TPNPB Akui Pembakaran Fasilitas Warga, Sebut Bangunan Kerap Digunakan Aparat

oleh -1138 Dilihat

BOVEN DIGOEL, TOMEI.ID | Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengakui bertanggung jawab atas pembakaran sejumlah rumah warga, bangunan sekolah, dan fasilitas kesehatan di Distrik Manggelum, Kabupaten Boven Digoel, Papua.

Pengakuan tersebut disampaikan melalui siaran pers yang diterima media pada Jumat (5/6/2026). Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, menyebut aksi itu dilakukan oleh pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo dari Batalyon Yamue yang dipimpin Mayor Dejang Heluka.

banner 728x90

Menurut TPNPB, pembakaran dilakukan karena dinilai bangunan-bangunan sipil tersebut kerap digunakan atau didatangi aparat keamanan Indonesia selama operasi yang berlangsung di wilayah tersebut sejak Mei hingga Juni 2026.

Dalam pernyataannya, TPNPB juga mengklaim bertanggung jawab atas sejumlah aksi bersenjata di wilayah perbatasan Yahukimo dan Boven Digoel. Kelompok tersebut menyebut Distrik Manggelum sebagai bagian dari wilayah operasi mereka.

TPNPB turut meminta pemerintah Indonesia menghentikan operasi keamanan di wilayah tersebut. Selain itu, kelompok tersebut juga kembali menegaskan tuntutan politiknya terkait pengakuan kemerdekaan Papua.

Siaran pers itu ditandatangani sejumlah petinggi TPNPB-OPM, di antaranya Panglima Tinggi Goliath Tabuni, Wakil Panglima Melkisedek Awom, Kepala Staf Umum Terianus Satto, serta Komandan Operasi Umum Lekagak Telenggen.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI, Polri, maupun Pemerintah Kabupaten Boven Digoel terkait klaim yang disampaikan TPNPB. [*].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.