MANOKWARI, TOMEI.ID | Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari menargetkan cakupan Outbreak Response Immunization (ORI) Campak dan Campak Rubella mencapai 95 persen sebagai bagian dari upaya memutus rantai penularan di tengah status Kejadian Luar Biasa (KLB).
Target tersebut diperkuat melalui sosialisasi kepada pemerintah distrik, kepala kampung, kader kesehatan dan tenaga pendidik PAUD di Distrik Tanah Rubuh, Kamis (1/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Puskesmas Tanah Rubuh itu menjadi tahapan persiapan sebelum ORI dilaksanakan pada 5–17 Oktober 2026. Sasaran imunisasi adalah anak usia 9 bulan hingga sebelum 5 tahun.
Sosialisasi difokuskan pada pengenalan Campak dan Rubella, perkembangan situasi Campak di Kabupaten Manokwari, serta langkah penanggulangan KLB. Peserta juga dibekali informasi mengenai sasaran, jadwal dan pentingnya pelaksanaan imunisasi secara menyeluruh.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, Marthen L. Rantetampang, menjadi narasumber utama dalam kegiatan tersebut.
Ia memaparkan pentingnya respons cepat terhadap kasus Campak dan Rubella, termasuk penguatan surveilans serta pelaksanaan ORI untuk mencegah penularan semakin meluas.
Pemerintah distrik, kepala kampung, kader kesehatan dan guru PAUD didorong ikut memastikan anak yang masuk kelompok sasaran memperoleh imunisasi. Mereka juga diminta segera melaporkan apabila menemukan anak dengan gejala yang mengarah pada Campak atau Rubella.
Keterlibatan unsur masyarakat menjadi penting karena penanggulangan KLB tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan. Pendataan sasaran, penyebaran informasi dan deteksi dini di tingkat kampung menjadi bagian penting untuk mempercepat respons terhadap potensi kasus.
Kegiatan dibuka Sekretaris Distrik Tanah Rubuh, Salmon Sayori, dan dihadiri Kepala Puskesmas Tanah Rubuh Mikael K. Osok, bersama staf.
Turut hadir perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan staf bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, serta jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, termasuk Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi dan Penanggung Jawab Surveilans Kabupaten Manokwari.
Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari menargetkan cakupan ORI sebesar 95 persen agar perlindungan terhadap kelompok anak sasaran dapat diperluas dan upaya memutus rantai penularan Campak serta Rubella dapat berjalan lebih efektif.
Pelaksanaan ORI pada 5–17 Oktober 2026 kini menjadi tahapan penting dalam respons KLB di Manokwari. Keberhasilannya sangat bergantung pada ketepatan pendataan, keterjangkauan sasaran dan keterlibatan masyarakat dalam membawa anak untuk mendapatkan imunisasi. [*].
JAKARTA, TOMEI.ID | Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua…
DOGIYAI, TOMEI.ID | Memasuki usia ke-54 tahun, Pemuda Kelompok Sinar Bintang Daud meneguhkan komitmen untuk…
NABIRE, TOMEI.ID | Ketua DPRK Nabire, Nanci Karolin Worabay, menegaskan dirinya bukan pihak yang meminta…
JAYAPURA, TOMEI.ID | Solidaritas Merauke mendesak pemerintah menghentikan pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) pangan dan…
NABIRE, TOMEI.ID | Seorang wartawan Mitrapol.com, Stefatunus Tawas, diminta meninggalkan ruang Rapat Dengar Pendapat (RDP)…
JAYAPURA, TOMEI.ID | Lembaga Bantuan Hukum Papua (LBH Papua) melaporkan dugaan penganiayaan terhadap Ketua Majelis…