613 CPNS dan PPPK Ikuti Prajabatan dan Orientasi, BKPSDM Paniai Tekankan Integritas dan Pelayanan Publik

oleh -1168 Dilihat

PANIAI, TOMEI.ID | Sebanyak 613 peserta CPNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Paniai mengikuti kegiatan prajabatan dan orientasi untuk mempersiapkan diri menjalankan tugas sebagai aparatur pemerintah yang profesional, disiplin, dan berintegritas.

Peserta tersebut terdiri atas 343 CPNS Formasi 2024 dan 270 peserta orientasi PPPK. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paniai dalam mempersiapkan aparatur yang mampu menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

banner 728x90

Pelaksana Tugas Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Paniai, Stepanus Yogi, menegaskan bahwa prajabatan bukan sekadar persyaratan administratif, melainkan proses pembentukan karakter dan tanggung jawab aparatur.

“Prajabatan bukan hanya syarat administratif, tetapi proses pembentukan karakter aparatur yang berintegritas, disiplin, dan siap melayani masyarakat,” kata Stepanus Yogi dalam arahannya di halaman Kantor BKPSDM Paniai.

Ia mengingatkan peserta agar mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan disiplin dan penuh tanggung jawab. Menurutnya, kompetensi, sikap, dan etika menjadi bekal penting dalam menjalankan tugas pemerintahan secara profesional.

Selama pelatihan, peserta akan menerima materi tentang wawasan kebangsaan, nilai-nilai ASN, tata kelola pemerintahan, etika pelayanan publik, serta peningkatan kompetensi teknis sesuai bidang masing-masing.

Yogi berharap, kegiatan tersebut dapat membentuk aparatur yang siap bekerja dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kabupaten Paniai.

Menurutnya, prajabatan dan orientasi merupakan tahap awal dalam mempersiapkan aparatur pemerintah yang baik. Tantangan berikutnya adalah bagaimana peserta menerapkan pengetahuan, disiplin, dan integritas dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Masyarakat membutuhkan ASN yang tidak hanya memenuhi persyaratan kepegawaian, tetapi juga mampu bekerja secara profesional, bertanggung jawab, dan memberikan pelayanan yang baik.

Karena itu, keberhasilan pelatihan tidak hanya dilihat dari penyelesaian kegiatan, tetapi juga dari penerapan nilai-nilai yang dipelajari dalam pekerjaan serta kualitas pelayanan yang dirasakan masyarakat.

Pemkab Paniai diharapkan terus mendorong pembinaan aparatur agar disiplin, integritas, dan profesionalisme benar-benar menjadi bagian dari budaya kerja ASN. [*].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.