Berita

Cakupan Imunisasi Campak Manokwari Baru 46,2 Persen, Dinkes Kejar Target 95 Persen

MANOKWARI, TOMEI.ID | Cakupan imunisasi campak-rubela dalam penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, mencapai 46,2 persen hingga hari ketiga pelaksanaan, Rabu (7/10/2026).

Capaian tersebut menunjukkan bahwa upaya menjangkau seluruh anak sasaran masih perlu diperkuat agar perlindungan kesehatan dapat diberikan secara lebih merata.

Berdasarkan data yang disampaikan Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, Mince Wilil, sebanyak 3.541 dosis imunisasi telah tercatat dari total sasaran 7.668 anak. Data ini menjadi bahan evaluasi pelaksanaan program sekaligus dasar untuk memperluas pelayanan kepada anak-anak yang belum memperoleh imunisasi.

Mince Wilil sebelumnya menjelaskan bahwa penanganan KLB campak tidak berhenti setelah pelayanan imunisasi berlangsung. Dinas Kesehatan juga memperkuat pemantauan kasus dan surveilans aktif di wilayah kerja puskesmas untuk mendeteksi kemungkinan munculnya kasus baru.

Dalam pelaksanaan program tersebut, Puskesmas Masni dan Puskesmas Sowi IV mendapat apresiasi karena, berdasarkan laporan yang disampaikan, telah mencapai cakupan di atas 95 persen. Capaian kedua puskesmas ini diharapkan menjadi dorongan bagi fasilitas pelayanan kesehatan lainnya untuk meningkatkan jangkauan imunisasi. Angka tersebut tetap perlu dipastikan melalui rekapitulasi resmi Dinas Kesehatan.

Meski demikian, cakupan tingkat kabupaten sebesar 46,2 persen memperlihatkan masih adanya sasaran yang perlu dijangkau. Pendataan anak yang belum diimunisasi, koordinasi dengan pemerintah distrik dan kampung, serta penyebaran informasi mengenai jadwal pelayanan menjadi langkah penting untuk memperluas akses masyarakat terhadap imunisasi.

Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari sebelumnya menetapkan target minimal 95 persen dalam pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) Campak-Rubela yang berlangsung pada 5–17 Oktober 2026. Program ini menyasar anak berusia sembilan bulan hingga kurang dari lima tahun sebagai bagian dari respons terhadap peningkatan kasus campak.

Pelaksanaan imunisasi membutuhkan dukungan lintas sektor, termasuk tenaga kesehatan, pemerintah distrik, pemerintah kampung, kader, dan orang tua. Koordinasi tersebut penting agar informasi mengenai lokasi pelayanan tersampaikan dengan baik dan anak-anak yang memenuhi kriteria sasaran tidak terlewat dari pendataan maupun pemberian imunisasi.

Mince Wilil menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelayanan imunisasi, khususnya Puskesmas Masni dan Puskesmas Sowi IV yang dilaporkan telah melampaui target cakupan 95 persen. Namun, capaian setiap fasilitas kesehatan tetap perlu dipantau melalui pencatatan dan pelaporan yang terukur agar perkembangan program dapat dievaluasi secara tepat.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, Alexander Takdare, sebelumnya menyampaikan bahwa ORI Campak-Rubela dilaksanakan sebagai respons terhadap peningkatan kasus campak di wilayah tersebut.

Berdasarkan kajian epidemiologi yang disampaikan pada akhir September 2026, terdapat 70 kasus suspek campak, dengan tiga kasus terkonfirmasi positif melalui pemeriksaan laboratorium.

Dengan target cakupan minimal 95 persen, peningkatan pelayanan dan pemantauan hasil imunisasi menjadi bagian penting dalam penanganan KLB campak di Manokwari. Dinas Kesehatan bersama puskesmas dan unsur pemerintah setempat perlu terus memastikan sasaran terdata, pelayanan mudah dijangkau, serta laporan capaian disusun secara akurat. [*]

Redaksi Tomei

Recent Posts

Deinas Geley Perjuangkan Pengusaha OAP dan Ekonomi Nelayan Papua Tengah, Realisasi Usulan Ditunggu 2027

NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, mendorong keterlibatan pengusaha Orang Asli Papua…

2 jam ago

IMPPETANG Perkuat Kaderisasi dan Dorong Transparansi Pelibatan Mahasiswa Pegunungan Bintang

JAYAPURA, TOMEI.ID | Ketua Departemen Pengembangan Organisasi (PO) Ikatan Mahasiswa/i Pelajar Pegunungan Bintang (IMPPETANG) se-Indonesia,…

15 jam ago

Cakalele dan Lego-Lego Sambut Asesor BAN-PDM di SD Negeri Fuikang

FEIMOTAU, TOMEI.ID | Tarian Cakalele dan Lego-Lego mengiringi kedatangan dua asesor Badan Akreditasi Nasional Pendidikan…

15 jam ago

613 CPNS dan PPPK Ikuti Prajabatan dan Orientasi, BKPSDM Paniai Tekankan Integritas dan Pelayanan Publik

PANIAI, TOMEI.ID | Sebanyak 613 peserta CPNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di…

15 jam ago

Nabire Bukan Tanah Kosong, Pemerintah dan Investor Diminta Koordinasi dengan Pemilik Ulayat

NABIRE, TOMEI.ID | Dewan Adat Mee-Pago Kabupaten Nabire menegaskan bahwa tanah adat di Nabire bukan…

17 jam ago

Amatus Anouw dan Eman Giyai Promosikan Kopi Dogiyai, Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Lebih Luas

NABIRE, TOMEI.ID | Kopi lokal Dogiyai diperkenalkan dalam Festival Kopi Papua Tengah 2026 di Aula…

19 jam ago