Wabup Jayapura Tegaskan Isu “Dilarang Masuk” Stadion Tidak Benar, Murni Miskomunikasi Panpel

oleh -1123 Dilihat

JAYAPURA, TOMEI.ID | Wakil Bupati Jayapura, Hariz Ricard S. Yocku, menegaskan bahwa isu yang beredar di media sosial terkait dirinya disebut “dilarang masuk” Stadion Lukas Enembe saat laga Persipura Jayapura kontra PSIS Semarang tidak benar. Ia memastikan peristiwa tersebut murni terjadi akibat miskomunikasi teknis di lapangan.

Klarifikasi tersebut disampaikan Yocku dalam keterangan resmi kepada wartawan di Jayapura, Selasa (21/4/2026), sebagai respons atas informasi yang berkembang luas di ruang publik dan menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat.

banner 728x90

Menurutnya, tidak pernah terjadi penghadangan sebagaimana yang diberitakan. Petugas di pintu stadion tetap menjalankan prosedur standar secara profesional sesuai ketentuan yang berlaku, yakni satu tiket hanya berlaku untuk satu orang tanpa pengecualian.

Yocku menjelaskan bahwa dirinya tiba di stadion pada babak kedua, sekitar menit ke-68 pertandingan, dengan mengenakan pakaian non-dinas. Ia datang bersama dua anaknya dan beberapa ajudan, serta telah mengantongi tiket resmi, termasuk dua tiket untuk area reel box.

“Saya datang bukan untuk menonton pertandingan, tetapi karena ada dokumen penting yang harus segera ditandatangani oleh Bupati terkait kepentingan administrasi pemerintahan daerah yang mendesak segera,” ujarnya.

Dalam situasi tersebut, ia memilih memberikan tiket miliknya kepada anaknya, sementara dirinya berupaya mencari akses lain guna menyelesaikan keperluan kedinasan yang bersifat mendesak, penting, dan tidak dapat ditunda dalam waktu dekat.

“Saya menghormati tugas Panpel. Tidak ada keributan, tidak ada persoalan. Semua berjalan sesuai aturan yang berlaku secara tertib, profesional, transparan, dan penuh tanggung jawab,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa sebagai pimpinan daerah, dirinya bersama Bupati Jayapura selalu menjunjung tinggi aturan yang berlaku, termasuk dalam hal pembelian tiket pertandingan, tanpa memanfaatkan fasilitas khusus di luar ketentuan resmi.

“Kami justru sering membeli tiket untuk dibagikan kepada masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap Persipura Jayapura,” tambahnya.

Sementara itu, pihak panitia pelaksana (Panpel) pertandingan Persipura Jayapura turut menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Mereka menjelaskan bahwa insiden tersebut disebabkan oleh kurangnya koordinasi internal, khususnya dalam penyampaian informasi kepada petugas di pintu masuk stadion.

“Kami tidak mengharapkan kejadian tersebut. Ini murni miskomunikasi di lapangan, dan ke depan akan kami evaluasi secara menyeluruh guna meningkatkan koordinasi, komunikasi, dan pelayanan kepada publik,” ujar perwakilan Panpel.

Kedua belah pihak memastikan bahwa persoalan tersebut telah diselesaikan secara baik dan profesional, tanpa menyisakan konflik, serta menjaga hubungan kelembagaan tetap harmonis dan kondusif ke depan.

Wakil Bupati Jayapura juga mengimbau masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh spekulasi yang tidak terverifikasi di media sosial, serta tetap menjaga situasi yang kondusif menjelang agenda pertandingan berikutnya, demi menjaga stabilitas keamanan daerah serta ketertiban masyarakat luas.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus memberikan dukungan penuh kepada Persipura Jayapura dengan semangat persatuan dan sportivitas, demi kebangkitan kebanggaan Papua di kancah sepak bola nasional.

“Mari kita datang pada 2 Mei, penuhi Stadion Lukas Enembe, dan tunjukkan bahwa kita semua adalah Persipura Mania dengan semangat persatuan, kebersamaan, dan dukungan penuh tanpa henti,” ujarnya. [*].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.