Berita

TPNPB Klaim Serang Aparat di Bandara Sugapa, Larang Warga Gunakan Penerbangan Sipil

NABIRE, TOMEI.ID | Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap VIII Intan Jaya mengklaim telah melakukan penyerangan bersenjata terhadap aparat TNI–Polri di Bandara Sokopaki, Kota Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, pada Sabtu (31/1/2026) sekitar pukul 09.15 WIT.

Klaim tersebut disampaikan melalui siaran pers Manajemen Markas Pusat Komando Nasional (KOMNAS) TPNPB yang beredar di sejumlah grup komunikasi WhatsApp dan kemudian tersebar di media sosial. Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat konfirmasi resmi dari pihak TNI, Polri, maupun otoritas keamanan terkait mengenai kebenaran peristiwa tersebut.

Dalam pernyataan tertulis itu, TPNPB menyebutkan bahwa penyerangan diklaim dipimpin langsung oleh pimpinan Kodap VIII Intan Jaya bersama pasukan mereka di wilayah Sugapa. Namun, tidak dijelaskan secara rinci mengenai kondisi lapangan, dampak serangan, maupun kemungkinan adanya korban.

Selain klaim penyerangan, TPNPB juga menyatakan akan terus melakukan aksi bersenjata apabila aparat keamanan Indonesia tetap terlibat dalam aktivitas penerbangan di wilayah Intan Jaya. Kelompok tersebut sekaligus mengeluarkan larangan kepada warga sipil untuk tidak menggunakan layanan penerbangan komersial yang masuk atau keluar dari wilayah yang mereka sebut sebagai “zona perang”.

Dalam rilis yang sama, TPNPB mengajukan sejumlah tuntutan, antara lain penarikan aparat keamanan dari kawasan pemukiman warga di seluruh wilayah Intan Jaya. Mereka menuding keberadaan pos militer di lingkungan sipil telah berdampak pada fasilitas umum, termasuk klaim kerusakan Gereja Katolik Santo Bernadus akibat aktivitas logistik militer.

TPNPB juga menyampaikan ancaman langsung kepada Bupati Intan Jaya Aner Maiseni dengan menuntut penghentian seluruh aktivitas pemerintahan daerah serta pemindahan pusat administrasi ke Kabupaten Paniai atau ke Jakarta. Kelompok tersebut mengklaim akan melanjutkan aksi bersenjata jika tuntutan itu tidak dipenuhi.

Tekanan politik turut diarahkan kepada Presiden Prabowo Subianto. Dalam pernyataan tersebut, TPNPB mendesak pemerintah pusat untuk mengembalikan fungsi sektor-sektor sipil yang mereka nilai saat ini berada di bawah dominasi aparat keamanan di Tanah Papua. Mereka juga mengaitkan isu Papua dengan kebijakan luar negeri Indonesia dalam konteks konflik global.

Perlu ditegaskan bahwa seluruh informasi di atas merupakan klaim sepihak dari TPNPB. Hingga saat ini, belum ada verifikasi independen maupun pernyataan resmi dari TNI, Polri, pemerintah daerah Intan Jaya, atau pemerintah pusat terkait klaim penyerangan, larangan penerbangan sipil, maupun dugaan kerusakan fasilitas umum yang disampaikan kelompok tersebut.

Siaran pers itu ditandatangani oleh jajaran pimpinan Komando Nasional TPNPB-OPM, yakni Panglima Tinggi Jenderal Goliath Tabuni, Wakil Panglima Letjen Melkisedek Awom, Kepala Staf Umum Mayjen Terianus Satto, serta Komandan Operasi Umum Mayjen Lekagak Telenggen. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

SK Mendagri Sudah Terbit, Wamendagri Desak 11 Anggota DPRP Papua Pegunungan Segera Dilantik

JAKARTA, TOMEI.ID | Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua…

24 jam ago

HUT ke-54 Pemuda Sinar Bintang Daud, Teguhkan Iman dan Regenerasi Menuju 100 Tahun

DOGIYAI, TOMEI.ID | Memasuki usia ke-54 tahun, Pemuda Kelompok Sinar Bintang Daud meneguhkan komitmen untuk…

1 hari ago

Klarifikasi, Nanci Tegaskan Tak Usir Wartawan dari RDP: Forum Disebut Bersifat Terbatas

NABIRE, TOMEI.ID | Ketua DPRK Nabire, Nanci Karolin Worabay, menegaskan dirinya bukan pihak yang meminta…

1 hari ago

Solidaritas Merauke Desak PSN Papua Selatan Dihentikan Usai Pemerintah Janji Setop Deforestasi

JAYAPURA, TOMEI.ID | Solidaritas Merauke mendesak pemerintah menghentikan pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) pangan dan…

1 hari ago

Diundang Meliput, Wartawan Malah Diusir dari RDP oleh DPRK Nabire, Ada Apa?

NABIRE, TOMEI.ID | Seorang wartawan Mitrapol.com, Stefatunus Tawas, diminta meninggalkan ruang Rapat Dengar Pendapat (RDP)…

1 hari ago

LBH Papua Laporkan Dugaan Penganiayaan Ketua MPM Uncen oleh Anggota Polresta Jayapura ke Polda Papua

JAYAPURA, TOMEI.ID | Lembaga Bantuan Hukum Papua (LBH Papua) melaporkan dugaan penganiayaan terhadap Ketua Majelis…

1 hari ago