Berita

Amandus Gabou Desak Kemendagri RI Segera Kaji Tapal Batas DOB Mapia Raya dan Mimika Barat Jauh

DOGIYAI, TOMEI.ID| Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Dogiyai, Papua Tengah mendesak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia agar perlu segera dikaji ulang soal tapal batas DOB Mapia Raya dan Mimika Barat Jauh.

Hal ini disampaikan Ketua Fraksi Gabungan anggota DPRK Dogiyai, Amandus Gabou menanggapi potensi konflik tapal batas dan ketegangan sosial yang belum terselesaikan hingga kini.

Dalam keterangannya kepada tomei.id, Amandus menyoroti persoalan tumpang tindih wilayah kerja antara tiga kabupaten, yakni Dogiyai, Deiyai, dan Mimika, khususnya di wilayah selatan yang kini menjadi lokasi perebutan administratif.

“Wacana dua DOB ini merebut wilayah yang sama. Sampai hari ini, tapal batas antara Kabupaten Dogiyai, Deiyai, dan Mimika belum jelas. Ini sangat berpotensi menimbulkan konflik horizontal antara masyarakat Suku Mee dan Suku Kamoro,” ujar Gabou, Minggu (1/6/2025).

Ia mencontohkan wilayah Sukikai Selatan sebagai titik sensitif. Distrik ini, menurutnya, merupakan bagian dari Kabupaten Dogiyai, namun juga beririsan dengan Distrik Kapiraya yang milik Kabupaten Deiyai, serta Distrik Mimika Barat Jauh dan Mimika Barat Tengah yang berada di bawah administrasi Kabupaten Mimika.

“Distrik Sukikai Selatan beribukota di Unito. Sementara itu, Mimika Barat Jauh beribukota di Potowai Buru, dan Mimika Barat Tengah di Kapiyara. Kondisi ini memicu potensi konflik antarwarga karena tidak ada kejelasan wilayah administratif dan pengakuan batas adat,” jelas Gabou.

Ia menilai, pemekaran wilayah yang terburu-buru tanpa penyelesaian mendasar hanya akan menambah kerumitan di lapangan, terutama bagi masyarakat adat yang mendiami kawasan tersebut. Gabou dengan tegas menyatakan menolak rencana pemekaran tersebut.

“Saya, Amandus Gabou, secara pribadi dan sebagai wakil rakyat menolak pemekaran Mapia Raya dan Mimika Barat Jauh. Karena soal tapal batas saja belum diselesaikan, bagaimana bisa kita bicara tentang pemekaran? Masalah internal saja belum selesai sejak bertahun-tahun lalu,” tegasnya.

Gabou juga mengkritik kebijakan pemekaran yang tidak mempertimbangkan kesiapan sumber daya manusia (SDM), khususnya masyarakat asli Papua di wilayah tersebut. Ia meminta pemerintah pusat, terutama Menteri Dalam Negeri, tidak mengabaikan kenyataan bahwa kapasitas SDM lokal masih sangat terbatas.

“Jangan asal bicara soal DOB. Pemerintah harus melihat bahwa SDM Orang Asli Papua belum siap secara matang. Pemekaran tanpa persiapan hanya akan membuka peluang konflik dan ketimpangan,” pungkas Gabou.

Gabou berharap seluruh proses pemekaran daerah di Tanah Papua dilakukan secara partisipatif, adil, dan dengan mengedepankan penyelesaian konflik batas wilayah terlebih dahulu, demi menjaga kedamaian dan stabilitas antar-suku serta kelestarian hak-hak adat masyarakat lokal. [*]

Redaksi Tomei

Recent Posts

Meki Nawipa Minta OPD Integrasikan Data dan Program untuk Tekan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, meminta seluruh perangkat daerah dan pemerintah delapan…

2 jam ago

KLB Campak Manokwari, Pemkab Siapkan ORI 5–17 Oktober

MANOKWARI, TOMEI.ID | Pemerintah Kabupaten Manokwari memperkuat langkah penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak dengan…

2 jam ago

Pemprov Papua Tengah Rekrut Petugas Lapangan, Percepat Verifikasi Data OAP di Delapan Kabupaten

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah akan merekrut petugas lapangan untuk mempercepat pendataan,…

3 jam ago

Kemendagri Apresiasi Kinerja Paniai Perkuat Akses dan Mutu Pendidikan

PANIAI, TOMEI.ID | Komitmen Pemerintah Kabupaten Paniai memperkuat akses dan kualitas pendidikan mendapat apresiasi dari…

3 jam ago

Deinas Geley Terima Penghargaan Terbaik I Program 3 Juta Rumah untuk Papua Tengah

NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, menerima penghargaan Terbaik I Pemerintah Daerah…

3 jam ago

LBH GIDI Resmi Diluncurkan, Perkuat Akses Bantuan Hukum bagi Masyarakat Rentan

JAYAPURA, TOMEI.ID | Gereja Injili di Indonesia (GIDI) resmi meluncurkan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) GIDI…

3 jam ago