MANOKWARI, TOMEI.ID | Ancaman globalisasi terhadap kelestarian identitas budaya masyarakat adat menjadi perhatian dalam diskusi bertema “Ancaman Global terhadap Masyarakat Lokal” dengan subtema “Pengaruh Budaya Global terhadap Identitas Budaya Lokal Suku Yali” yang digelar di Asrama Mahasiswa Yalimo, Amban, Manokwari, Papua Barat, Minggu (28/6/2026).
Diskusi yang diikuti ratusan peserta itu menyoroti meningkatnya pengaruh budaya global terhadap kehidupan masyarakat Suku Yali, mulai dari pergeseran nilai adat, penggunaan bahasa daerah, hingga keberlangsungan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.
Tiga narasumber, Horry Mabel, Ronny, dan Beni Itlay, memaparkan tantangan yang dihadapi masyarakat adat di tengah derasnya arus globalisasi, perkembangan teknologi, dan modernisasi yang dinilai berpotensi menggerus identitas budaya lokal apabila tidak diimbangi dengan upaya pelestarian.
Horry Mabel menekankan pentingnya mempertahankan identitas budaya sebagai fondasi jati diri masyarakat adat. Ronny mengulas dampak perubahan sosial dan pembangunan terhadap budaya daerah.
Sementara Beni Itlay menegaskan peran strategis generasi muda Suku Yali dalam menjaga, mewarisi, dan melestarikan budaya leluhur di tengah perubahan zaman.
Diskusi yang dipandu Sanyal Walianggen berlangsung interaktif dan menjadi ruang bertukar gagasan mengenai langkah-langkah memperkuat ketahanan budaya lokal di tengah tantangan global.
Peserta berharap forum serupa terus dilaksanakan sebagai wadah edukasi dan konsolidasi generasi muda untuk memperkuat kesadaran kolektif dalam menjaga identitas budaya Suku Yali agar tetap lestari di tengah arus perubahan global. [*].










