Badan Pengurus Asrama Putra Paniai di Kota Studi Jayapura Minta Pemerintah Benahi Asrama Mahasiswa

oleh -1178 Dilihat

JAYAPURA, TOMEI.ID | Badan Pengurus Asrama (BPA) Paniai di Kota Study Jayapura, Fredy Mote menyampaikan imbauan dan permohonan kepada Pemerintah Kabupaten Paniai agar memberi perhatian serius terhadap kondisi Asrama Mahasiswa Kabupaten Paniai di Jayapura, Rabu (23/9/2026).

Menurut Mote, asrama bukan sekadar bangunan, melainkan rumah bagi anak-anak Paniai yang sedang berjuang menuntut ilmu. Asrama menjadi tempat tinggal, belajar, berdiskusi, membangun persaudaraan, serta mempersiapkan diri untuk kembali memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.

banner 728x90

Ia menilai, kondisi Asrama Paniai dalam beberapa tahun terakhir belum mendapatkan perhatian dan penanganan secara menyeluruh, terutama terhadap bangunan serta fasilitas yang telah mengalami kerusakan akibat faktor usia.

“Kondisi asrama saat ini sangat memprihatinkan. Bangunan dan fasilitasnya mengalami kerusakan bukan karena tidak dirawat, melainkan karena sudah tua sehingga tidak lagi memberikan kenyamanan bagi kami mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Jayapura,” ujar Mote dalam keterangan tertulis yang diterima tomei.id di Nabire, Rabu (23/9/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut turut berdampak terhadap aktivitas mahasiswa penghuni asrama. Kegiatan belajar, mengerjakan tugas, berdiskusi, hingga aktivitas kehidupan sehari-hari menjadi kurang nyaman karena fasilitas yang tersedia tidak lagi dalam kondisi yang memadai.

“Banyak mahasiswa Paniai kesulitan mendapatkan tempat tinggal yang layak selama menempuh pendidikan di Jayapura. Kerja tugas, diskusi, dan kegiatan kehidupan asrama juga menjadi tidak nyaman. Kalau ingin anak-anak Paniai berhasil, rumah tempat mereka belajar dan bertumbuh juga harus diperhatikan dan dibenahi,” katanya.

Mote meminta Pemerintah Kabupaten Paniai tidak membiarkan kondisi tersebut berlarut-larut. Menurutnya, perhatian terhadap asrama mahasiswa merupakan bagian dari perhatian pemerintah terhadap pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) asal Paniai.

“Dengan penuh kerendahan hati, kami anggota asrama yang masih menghuni memohon kepada Pemerintah Kabupaten Paniai: tolong buka mata dan lihat kondisi kami. Daerah itu bisa maju kalau sumber daya manusianya diperhatikan dan diberi perhatian. Tolong dengarkan suara kami mahasiswa Paniai. Jangan biarkan asrama yang menjadi rumah bagi kami, anak-anak negeri Paniai, terbengkalai begitu saja,” ungkap Mote.

Mewakili penghuni asrama, Mote menegaskan bahwa mahasiswa tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Mereka hanya mengharapkan perhatian, kepedulian, dan tindakan nyata pemerintah daerah terhadap fasilitas yang menjadi kebutuhan mahasiswa selama menjalani pendidikan di Kota Studi Jayapura.

“Kami tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Kami hanya mengharapkan perhatian, kepedulian, dan tindakan nyata dari pemerintah daerah terhadap fasilitas yang menjadi kebutuhan kami sebagai mahasiswa Paniai,” tegasnya.

Karena itu, BPA Paniai meminta Pemerintah Kabupaten Paniai melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi asrama, pendataan tingkat kerusakan bangunan dan fasilitas, penyusunan perencanaan renovasi, serta menyediakan anggaran untuk perbaikan dan pemeliharaan agar Asrama Paniai dapat kembali digunakan secara layak oleh mahasiswa.

“Kami sangat berharap dan meminta kepada Pemerintah Kabupaten Paniai sebagai orang tua dan wali kami dapat melakukan peninjauan langsung, pendataan kondisi bangunan, perencanaan renovasi, serta menyediakan anggaran untuk perbaikan dan pemeliharaan Asrama Paniai di Jayapura,” lanjut Mote.

Ia menegaskan, mahasiswa Paniai yang sedang menempuh pendidikan di Jayapura merupakan bagian dari generasi yang dipersiapkan untuk masa depan daerah, sekaligus menjadi kekuatan sumber daya manusia bagi pembangunan Paniai secara berkelanjutan.

Karena itu, dukungan pemerintah terhadap kehidupan mahasiswa dinilai penting agar proses pendidikan dapat berjalan dalam lingkungan yang layak, aman, nyaman, dan mendukung pembentukan generasi terdidik yang siap mengabdi bagi daerah.

“Kami sedang belajar untuk masa depan Paniai. Karena itu, sekali lagi kami berharap pemerintah tidak hanya melihat kami sebagai mahasiswa, tetapi juga sebagai generasi yang suatu saat akan kembali memberikan tenaga, pikiran, dan kemampuan sesuai dengan jurusan kami untuk membangun Kabupaten Paniai,” katanya.

Mote kemudian menyampaikan pesan yang menurutnya menjadi gambaran dari harapan mahasiswa Paniai terhadap keberadaan asrama tersebut.

“Asrama boleh rusak, tetapi harapan anak-anak Paniai untuk belajar dan membangun masa depan tidak boleh ikut runtuh,” tegasnya.

Ia kembali meminta Pemerintah Kabupaten Paniai memberikan perhatian terhadap kondisi asrama dan tidak membiarkan fasilitas tersebut semakin terbengkalai.

“Pemerintah Kabupaten Paniai, mohon perhatikan kami. Mohon selamatkan Asrama Paniai. Karena di tempat inilah banyak anak Paniai menggantungkan harapan untuk masa depan,” pungkas Mote.

Menurutnya, asrama bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga menjadi tempat mahasiswa tumbuh, belajar, membangun persaudaraan, dan mempersiapkan diri untuk mengambil bagian dalam pembangunan Paniai serta masa depan Papua. [*].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.