MANOKWARI, TOMEI.ID | Ikatan Mahasiswa Yahukimo (IMY) Kota Studi Manokwari menggelar ibadah syukuran atas keberhasilan delapan mahasiswa asal Yahukimo yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi di Kota Manokwari, Papua Barat.
Kegiatan tersebut berlangsung di Kontrakan Mahasiswa Yahukimo, kawasan Amban, Manokwari, Papua Barat, Sabtu (22/8/2026), dan dihadiri mahasiswa Yahukimo serta para wisudawan dalam suasana penuh kekeluargaan.
Delapan mahasiswa yang dirayakan merupakan lulusan dari dua perguruan tinggi di Manokwari, yakni Universitas Papua (UNIPA) dan STT Erikson-Tritt Manokwari.
Ketua IMY Kota Studi Manokwari, Ima Siep, mengatakan syukuran tersebut tidak hanya menjadi ungkapan rasa syukur atas keberhasilan para mahasiswa menyelesaikan pendidikan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan kekeluargaan dan memberikan motivasi kepada mahasiswa Yahukimo yang masih menempuh studi.
Ia menyampaikan apresiasi kepada para wisudawan yang telah melewati proses pendidikan hingga memperoleh gelar akademik. Menurutnya, keberhasilan tersebut harus dilanjutkan dengan kontribusi nyata bagi keluarga, masyarakat, dan Kabupaten Yahukimo.
“Keberhasilan ini jangan hanya berhenti pada gelar akademik. Kami berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama kuliah dapat dibawa pulang dan memberikan manfaat bagi masyarakat Yahukimo,” ujar Ima.
Ima juga berpesan kepada para lulusan agar tetap menjaga komunikasi dan hubungan dengan mahasiswa Yahukimo yang masih berada di Manokwari.
Menurutnya, para senior memiliki peran penting dalam memberikan dukungan, pengalaman, serta motivasi kepada mahasiswa yang masih berjuang menyelesaikan pendidikan.
“Para senior yang sudah selesai studi jangan memutuskan hubungan dengan adik-adik mahasiswa yang masih kuliah. Tetap memberikan arahan, motivasi, dan pengalaman agar mereka juga dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik,” katanya.
Gelar Akademik Bukan Akhir Perjuangan
Sementara itu, perwakilan wisudawan, Mika Sam, mengatakan keberhasilan menyelesaikan pendidikan merupakan hasil dari proses panjang yang membutuhkan ketekunan, disiplin, dan perjuangan.
Ia menilai gelar akademik bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal bagi para lulusan untuk memasuki tanggung jawab yang lebih besar di tengah keluarga dan masyarakat.
“Mahasiswa Yahukimo datang ke Manokwari dengan tujuan utama mendapatkan pendidikan. Karena itu, ketika sudah menyelesaikan studi, gelar yang diperoleh jangan dianggap sebagai akhir perjuangan, tetapi menjadi awal untuk menghadapi tanggung jawab yang lebih besar,” ujar Mika.
Mika juga mengingatkan mahasiswa Yahukimo yang masih menempuh pendidikan agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi berbagai tantangan selama menjalani kehidupan akademik.
Menurutnya, perjuangan mahasiswa tidak hanya menyangkut kepentingan pribadi, tetapi juga membawa harapan keluarga yang telah memberikan dukungan agar pendidikan dapat ditempuh hingga selesai.
“Jangan mudah menyerah. Setiap mahasiswa memiliki tantangan masing-masing, tetapi tujuan utama kita adalah menyelesaikan pendidikan dan membawa ilmu tersebut kembali untuk memberikan manfaat,” katanya.
Ia berharap mahasiswa Yahukimo dapat terus menjaga semangat belajar, menyelesaikan pendidikan tepat waktu, serta menggunakan pengetahuan yang diperoleh untuk kepentingan keluarga, masyarakat, dan daerah asal.
Syukuran tersebut sekaligus menjadi ruang kebersamaan bagi para wisudawan dan mahasiswa Yahukimo di Kota Studi Manokwari. Kegiatan itu mempererat hubungan antarmahasiswa sekaligus menegaskan pentingnya peran senior dalam mendukung generasi mahasiswa yang masih menempuh pendidikan.
Dengan demikian, keberhasilan delapan mahasiswa tersebut diharapkan tidak hanya menjadi capaian pribadi, tetapi juga menjadi motivasi bagi mahasiswa Yahukimo lainnya untuk terus berjuang menyelesaikan pendidikan dan mempersiapkan diri untuk berkontribusi bagi daerah. [*]











