Papua Tengah Hadapi Ancaman Karhutla dan Kekeringan, Delapan Kabupaten Dipanggil ke Meja Koordinasi

oleh -1137 Dilihat

NABIRE, TOMEI.ID | Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kekeringan, serta cuaca ekstrem mulai menekan sejumlah wilayah Papua Tengah dan mengancam keselamatan masyarakat, pangan, air bersih, kesehatan, serta kelestarian lingkungan.

Pemerintah provinsi merespons dengan mengonsolidasikan delapan kabupaten dalam rapat penanganan darurat untuk memperkuat koordinasi, mempercepat respons, memetakan dampak, serta memastikan kebutuhan masyarakat terdampak segera ditangani, yang akan dipimpin Gubernur Meki Nawipa, Minggu (23/8/2026).

banner 728x90

Forum tersebut akan menjadi ajang pemerintah daerah melaporkan kondisi lapangan secara langsung dan menyeluruh, sekaligus memetakan dampak serta kebutuhan mendesak masyarakat, mulai dari wilayah terdampak, kondisi masyarakat, hingga kebutuhan personel, armada, obat-obatan, masker, dan logistik.

Juru Bicara Gubernur Papua Tengah, Emanuel You, mengatakan pemerintah membutuhkan gambaran kondisi nyata dari setiap kabupaten untuk menentukan dukungan yang diperlukan.

“Besok gubernur akan melakukan Zoom Meeting bersama tim penanganan darurat bencana di delapan kabupaten Papua Tengah. Kita akan membahas lanjutan penanganan kebakaran hutan dan lahan, kekeringan serta kondisi lain yang terjadi di sejumlah wilayah,” ujar Emanuel di Nabire, Sabtu (22/8/2026).

Setiap pemerintah kabupaten akan menyampaikan perkembangan situasi, wilayah yang terdampak, kebutuhan penanganan, serta kemampuan masing-masing daerah dalam menghadapi ancaman bencana.

Laporan tersebut akan menjadi bahan bagi Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk menentukan dukungan yang perlu diberikan, termasuk pengerahan personel, armada, obat-obatan, masker, logistik, maupun kebutuhan darurat lainnya.

Emanuel menegaskan pemerintah kabupaten tetap menjadi unsur utama dalam penanganan di lapangan. Pemerintah provinsi akan memberikan penguatan apabila kapasitas daerah tidak mencukupi untuk menghadapi dampak bencana.

Selain karhutla, kekeringan menjadi perhatian karena berpotensi mengganggu ketersediaan air dan produksi pangan masyarakat.

Kabupaten Puncak menjadi salah satu wilayah yang disebut terdampak setelah tanaman pangan warga mengalami kerusakan akibat kekeringan dan fenomena embun es.

Kondisi tersebut menunjukkan ancaman cuaca ekstrem tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat merembet pada kebutuhan dasar masyarakat, terutama pangan, air, dan kesehatan.

Di tengah ancaman tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun membakar sampah secara sembarangan yang berpotensi memicu dan memperluas titik api.

“Kalau kita merasa hutan dan lahan itu adalah kehidupan, maka kewajiban kita adalah menjaganya dan melestarikannya. Kita tidak boleh lagi melakukan aksi-aksi pembakaran yang dapat merusak hutan dan lahan,” tegas Emanuel.

Rapat lintas delapan kabupaten diharapkan menjadi dasar untuk memperjelas kondisi setiap wilayah sekaligus menentukan bentuk dukungan pemerintah secara lebih terukur.

Penanganan tidak hanya diarahkan pada pengendalian karhutla, tetapi juga untuk menekan dampak kekeringan dan cuaca ekstrem terhadap kesehatan masyarakat, pangan, ketersediaan air, serta lingkungan.

“Hutan dan lahan adalah kehidupan kita. Kalau hutan dan lahan terbakar, pada akhirnya kita sendiri yang akan merasakan dampak serius terhadap kesehatan, pangan, air, lingkungan, dan kehidupan masyarakat. Karena itu mari kita jaga bersama,” pungkas Emanuel. [*].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.