Berita

Duduk Perkara Saling Bantah APBD Papua Pegunungan: DPRP Bantah Klaim Pemprov, Audit BPK Terhadap Tiga Instansi Didesak

WAMENA, TOMEI.ID | Polemik pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Papua Pegunungan memanas. DPR Papua Pegunungan (DPRP) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan saling membantah terkait proses penyusunan APBD serta pembayaran hak-hak anggota dewan.

Perselisihan bermula ketika sejumlah anggota DPRP mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit investigatif terhadap pengelolaan keuangan Pemprov Papua Pegunungan. Desakan itu muncul karena DPRP menilai realisasi pembangunan fisik hingga pertengahan tahun belum terlihat signifikan.

DPRP juga meminta Gubernur Papua Pegunungan mengevaluasi kinerja organisasi perangkat daerah (OPD), khususnya Dinas Pekerjaan Umum (PU), yang dinilai bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pembangunan infrastruktur.

Menanggapi tudingan tersebut, Pemprov Papua Pegunungan menggelar konferensi pers pada Selasa (28/7/2026). Staf Ahli Gubernur Bidang Pengembangan Otonomi Khusus, Manogar Sirait, menegaskan pengelolaan keuangan daerah telah dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Menurut Manogar, pembahasan APBD dilakukan melalui mekanisme antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Badan Anggaran (Banggar) DPRP, termasuk pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) serta Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK.

“Semua penjelasan yang kami sampaikan berdasarkan dokumen resmi dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Manogar.

Ia juga membantah tudingan bahwa Pemprov menyusun APBD secara sepihak tanpa melibatkan DPRP.

Namun, klaim tersebut langsung dibantah Anggota DPRP Papua Pegunungan dari Fraksi Partai Demokrat, Fransina Daby, pada Rabu (29/7/2026). Menurutnya, Pemprov keliru menyamakan proses penyusunan dengan pembahasan APBD.

Fransina menegaskan DPRP tidak pernah dilibatkan dalam penyusunan APBD. Legislator, kata dia, hanya menjalankan fungsi pembahasan terhadap rancangan anggaran yang telah disiapkan pemerintah daerah.

“Kami tidak pernah susun APBD dengan mereka, kecuali hanya ikut membahas. APBD itu mereka yang susun sendiri, tidak pernah libatkan DPR. Tuduhan bahwa kita susun bersama itu tipu,” tegas Fransina.

Selain mempersoalkan mekanisme penyusunan APBD, Fransina juga mengungkap persoalan pembayaran hak-hak anggota DPRP yang disebut tidak berjalan sesuai keputusan Rapat Badan Musyawarah (Banmus).

Ia menyebut hak keuangan anggota dewan kerap dibayarkan setiap tiga hingga empat bulan sekali dan dilakukan secara bertahap. Kondisi itu, menurutnya, bertentangan dengan klaim tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.

Karena itu, Fransina mendesak BPK melakukan audit menyeluruh terhadap Sekretariat DPRP (Sekwan), Badan Pengelola Keuangan Daerah, dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) guna memastikan pengelolaan APBD berjalan sesuai ketentuan serta menjawab polemik yang berkembang. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Staf Sekretariat DPR Papua Tengah Larang Wartawan Cepos Liput Rapat Banggar

NABIRE, TOMEI.ID | Jurnalis Cenderawasih Pos (CEPOS), Theresia F. Tekege, mengaku dilarang masuk ke ruang…

4 jam ago

KINGMI Desak Akses Kemanusiaan Dibuka, Investigasi Independen Dugaan Penembakan di Samboga

TIMIKA, TOMEI.ID | Departemen Keadilan dan Perdamaian (DKP) Sinode Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah…

10 jam ago

Pemprov Papua Perkuat Komunikasi Imunisasi di Perbatasan RI–PNG, Media KIE Berbasis Budaya Lokal Disiapkan

JAYAPURA, TOMEI.ID | Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua, bersama UNICEF Indonesia, dengan dukungan Departemen Luar…

11 jam ago

Pemprov Papua Tengah Perketat Tata Kelola Dana Hibah, Lima Rekomendasi Ditetapkan

TIMIKA, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah, memperketat tata kelola dana hibah pemerintah daerah…

22 jam ago

KLHS RDTR Perkotaan Manokwari Soroti Banjir, Abrasi dan Ancaman Bencana

MANOKWARI, TOMEI.ID | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari menempatkan banjir, genangan, abrasi, pengelolaan limbah dan persampahan…

22 jam ago

TPNPB Klaim 10 Warga Sipil Ditembak di Yahukimo, Enam Disebut Luka Tembak

YAHUKIMO, TOMEI.ID | Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mengklaim 10 warga sipil yang disebut sebagai…

1 hari ago