Berita

Tolak Pasien Gawat Darurat karena Administrasi, drg. Aloysius Giyai: Itu Pelanggaran HAM Berat!

JAYAPURA, TOMEI.ID | Menolak pasien dalam kondisi gawat darurat dengan alasan administrasi merupakan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat. Pernyataan tegas ini disampaikan oleh mantan Kepala Dinas Kesehatan Papua yang kini menjabat Direktur RS Dian Harapan, Drg. Aloysius Giyai, M.Kes.

Hal itu disampaikan Aloysius Giyai saat menjadi narasumber dalam Seminar Nasional BEM Universitas Cenderawasih (Uncen) di Auditorium Uncen, Abepura, Kota Jayapura, Kamis (11/12/2025). Dirinya menekankan pentingnya pelayanan kesehatan yang berkeadilan dan humanis di Papua.

Menanggapi pertanyaan mahasiswa terkait meningkatnya angka kematian Orang Asli Papua (OAP) dan stigma negatif terhadap tenaga kesehatan, Giyai meluruskan bahwa banyak kasus kematian terjadi pada pasien non-emergensi.

“Itu pasien yang tidak gawat, bukan emergensi. Kalau datang dari rumah atau dirujuk puskesmas, wajib ditanya identitasnya. Tapi di IGD tidak boleh tanya uang atau administrasi terlebih dahulu. Menolak pasien gawat darurat karena administrasi adalah pelanggaran HAM,” tegas Giyai.

Meskipun demikian, ia meminta masyarakat tidak menggeneralisasi stigma buruk kepada tenaga kesehatan. Dirinya juga meminta mahasiswa sebagai kontrol sosial untuk aktif mengawasi pelayanan publik, namun tetap sesuai prosedur.

Dalam sesi wawancara terpisah, Giyai kembali menegaskan kewajiban hukum dalam pelayanan emergensi.

“Semua rumah sakit wajib melayani pasien gawat darurat terlebih dahulu. Administrasi dibicarakan setelah pasien ditangani,” ujarnya.

Giyai menyampaikan pihaknya tengah berupaya menetapkan tiga kebijakan fundamental untuk memperbaiki sistem kesehatan di Papua.

Pertama, terkait pembiayaan, Giyai menekankan agar BPJS harus berjalan dengan skema real cost atau biaya riil, bukan sistem paket yang dinilai membuat pelayanan tidak tuntas dan memboroskan uang negara. Ia juga mengusulkan agar pemerintah daerah menyiapkan Perda komplementer dengan dana Otsus dan APBD untuk menutup kekurangan biaya layanan bagi Orang Asli Papua (OAP).

Kedua, mengenai sistem layanan, ia mendorong perbaikan sistem rujukan yang kerap bermasalah. Dirinya memperjuangkan konsep “rumah sakit tanpa reko” agar kompetensi dan fungsi rujukan setiap fasilitas kesehatan menjadi jelas.

Ketiga, terkait sumber daya manusia, Giyai menyoroti mahalnya pendidikan tenaga kesehatan. Oleh karena itu, ia menekankan agar negara mengambil peran untuk membiayai penempatan dokter spesialis dan tenaga kesehatan tertentu, khususnya di wilayah pelosok Papua.

Giyai menyesalkan hilangnya lembaga pengaduan masyarakat seperti KPS (Kartu Papua Sehat), YAMKESPA, dan UP2KP yang dulu berjalan luar biasa sebagai pengawas pelayanan kesehatan rakyat.

Menolak alasan bahwa dana tidak cukup, Giyai menegaskan: “Dana itu relatif. Kalau perencanaan salah, dana berapa pun tidak cukup. Kesehatan dan pendidikan harus nomor satu.”

Giyai menutup dengan menekankan pentingnya prioritas penggunaan dana daerah untuk kesehatan gratis bagi OAP, dana komplementer pengganti KPS, serta afirmasi pendidikan dan beasiswa OAP. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Solidaritas Merauke Desak PSN Papua Selatan Dihentikan Usai Pemerintah Janji Setop Deforestasi

JAYAPURA, TOMEI.ID | Solidaritas Merauke mendesak pemerintah menghentikan pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) pangan dan…

3 jam ago

Diundang Meliput, Wartawan Malah Diusir dari RDP oleh DPRK Nabire, Ada Apa?

NABIRE, TOMEI.ID | Seorang wartawan Mitrapol.com, Stefatunus Tawas, diminta meninggalkan ruang Rapat Dengar Pendapat (RDP)…

4 jam ago

LBH Papua Laporkan Dugaan Penganiayaan Ketua MPM Uncen oleh Anggota Polresta Jayapura ke Polda Papua

JAYAPURA, TOMEI.ID | Lembaga Bantuan Hukum Papua (LBH Papua) melaporkan dugaan penganiayaan terhadap Ketua Majelis…

5 jam ago

459 Kasus Tercatat, Polda Papua Tengah akan Gelar Operasi Pekat Noken 2026

NABIRE, TOMEI.ID | Polda Papua Tengah akan menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Noken 2026 selama…

7 jam ago

TPNPB Ancam Karyawan Freeport yang Ikut Latsarmil Komcad di Rindam Cenderawasih

NABIRE, TOMEI.ID | Manajemen Markas Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (KOMNAS TPNPB)…

8 jam ago

Dies Natalis ke-12 Asrama Yahukimo Jayapura Soroti Perhatian Pemkab

JAYAPURA, TOMEI.ID | Asrama Mahasiswa Putra Yahukimo di Jayapura memperingati Dies Natalis ke-12 dengan mengangkat…

8 jam ago