Baku Tembak di Nduga, Praka Aprianus Tewas, Mayor Ket Gwijangge Gugur; TPNPB: Perang Berlanjut

oleh -1127 Dilihat

NDUGA, TOMEI.ID | Kontak senjata antara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) dan aparat militer Indonesia dilaporkan terjadi di wilayah Gunung Alma, pinggiran Sungai Yuguru, Kabupaten Nduga, Papua, pada 29 April 2026, sekitar pukul 09.00 hingga 12.00 WIT.

Peristiwa tersebut terungkap melalui siaran pers resmi Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB tertanggal Sabtu (2/5/2026), sebagaimana disampaikan oleh juru bicara TPNPB, Sebby Sambom.

banner 728x90

Dalam keterangan tersebut, Sebby Sambom menyebut bahwa kontak senjata berlangsung selama kurang lebih tiga jam dan mengakibatkan jatuhnya korban di kedua pihak.

Menurut klaim TPNPB, satu anggota militer Indonesia dilaporkan tewas atas nama Praka Aprianus, sementara satu lainnya disebut mengalami luka kritis. Di pihak TPNPB, Komandan Operasi Batalyon Mugi, Mayor Ket Gwijangge, dilaporkan gugur dalam pertempuran tersebut.

“Telah terjadi kontak senjata antara TPNPB dengan aparat militer Indonesia di Gunung Alma, pinggiran Sungai Yuguru, yang mengakibatkan korban di kedua pihak,” demikian disampaikan juru bicara TPNPB, Sebby Sambom, dalam pernyataan resminya yang diterima tomei.id di Jayapura, Minggu (3/5/2026).

Lebih lanjut, dalam laporan yang sama, Komandan Batalyon Yuguru, Mayor Yibet Gwijangge, menyampaikan bahwa almarhum Ket Gwijangge merupakan salah satu personel senior TPNPB di wilayah Kodap III Ndugama Derakma.

Ia menjelaskan, Ket Gwijangge telah bergabung sejak tahun 2017 dan terlibat dalam sejumlah operasi bersenjata di berbagai wilayah, termasuk Kenyam, Yigi, Mugi, hingga Mapenduma, yang menjadi basis aktivitas konflik dalam beberapa tahun terakhir.

Atas gugurnya komandan tersebut, Panglima TPNPB Kodap III Ndugama Derakma, Brigjen Egianus Kogeya, bersama jajaran komando menyatakan duka di internal organisasi serta menyerukan konsolidasi kekuatan kepada seluruh pasukan.

Dalam pernyataan yang disampaikan melalui Sebby Sambom, TPNPB juga menegaskan bahwa operasi bersenjata di wilayah tersebut disebut masih akan terus berlangsung sebagai bagian dari sikap politik kelompok tersebut.

Selain itu, TPNPB turut menyampaikan pernyataan sikap kepada pemerintah pusat, termasuk kepada Presiden Prabowo Subianto, terkait posisi mereka dalam konflik yang terjadi di Papua.

Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB dalam siaran persnya juga menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban, termasuk kepada pihak aparat militer Indonesia yang disebut meninggal dalam insiden tersebut.

Siaran pers resmi tersebut ditandatangani oleh Sebby Sambom, Jubir TPNPB OPM, serta penanggung jawab nasional KOMNAS TPNPB-OPM: Jenderal Goliath Tabuni (Panglima Tinggi), Letjen Melkisedek Awom (Wakil Panglima), Mayor Jenderal Terianus Satto (Kepala Staf Umum), dan Mayor Jenderal Lekagak Telenggen (Komandan Operasi Umum).

Namun demikian, seluruh informasi tersebut merupakan klaim sepihak dari TPNPB sebagaimana disampaikan oleh Sebby Sambom dan belum dapat diverifikasi secara independen oleh pihak berwenang.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI maupun pemerintah terkait insiden baku tembak yang dilaporkan tersebut. Tomei.id akan terus memperbarui informasi ini secara akurat, berimbang, dan bertanggung jawab. [*].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.