Dinkes Papua Tengah Perkuat Integrasi Layanan Primer, 150 Puskesmas Jadi Sasaran Penguatan Kapasitas

oleh -1191 Dilihat

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah melalui Dinas Kesehatan memperkuat Integrasi Layanan Primer (ILP) sebagai langkah meningkatkan akses, mutu, dan tata kelola pelayanan kesehatan di delapan kabupaten.

Penguatan itu dilakukan melalui Workshop Integrasi Layanan Primer bagi petugas dan pegawai Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah yang berlangsung selama 10 hari di Nabire. Kegiatan dibuka Sekretaris Dinas Kesehatan Papua Tengah, Obet Tekege, mewakili Kepala Dinas, Jumat (7/8/2026).

banner 728x90

Workshop ini menjadi penting karena Papua Tengah memiliki sekitar 150 Puskesmas yang menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Karena itu, penerapan ILP membutuhkan tenaga kesehatan yang memahami sistem pelayanan terintegrasi, sekaligus mampu melakukan pembinaan dan pengawasan hingga tingkat Puskesmas.

“Integrasi layanan primer ini merupakan bentuk transformasi yang sama-sama harus kita perjuangkan. Tujuannya untuk meningkatkan akses layanan kesehatan kepada masyarakat,” ujar Obet.

Menurut Obet, peningkatan kualitas pelayanan tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan fasilitas kesehatan. Kapasitas tenaga kesehatan dan kemampuan pengelolaan pelayanan juga harus diperkuat agar sistem yang dibangun dapat berjalan efektif.

“Kami di dinas provinsi ini sebagai supervisor. Kita tingkatkan ilmu sebanyak-banyaknya sehingga ilmu itu yang kita harapkan bisa digunakan untuk pembinaan dan pengawasan di Puskesmas maupun delapan kabupaten yang ada di Provinsi Papua Tengah,” jelasnya.

Karena itu, peserta workshop diarahkan tidak sekadar memahami materi, tetapi mampu meneruskannya melalui pembinaan, pendampingan, dan pengawasan kepada tenaga kesehatan di kabupaten dan Puskesmas.

Materi workshop meliputi konsep ILP, manajemen, tata kelola pelayanan, serta pencatatan dan pelaporan kesehatan. Aspek tersebut menjadi perhatian karena data pelayanan yang akurat diperlukan untuk mengukur kinerja layanan sekaligus menjadi dasar pemerintah dalam menentukan kebijakan kesehatan.

Obet meminta peserta mengikuti kegiatan secara serius agar hasil pelatihan tidak berhenti di ruang workshop. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh harus diterapkan dan ditularkan kepada jajaran kesehatan di wilayah kerja masing-masing.

Dinas Kesehatan Papua Tengah juga akan melanjutkan penguatan kapasitas melalui kegiatan serupa pada September 2026 dengan melibatkan peserta lainnya.

“Kami akan melanjutkan kegiatan ini pada bulan September. Ini bagian dari proses untuk memperkuat kapasitas teman-teman agar pelaksanaan integrasi layanan primer dapat berjalan lebih baik,” ujarnya.

Penguatan ILP menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Papua Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Meki Nawipa untuk meningkatkan kualitas pelayanan dasar. Pemerintah daerah menargetkan penguatan kapasitas tenaga kesehatan tersebut berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan di Puskesmas.

Dengan sistem pelayanan yang lebih terintegrasi, tata kelola yang lebih baik, serta pencatatan dan pelaporan yang diperkuat, Dinas Kesehatan Papua Tengah berharap pelayanan kesehatan di delapan kabupaten menjadi lebih efektif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Obet menyampaikan apresiasi kepada Balai Pelatihan Kesehatan Makassar, narasumber, panitia, dan seluruh peserta yang mendukung pelaksanaan kegiatan.

“Dengan mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, Workshop Integrasi Layanan Primer bagi petugas atau pegawai Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah secara resmi kami buka,” pungkas Obet. [*].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.