Berita

TPNPB Serukan Penghentian Investasi Asing di Papua

NABIRE, TOMEI.ID | Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), sayap militer dari Organisasi Papua Merdeka, kembali mengeluarkan seruan politik kepada komunitas internasional dengan meminta investor asing menghentikan kerja sama ekonomi dengan Pemerintah Indonesia di Tanah Papua.

Seruan tersebut tertuang dalam Siaran Pers ke-III Manajemen Markas Pusat KOMNAS tertanggal 22 Februari 2026. Dalam dokumen itu, TPNPB menilai investasi yang berjalan tanpa persetujuan penuh masyarakat adat Papua tidak memiliki legitimasi moral.

Manajemen Markas Pusat KOMNAS menyebut wilayah Papua, dari Sorong hingga Merauke, sebagai tanah dengan hak historis dan kultural milik Orang Asli Papua. Mereka menegaskan bahwa aktivitas investasi dinilai memperkuat struktur yang dianggap tidak merepresentasikan kehendak politik rakyat Papua.

Seruan itu secara khusus diarahkan kepada negara-negara seperti Amerika Serikat dan Inggris yang dinilai memiliki keterlibatan investasi di Papua. TPNPB juga kembali menyinggung Perjanjian New York tahun 1962, yang menurut mereka tidak mencerminkan hak menentukan nasib sendiri bagi rakyat Papua.

Selain isu investasi, TPNPB mengangkat narasi krisis kemanusiaan akibat konflik bersenjata dan operasi keamanan di sejumlah wilayah Papua. Dalam pernyataannya, kelompok tersebut mengklaim lebih dari 100 ribu warga sipil terdampak pengungsian serta terjadi penggusuran tanah dan hutan adat.

Namun demikian, angka dan klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen oleh media maupun lembaga kemanusiaan. Sikap itu menegaskan konsolidasi posisi politik kelompok tersebut dalam isu investasi dan konflik bersenjata di Papua.

TPNPB juga menyerukan agar negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa memberikan perhatian terhadap situasi Papua serta membuka akses pemantauan internasional terhadap kondisi warga sipil.

Seruan penghentian investasi ini menempatkan isu Papua tidak hanya dalam ranah keamanan, tetapi juga dalam konteks ekonomi-politik global. Pemerintah Indonesia selama ini menempatkan investasi dan pembangunan infrastruktur sebagai bagian dari strategi percepatan pembangunan di Papua.

Dinamika Papua hingga kini tetap menjadi persoalan kompleks yang memuat dimensi sejarah, politik, ekonomi, dan kemanusiaan, dengan perbedaan narasi antara pendekatan keamanan negara dan tuntutan hak politik kelompok separatis yang masih menjadi titik krusial dalam upaya penyelesaian konflik.

Siaran pers resmi tersebut ditandatangani oleh Sebby Sambom, Jubir TPNPB OPM, serta penanggung jawab nasional KOMNAS TPNPB-OPM: Jenderal Goliath Tabuni (Panglima Tinggi), Letjen Melkisedek Awom (Wakil Panglima), Mayor Jenderal Terianus Satto (Kepala Staf Umum), dan Mayor Jenderal Lekagak Telenggen (Komandan Operasi Umum).

Dengan demikian, informasi tersebut disampaikan secara independen dari Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB. Tim redaksi Tomei.id akan terus memperbarui perkembangan situasi secara berkala, faktual, akurat, berimbang, terpercaya, serta bertanggung jawab kepada publik luas. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

SK Mendagri Sudah Terbit, Wamendagri Desak 11 Anggota DPRP Papua Pegunungan Segera Dilantik

JAKARTA, TOMEI.ID | Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua…

3 jam ago

HUT ke-54 Pemuda Sinar Bintang Daud, Teguhkan Iman dan Regenerasi Menuju 100 Tahun

DOGIYAI, TOMEI.ID | Memasuki usia ke-54 tahun, Pemuda Kelompok Sinar Bintang Daud meneguhkan komitmen untuk…

3 jam ago

Klarifikasi, Nanci Tegaskan Tak Usir Wartawan dari RDP: Forum Disebut Bersifat Terbatas

NABIRE, TOMEI.ID | Ketua DPRK Nabire, Nanci Karolin Worabay, menegaskan dirinya bukan pihak yang meminta…

4 jam ago

Solidaritas Merauke Desak PSN Papua Selatan Dihentikan Usai Pemerintah Janji Setop Deforestasi

JAYAPURA, TOMEI.ID | Solidaritas Merauke mendesak pemerintah menghentikan pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) pangan dan…

9 jam ago

Diundang Meliput, Wartawan Malah Diusir dari RDP oleh DPRK Nabire, Ada Apa?

NABIRE, TOMEI.ID | Seorang wartawan Mitrapol.com, Stefatunus Tawas, diminta meninggalkan ruang Rapat Dengar Pendapat (RDP)…

10 jam ago

LBH Papua Laporkan Dugaan Penganiayaan Ketua MPM Uncen oleh Anggota Polresta Jayapura ke Polda Papua

JAYAPURA, TOMEI.ID | Lembaga Bantuan Hukum Papua (LBH Papua) melaporkan dugaan penganiayaan terhadap Ketua Majelis…

11 jam ago