadi perhatian di Kampung Forada, Distrik…

12 jam ago

Dinas Pendidikan Papua Tengah Perkuat Tenaga MAPEGA, Atasi Kekurangan Guru di Wilayah 3T

NABIRE, TOMEI.ID | Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah memperkuat kapasitas tenaga MAPEGA Guru…

12 jam ago

Kepala Suku Besar Kamoro Siap Turun ke Kapiraya, Rangkul Mee dan Kamoro Selesaikan Batas Adat

NABIRE, TOMEI.ID | Kepala Suku Besar Kamoro, Yohanis Boyau, menyatakan siap turun langsung ke Kapiraya…

12 jam ago

Gubernur Meki Nawipa: Atlet Pelajar Disabilitas Jangan Minder, Tunjukkan Kemampuan di PEPARDA

NABIRE, TOMEI.ID | Dalam pembukaan PEPARDA perdana, Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa menegaskan pentingnya keberanian,…

12 jam ago

Hari Kedua Penguatan Kapasitas MAPEGA Nabire, Nurhaidah Soroti Kekurangan Guru di Daerah 3T

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah, memperkuat kapasitas tenaga MAPEGA guru daerah tertinggal,…

14 jam ago