MANOKWARI, TOMEI.ID | Mahasiswa Yalimo di Kota Studi Manokwari memperkuat persatuan dan solidaritas melalui ibadah syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) Asrama Mahasiswa Yalimo dan Pekabaran Injil di Tanggumsili, Papua Barat, Selasa (8/9/2026).
Pembina Asrama Mahasiswa Yalimo, Arnol Halitopo, menegaskan bahwa asrama harus menjadi ruang pembinaan mahasiswa, bukan sekadar tempat tinggal, tetapi juga wadah membangun karakter dan kedisiplinan.
Menurutnya, kehidupan di asrama harus mampu membentuk karakter, memperkuat persaudaraan, serta menumbuhkan sikap saling membantu di antara mahasiswa Yalimo agar tercipta lingkungan yang solid dan bertanggung jawab.
“Asrama bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga tempat kita belajar hidup bersama, membangun karakter, saling membantu, dan menjaga nama baik Yalimo,” ujar Arnol.
Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk terpecah. Persatuan, menurutnya, harus dibangun melalui kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan asrama maupun dalam organisasi mahasiswa.
Ketua KORWIL Kabupaten Yalimo Kota Studi Manokwari, Sadrak Fariyon, menekankan pentingnya menjaga solidaritas dan gotong royong mahasiswa untuk memperkuat persatuan serta menghadapi berbagai tantangan bersama.
Ia menilai kekuatan mahasiswa Yalimo di Kota Studi Manokwari sangat bergantung pada kemampuan untuk menjaga komunikasi dan kebersamaan agar tidak mudah terpecah oleh perbedaan kepentingan.
“Semangat gotong royong jangan hanya muncul ketika ada kegiatan. Kebersamaan harus menjadi bagian dari kehidupan kita setiap hari, baik di asrama maupun dalam organisasi,” kata Sadrak.
Sadrak juga mendorong mahasiswa untuk saling menghargai, menjaga persatuan, dan tidak mudah terpecah oleh perbedaan sikap maupun kepentingan.
Menurutnya, tema “Satu Asrama, Satu Tujuan” harus diwujudkan melalui tindakan nyata, gotong royong, dan tanggung jawab bersama, bukan sekadar menjadi slogan dalam perayaan HUT.
Sementara itu, Ketua Asrama Mahasiswa Yalimo, Mince Halitopo, mengajak seluruh penghuni menjadikan asrama sebagai rumah bersama yang harus dijaga, dirawat, dan dipertanggungjawabkan demi kenyamanan seluruh mahasiswa.
Ia menekankan kebersihan, keamanan, ketertiban, serta tanggung jawab bersama sebagai bagian penting dalam kehidupan penghuni asrama untuk menciptakan lingkungan yang tertib, aman, dan saling menghargai.
Selain peringatan HUT, rangkaian kegiatan juga diisi dengan Pekabaran Injil sebagai momentum untuk memperkuat iman, pelayanan, persaudaraan, dan kepedulian terhadap sesama dalam kehidupan mahasiswa sehari-hari.
Ketua Panitia, Ervin Loho, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung kegiatan tersebut, baik melalui dukungan materi, konsumsi, maupun kontribusi lainnya hingga seluruh rangkaian kegiatan terlaksana.
Menurutnya, pelaksanaan kegiatan tidak terlepas dari kerja sama panitia, mahasiswa, pengurus asrama, organisasi, masyarakat, serta pihak-pihak yang memberikan bantuan.
Setelah ibadah dan penyampaian pesan dari para tokoh, kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan kue ulang tahun, bakar batu, dan makan bersama. Tiga ekor babi disiapkan untuk kegiatan tersebut, terdiri dari dua ekor hasil pembelian dan satu ekor bantuan dari Ketua Asrama Mahasiswa Yalimo.
Kegiatan yang diikuti ratusan peserta tersebut berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Dukungan juga datang dalam bentuk sumbangan uang, kopi, air minum dalam kemasan, serta dukungan dari Kampus Injil dalam rangkaian Pekabaran Injil.
Melalui momentum tersebut, mahasiswa Yalimo kembali diingatkan bahwa persatuan bukan hanya tema perayaan, tetapi tanggung jawab bersama. Kehidupan asrama membutuhkan komunikasi, saling menghargai, disiplin, dan kesediaan untuk menjaga kepentingan bersama.
“Satu Asrama, Satu Tujuan” kemudian menjadi pesan utama kegiatan: mahasiswa Yalimo di Kota Studi Manokwari diharapkan mampu menjaga persaudaraan, memperkuat karakter, menyelesaikan pendidikan, serta mempersiapkan diri untuk memberikan kontribusi bagi Yalimo. [*].










