Fakultas Kedokteran Uncen Didesak Buka Jalur Mandiri, OAP Harus Diprioritaskan

oleh -1207 Dilihat

JAYAPURA, TOMEI.ID | Kebijakan penutupan jalur mandiri pada Program Studi Kedokteran Universitas Cenderawasih (Uncen) menuai sorotan hangat dikalangan mahasiswa. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Uncen mendesak pihak rektorat dan Fakultas Kedokteran segera membuka kembali akses penerimaan mahasiswa melalui jalur mandiri serta memprioritaskan Orang Asli Papua (OAP).

Desakan itu disampaikan Sekretaris Umum BEM FISIP Uncen 2026, Vian Gobay, menyusul banyaknya lulusan SMA/sederajat di Papua yang bercita-cita menjadi dokter namun terkendala mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) berbasis komputer.

banner 728x90

Menurut Vian, kebijakan internal Uncen tahun 2026 yang menutup akses jalur mandiri di Fakultas Kedokteran berpotensi mempersempit peluang pendidikan bagi generasi muda Papua, khususnya mereka yang berasal dari wilayah pedalaman.

“Banyak lulusan SMA/SLTA di Papua memiliki cita-cita menjadi dokter, namun tidak semua memiliki akses dan kesiapan yang sama untuk mengikuti seleksi nasional berbasis komputer seperti SNBT,” ujar Vian dalam pernyataan tertulis yang diterima Tomei.id, Selasa (12/5/2026).

Ia menegaskan, persoalan prima yang dihadapi calon mahasiswa di Papua bukan semata kemampuan akademik, melainkan keterbatasan infrastruktur pendidikan dan akses teknologi.

Mahasiswa dari daerah pedalaman, kata dia, masih berhadapan dengan minimnya akses jaringan internet, fasilitas pendidikan yang tidak memadai, hingga keterbatasan perangkat pendukung untuk mengikuti tes berbasis komputer.

“Karena itu, jalur mandiri selama ini menjadi alternatif yang lebih realistis dan inklusif bagi Orang Asli Papua,” katanya.

Vian menilai, sebagai perguruan tinggi tertua di Tanah Papua yang berdiri sejak 1962, Uncen memiliki tanggung jawab historis dan moral dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Orang Asli Papua.

Menurutnya, penutupan jalur mandiri pada program strategis seperti kedokteran justru bertentangan dengan semangat awal hadirnya Uncen sebagai institusi pendidikan bagi masyarakat Papua.

“Kalau kebijakan ini tidak dikaji ulang, maka secara tidak langsung dapat dipandang sebagai bentuk pengabaian terhadap kebutuhan riil Orang Asli Papua,” tegasnya.

Ia meminta pihak universitas segera mengevaluasi kebijakan tersebut dan membuka kembali jalur mandiri pada Program Studi Kedokteran dengan mempertimbangkan kondisi objektif calon mahasiswa asal Papua, terutama dari wilayah terpencil dan pedalaman.

“Jika Universitas Cenderawasih benar-benar hadir untuk Orang Asli Papua, maka akses pendidikan, khususnya di bidang kedokteran, harus diperluas, bukan dibatasi,” tutup Gobay.

Sementara itu, wartawan Tomei.id telah berupaya menghubungi pimpinan akademik Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih melalui sambungan WhatsApp guna meminta tanggapan terkait desakan tersebut. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi yang diberikan pihak fakultas maupun universitas. [*].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.