Berita

“Stop Dukung Luar!” Meki Lempar Sinyal Keras, Freeport Diminta Backing Tim Papua Tengah

MIMIKA, TOMEI.ID | Lapangan belum benar-benar dingin, tapi tensi sudah naik lagi. Bukan dari duel antar pemain, melainkan dari panggung penutupan Liga 4. Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, melempar “tendangan keras” ke arah PT Freeport Indonesia (PTFI): saatnya berhenti memberi umpan ke luar, dan mulai memperkuat tim-tim Papua Tengah.

Pernyataan itu dilepas di Stadion Wania Imipi, Selasa (17/3/2026), tepat setelah atmosfer final yang panas. Momentum tidak disia-siakan, pesan langsung diarahkan ke jantung persoalan: dukungan finansial sepak bola.

baca juga: Persipani Tak Terbendung, Persipuncak Dipukul KO 2-0 di Final Liga 4, Gubernur Meki Apresiasi Panpel

Dalam “analisa pascalaga”-nya, ditegaskan bahwa sepak bola bukan sekadar adu fisik 90 menit. Di balik layar, ada stamina finansial yang menentukan apakah tim bisa naik kasta atau hanya jadi penggembira. Tanpa dukungan kuat, mimpi ke Liga 3, Liga 2, hingga Liga 1 hanya akan jadi wacana.

Arah permainan kemudian diubah. Sorotan tajam mengarah pada distribusi sponsor yang selama ini dinilai lebih banyak mengalir ke klub di luar Papua Tengah. Kalimat “cukup sudah” menjadi garis batas, pertanda strategi lama dianggap selesai.

Identitas baru ingin ditegakkan. Papua Tengah tidak lagi ingin sekadar penonton dalam peta besar sepak bola Papua. Tim-tim lokal didorong menjadi tuan rumah di rumah sendiri, dengan dukungan nyata dari pihak yang beroperasi di wilayah tersebut.

Momen paling “panas” muncul saat logo PTFI di jersey klub luar Papua Tengah disinggung. Kegelisahan itu dibuka terang: bagaimana mungkin perusahaan yang beroperasi di wilayah ini, tetapi dukungan utamanya justru terlihat di luar?

Pesan yang dilempar jelas: bola harus kembali ke kaki sendiri. Freeport diminta mengarahkan dukungan ke klub Papua Tengah sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus investasi masa depan sepak bola daerah.

Nada yang dibangun bukan sekadar kritik, tapi juga ajakan membangun. Papua Tengah ingin naik level, bukan sekadar ikut kompetisi, tetapi menjadi kekuatan baru yang diperhitungkan di level nasional.

Sampai saat ini, belum ada kepastian terkait arah kerja sama sponsor PTFI ke depan. Namun data yang beredar menunjukkan dukungan masih mengalir ke PSBS Biak yang berlaga di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Sinyal dari Gubernur ini bisa jadi titik balik. Jika direspons serius, peta kekuatan sepak bola Papua berpotensi berubah dan Papua Tengah siap masuk gelanggang, bukan lagi sebagai pelengkap, tapi sebagai penantang. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

SK Mendagri Sudah Terbit, Wamendagri Desak 11 Anggota DPRP Papua Pegunungan Segera Dilantik

JAKARTA, TOMEI.ID | Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua…

7 jam ago

HUT ke-54 Pemuda Sinar Bintang Daud, Teguhkan Iman dan Regenerasi Menuju 100 Tahun

DOGIYAI, TOMEI.ID | Memasuki usia ke-54 tahun, Pemuda Kelompok Sinar Bintang Daud meneguhkan komitmen untuk…

7 jam ago

Klarifikasi, Nanci Tegaskan Tak Usir Wartawan dari RDP: Forum Disebut Bersifat Terbatas

NABIRE, TOMEI.ID | Ketua DPRK Nabire, Nanci Karolin Worabay, menegaskan dirinya bukan pihak yang meminta…

7 jam ago

Solidaritas Merauke Desak PSN Papua Selatan Dihentikan Usai Pemerintah Janji Setop Deforestasi

JAYAPURA, TOMEI.ID | Solidaritas Merauke mendesak pemerintah menghentikan pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) pangan dan…

12 jam ago

Diundang Meliput, Wartawan Malah Diusir dari RDP oleh DPRK Nabire, Ada Apa?

NABIRE, TOMEI.ID | Seorang wartawan Mitrapol.com, Stefatunus Tawas, diminta meninggalkan ruang Rapat Dengar Pendapat (RDP)…

13 jam ago

LBH Papua Laporkan Dugaan Penganiayaan Ketua MPM Uncen oleh Anggota Polresta Jayapura ke Polda Papua

JAYAPURA, TOMEI.ID | Lembaga Bantuan Hukum Papua (LBH Papua) melaporkan dugaan penganiayaan terhadap Ketua Majelis…

14 jam ago