Yance Sayuri (nomor punggung 12), pemain sayap Malut United, berjalan keluar lapangan dengan wajah penuh ketegasan seusai laga menghadapi Persib Bandung dalam lanjutan Liga 1 2024/2025. Dalam laga ini, Malut United tampil solid dan berhasil meraih kemenangan penting. Di balik kemenangan itu, Yance turut menyuarakan perlawanan terhadap rasisme, menunjukkan bahwa perjuangan tidak hanya terjadi di atas lapangan, tetapi juga dalam kehidupan sosial masyarakat Papua.
JAYAPURA, TOMEI.ID | Pemain sayap Malut United, Yance Sayuri, menunjukkan sikap tegas dalam melawan rasisme dengan cara yang berkelas.
Dalam unggahan di akun Facebook pribadinya pada Minggu (4/5/2025), Yance menyuarakan kebanggaannya sebagai putra asli Papua.
“Hitam kulit, keriting rambut, katong Papua. Torang bangga jadi anak timur,” tulis Yance, tak lama setelah Malut United menang atas Persib Bandung dalam lanjutan Liga 1 pada Jumat (2/5/2025). Ungkapan itu muncul di tengah gelombang komentar rasis yang bermunculan di media sosial usai pertandingan.
Pernyataan Yance bukan sekadar ekspresi identitas, melainkan bentuk perlawanan terhadap rasisme yang kerap menimpa masyarakat Papua. Alih-alih membalas dengan kemarahan, Yance justru memilih menyampaikan pesan damai melalui kutipan dari kitab Mazmur 34:14: “Mulut yang kau pakai untuk berdoa itu, adalah mulut yang sama kau pakai untuk menghina orang. Lantas bagaimana doamu bisa terkabul?”
Sikap tersebut mencerminkan kedewasaan dan keimanan sang pemain. Ia mengingatkan pentingnya menjaga lisan dan menjunjung nilai kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Dikenal di lapangan dengan kecepatan dan kerja kerasnya, Yance juga menunjukkan peran atlet sebagai teladan di luar lapangan. Ia menjadi suara yang lantang menyuarakan kebanggaan sebagai orang Papua sekaligus menyerukan perlawanan terhadap diskriminasi dengan cara yang beradab.
Yance Sayuri membuktikan bahwa menjadi pesepakbola profesional tidak hanya soal prestasi di lapangan, tapi juga tentang keteguhan dalam membela nilai, identitas, dan martabat kemanusiaan. [*]
DEIYAI, TOMEI.ID | Kunjungan kerja Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa memasuki hari kedua di Kabupaten…
DEIYAI, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menargetkan sengketa tapal batas Kapiraya yang selama…
DEIYAI, TOMEI.ID | Setelah menuntaskan kunjungan kerja hari pertama di Kabupaten Dogiyai, Gubernur Papua Tengah,…
DOGIYAI, TOMEI.ID | Ucapan terima kasih disampaikan Direktur RSUD Pratama Dogiyai, dr. Maria Clara Giyai,…
DOGIYAI, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, meminta masyarakat Kabupaten Dogiyai menghentikan berbagai tindakan…
DOGIYAI, TOMEI.ID | Ada tempat yang tidak pernah meminta untuk disebut besar dan tidak selalu…