Berita

Bentengi Iman di Era Digital, Seminar Nasional Keluarga Katolik Pertama Digelar di Nabire

NABIRE, TOMEI.ID | Gereja Katolik di Papua Tengah akan menggelar Seminar Nasional Keluarga Katolik, yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di Nabire dan tercatat sebagai kegiatan terbesar sejenis di wilayah tersebut, sebagai upaya memperkuat iman serta menjaga martabat keluarga di tengah derasnya arus disrupsi digital.

Seminar nasional ini diselenggarakan oleh Kongregasi Dina Santo Yoseph bekerja sama dengan Dekenat Teluk Cenderawasih Papua Tengah, Keuskupan Timika, sebagai bagian dari tanggung jawab pastoral Gereja dalam merespons tantangan sosial, budaya, dan teknologi yang berdampak langsung pada kehidupan keluarga Katolik.

Kegiatan ini mengusung tema “Keluarga Katolik Papua: Meneguhkan Iman, Menjaga Martabat, dan Menyiapkan Masa Depan Generasi di Era Disrupsi Digital”, dengan menghadirkan pembicara nasional, RM Constantinus Eko Wahyu, OSC, seorang pakar pastoral keluarga dan spiritualitas yang berpengalaman dalam pendampingan keluarga di era digital.

Seminar dirancang sebagai ruang refleksi, pembelajaran, dan dialog terbuka bagi keluarga Katolik Papua agar mampu menyikapi perubahan zaman secara kritis, tanpa kehilangan nilai iman, jati diri Kristiani, dan tanggung jawab moral dalam mendidik generasi muda.

Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Selasa, 8 April 2026, mulai pukul 08.45 hingga 18.00 WIT, bertempat di Auditorium St. Yusuf KSK, Nabire, dan akan ditutup dengan Perayaan Ekaristi.

Melalui seminar ini, panitia menargetkan penguatan spiritualitas keluarga, peningkatan kualitas komunikasi dalam rumah tangga, serta mendorong keterlibatan aktif keluarga Katolik dalam karya sosial dan pelayanan Gereja di Papua.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menghimpun dukungan bagi pengembangan karya Gereja, antara lain Rumah Bina Sosial, Rumah Retret/Khalwat, serta Susteran atau Rumah Biara, sebagai bagian dari pelayanan berkelanjutan Gereja kepada umat.

Panitia juga menyediakan hadiah undian bagi peserta, dengan hadiah utama berupa satu unit sepeda motor, serta berbagai hadiah hiburan lainnya.

Penjualan tiket dilakukan secara bertahap mulai Februari hingga akhir Maret 2026, dengan kategori Reguler dan Gold. Pendaftaran dapat ditutup lebih awal apabila kuota peserta telah terpenuhi.

Bagi umat yang hadir tanpa tiket, panitia menyiapkan area di luar auditorium dengan dukungan audio visual, namun tanpa fasilitas tempat duduk, perlengkapan seminar, dan konsumsi.

Panitia mengundang seluruh umat Katolik, keluarga, serta masyarakat luas untuk berpartisipasi aktif dalam seminar nasional ini sebagai bagian dari upaya bersama membangun keluarga Katolik Papua yang beriman, bermartabat, dan siap menghadapi tantangan masa depan. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Pala Wondama Didorong Naik Kelas, FATETA UNIPA dan TEP 8 UI Siapkan Produk UMKM Bernilai Tambah

TELUK WONDAMA, TOMEI.ID | Fakultas Teknologi Pertanian (FATETA) Universitas Papua (UNIPA) bersama Tim Ekspedisi Patriot…

49 menit ago

UNIPA Bahas Pengelolaan Kebakaran Terpadu, Indonesia–Australia Perkuat Ketahanan Iklim Papua

MANOKWARI, TOMEI.ID | Pengelolaan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia mulai diarahkan pada pendekatan terpadu…

1 jam ago

KNPB Nabire Desak Peninjauan Perjanjian 1962, Soroti Krisis Kemanusiaan dan Minta Mediasi Internasional

NABIRE, TOMEI.ID | Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Nabire kembali menyoroti persoalan sejarah dan…

2 jam ago

Dinsos Papua Pegunungan Salurkan Bantuan ke Tujuh Panti, Lima Titik Sudah Terjangkau

WAMENA, TOMEI.ID | Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Papua Pegunungan menyalurkan bantuan bahan pokok kepada panti…

2 jam ago

DPRK Nduga Pacu Dua Raperda, Fokus Stabilkan Harga dan Perluas Kerja Sama Daerah

NDUGA, TOMEI.ID | Badan Pembentukan Peraturan Daerah (BAPEMPERDA) Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nduga, Papua…

2 jam ago

Gubernur Meki Tegaskan Papua Tengah Benahi Tata Kelola Otsus, Data OAP Jadi Prioritas

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah memperkuat pembenahan tata kelola Otonomi Khusus (Otsus)…

2 jam ago