Berita

TPNPB Klaim Penembakan Dua Kapal di Perbatasan Yahukimo–Asmat

JAYAPURA, TOMEI.ID | Kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) menyatakan bertanggung jawab atas penembakan terhadap dua unit kapal di wilayah perbatasan Yahukimo–Asmat pada Minggu (3/5/2026).

Klaim tersebut disampaikan melalui siaran pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB tertanggal Senin (4/5/2026) malam.

Juru Bicara TPNPB, Sebby Sambom, menyebut informasi tersebut bersumber dari laporan Komandan Operasi TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Mayor Kopitua Heluka, yang dilaporkan dari markas operasi. Pernyataan ini merupakan klaim sepihak dan belum terverifikasi secara independen.

“TPNPB Kodap XVI Yahukimo bertanggung jawab atas penembakan tersebut,” ujar Sebby Sambom dalam siaran pers resmi yang diterima media, Selasa pagi, (5/2/2026).

Dalam laporan yang sama, Mayor Kopitua Heluka, sebagaimana dikutip dalam pernyataan jubir, menyebut operasi dilakukan oleh pasukan Kodap XVI Yahukimo di wilayah yang mereka kategorikan sebagai zona konflik bersenjata. Klaim tersebut juga menyebut keterlibatan unsur pasukan di bawah komando lapangan tertentu.

TPNPB melalui pernyataan resminya turut menyampaikan sejumlah sikap resmi terkait situasi keamanan di wilayah Yahukimo. Namun, redaksi tidak menyiarkan secara rinci bagian pernyataan yang memuat ancaman atau ajakan kekerasan demi menjaga prinsip kehati-hatian dalam pemberitaan.

Selain itu, dalam siaran pers yang sama, TPNPB juga menyampaikan sikap politik terkait konflik di Papua serta menegaskan kesiapan bertanggung jawab atas tindakan yang mereka klaim lakukan.

Siaran pers resmi tersebut ditandatangani oleh Sebby Sambom, Jubir TPNPB OPM, serta penanggung jawab nasional KOMNAS TPNPB-OPM: Jenderal Goliath Tabuni (Panglima Tinggi), Letjen Melkisedek Awom (Wakil Panglima), Mayor Jenderal Terianus Satto (Kepala Staf Umum), dan Mayor Jenderal Lekagak Telenggen (Komandan Operasi Umum).

Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak TNI maupun Polri terkait klaim penembakan tersebut maupun kondisi di lokasi kejadian. Upaya konfirmasi kepada aparat keamanan masih dilakukan untuk memperoleh informasi pembanding.

Perkembangan situasi keamanan di wilayah Papua Pegunungan, khususnya Yahukimo dan sekitarnya, menjadi perhatian karena berpotensi berdampak terhadap keselamatan warga sipil dan aktivitas pelayanan publik. Masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi dari otoritas berwenang. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Papua Tengah Masuk Usulan Tuan Rumah Pra-PON Tinju 2027, PERTINA Siapkan Kejurda

NABIRE, TOMEI.ID | Papua Tengah masuk dalam usulan tuan rumah Pra-Pekan Olahraga Nasional (Pra-PON) cabang…

1 jam ago

Ketua KADIN Dogiyai Sosialisasikan Pengembangan Kopi di Sembilan Kampung

DOGIYAI, TOMEI.ID | Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Dogiyai, Amatus Anouw, mendorong masyarakat…

2 jam ago

Colour Run Papua Tengah Kampanyekan Deteksi Dini TBC dan Lawan Stigma

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap tuberkulosis (TBC)…

2 jam ago

Papua Tengah Siapkan Dokter Spesialis, FK Unhas Akan Dilibatkan dalam Tes Baseline

MAKASSAR, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menyiapkan program Pra-Pendidikan Dokter Spesialis (Pra-PPDS) bagi dokter…

3 jam ago

Pemprov Papua Tengah Dorong BAMAGNAS Perkuat Pembinaan Umat dan Ekonomi Jemaat

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah mendorong Badan Musyawarah Antar Gereja Nasional (BAMAGNAS)…

13 jam ago

BERITA FOTO: Sosialisasi Taman Nasional Mamberamo Foja

NABIRE, TOMEI.ID | Mewakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Papua Tengah,…

13 jam ago