DOGIYAI, TOMEI.ID | Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Dogiyai mendorong seluruh elemen daerah memperkuat dukungan dan kolaborasi terhadap komitmen Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam mendorong pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ketua APINDO Kabupaten Dogiyai, Melkianus Tebai, mengatakan niat baik pemerintah dalam membangun daerah perlu dijawab dengan dukungan bersama, terutama ketika kebijakan dan program yang dijalankan diarahkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurut Melkianus, pembangunan Dogiyai tidak dapat hanya dibebankan kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Pemerintah Kabupaten Dogiyai, dunia usaha, tokoh masyarakat, pemuda, perempuan, koperasi, pelaku UMKM, serta seluruh komponen masyarakat memiliki peran penting sesuai bidang masing-masing.
“Kita perlu membangun kolaborasi, bukan kecurigaan. Kritik tetap diperlukan, tetapi setiap niat dan program yang baik harus diberi ruang untuk dilaksanakan dan diawasi bersama,” kata Melkianus dalam keterangan tertulis yang diterima tomei.id di Nabire, Selasa (8/9/2026).
Tebai menilai, kunjungan kerja Gubernur Papua Tengah ke Dogiyai menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi pembangunan di berbagai sektor yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dan mendorong percepatan kemajuan daerah.
Sektor tersebut antara lain pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pemberdayaan pemuda, pertanian, perkebunan, koperasi, hingga pengembangan ekonomi masyarakat yang menjadi fondasi penting bagi peningkatan kesejahteraan warga Dogiyai secara berkelanjutan.
Menurutnya, berbagai sektor tersebut membutuhkan keterlibatan pemerintah dan masyarakat secara bersama-sama agar hasil pembangunan dapat dirasakan lebih luas, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat.
Melkianus menegaskan, APINDO Kabupaten Dogiyai mendukung setiap langkah pemerintah yang memiliki tujuan jelas untuk mendorong kemajuan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program pembangunan yang terarah dan berkelanjutan.
Namun, dukungan tersebut harus berjalan seiring dengan pengawasan agar program yang dilaksanakan benar-benar tepat sasaran, transparan, berkelanjutan, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat Dogiyai secara nyata.
“Kalau niat pemerintah adalah membangun dan menghadirkan manfaat bagi rakyat, maka yang harus kita bangun adalah kolaborasi, bukan kecurigaan. Kritik tetap diperlukan, tetapi setiap niat dan program yang baik harus diberi ruang untuk dilaksanakan dan diawasi bersama,” tegasnya.
APINDO Dogiyai juga berharap berbagai komitmen yang muncul dalam kunjungan kerja Gubernur Papua Tengah tidak berhenti pada seremoni. Program pembangunan, kata Melkianus, perlu diterjemahkan ke dalam langkah nyata, tepat sasaran, terukur, dan berkelanjutan.
Menurut dia, dunia usaha memiliki ruang strategis dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya melalui pengembangan aktivitas ekonomi dan pembukaan peluang bagi masyarakat.
Karena itu, sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha perlu terus diperkuat agar pembangunan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian warga.
Dogiyai, lanjut Melkianus, membutuhkan persatuan dan kesamaan arah dalam menjalankan agenda pembangunan. Pemerintah menjalankan program, masyarakat memberikan dukungan sekaligus melakukan pengawasan, sementara dunia usaha mengambil bagian dalam membuka dan memperluas peluang ekonomi.
“Semua pihak harus bergerak sesuai perannya. Tujuan akhirnya tetap satu, yakni menghadirkan pembangunan yang nyata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Dogiyai,” pungkas Melkianus. [*].










