Berita

Fakultas Kedokteran Uncen Didesak Buka Jalur Mandiri, OAP Harus Diprioritaskan

JAYAPURA, TOMEI.ID | Kebijakan penutupan jalur mandiri pada Program Studi Kedokteran Universitas Cenderawasih (Uncen) menuai sorotan hangat dikalangan mahasiswa. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Uncen mendesak pihak rektorat dan Fakultas Kedokteran segera membuka kembali akses penerimaan mahasiswa melalui jalur mandiri serta memprioritaskan Orang Asli Papua (OAP).

Desakan itu disampaikan Sekretaris Umum BEM FISIP Uncen 2026, Vian Gobay, menyusul banyaknya lulusan SMA/sederajat di Papua yang bercita-cita menjadi dokter namun terkendala mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) berbasis komputer.

Menurut Vian, kebijakan internal Uncen tahun 2026 yang menutup akses jalur mandiri di Fakultas Kedokteran berpotensi mempersempit peluang pendidikan bagi generasi muda Papua, khususnya mereka yang berasal dari wilayah pedalaman.

“Banyak lulusan SMA/SLTA di Papua memiliki cita-cita menjadi dokter, namun tidak semua memiliki akses dan kesiapan yang sama untuk mengikuti seleksi nasional berbasis komputer seperti SNBT,” ujar Vian dalam pernyataan tertulis yang diterima Tomei.id, Selasa (12/5/2026).

Ia menegaskan, persoalan prima yang dihadapi calon mahasiswa di Papua bukan semata kemampuan akademik, melainkan keterbatasan infrastruktur pendidikan dan akses teknologi.

Mahasiswa dari daerah pedalaman, kata dia, masih berhadapan dengan minimnya akses jaringan internet, fasilitas pendidikan yang tidak memadai, hingga keterbatasan perangkat pendukung untuk mengikuti tes berbasis komputer.

“Karena itu, jalur mandiri selama ini menjadi alternatif yang lebih realistis dan inklusif bagi Orang Asli Papua,” katanya.

Vian menilai, sebagai perguruan tinggi tertua di Tanah Papua yang berdiri sejak 1962, Uncen memiliki tanggung jawab historis dan moral dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Orang Asli Papua.

Menurutnya, penutupan jalur mandiri pada program strategis seperti kedokteran justru bertentangan dengan semangat awal hadirnya Uncen sebagai institusi pendidikan bagi masyarakat Papua.

“Kalau kebijakan ini tidak dikaji ulang, maka secara tidak langsung dapat dipandang sebagai bentuk pengabaian terhadap kebutuhan riil Orang Asli Papua,” tegasnya.

Ia meminta pihak universitas segera mengevaluasi kebijakan tersebut dan membuka kembali jalur mandiri pada Program Studi Kedokteran dengan mempertimbangkan kondisi objektif calon mahasiswa asal Papua, terutama dari wilayah terpencil dan pedalaman.

“Jika Universitas Cenderawasih benar-benar hadir untuk Orang Asli Papua, maka akses pendidikan, khususnya di bidang kedokteran, harus diperluas, bukan dibatasi,” tutup Gobay.

Sementara itu, wartawan Tomei.id telah berupaya menghubungi pimpinan akademik Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih melalui sambungan WhatsApp guna meminta tanggapan terkait desakan tersebut. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi yang diberikan pihak fakultas maupun universitas. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Hadiri di HUT ke-30 Panti Uzinmo, Kadinsos: Rawat Anak Yatim Piatu adalah Panggilan Tuhan

WAMENA, TOMEI.ID | Kepala Dinas Sosial Provinsi Papua Pegunungan, Yanius Telenggen, menyebut merawat anak yatim…

2 jam ago

KNPB Numbay Soroti Kondisi Yahukimo, Sebut Situasi sebagai “Darurat Militer dan Kemanusiaan”

JAYAPURA, TOMEI.ID | Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Numbay Sektor Asya menyoroti kondisi sosial…

2 jam ago

KMPPJ Nabire Kukuhkan 61 Mahasiswa Baru, Dukungan Pemkab Puncak Jaya Diapresiasi

NABIRE, TOMEI.ID | Komunitas Mahasiswa Pelajar Puncak Jaya (KMPPJ) Kota Studi Nabire mengukuhkan 61 mahasiswa…

2 jam ago

Tanah Tota Mapia: Hukum Alam, Hak Masyarakat Adat dan Masa Depan Generasi

Oleh: Musa Boma TANAH Mapia adalah mama kami bagi seluruh rakyat Tota Mapia, mulai dari…

2 jam ago

Kapal Induk Pertama Indonesia Tiba, KRI Sriwijaya dan Tantangan di Balik Hibah Italia

JAKARTA, TOMEI.ID | Kapal induk pertama yang masuk dalam jajaran TNI Angkatan Laut (TNI AL),…

3 jam ago

Pemprov Papua Tengah Serahkan KUPA dan P-PPAS Perubahan APBD 2026 ke DPR

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah, mulai mengarahkan pembahasan Perubahan APBD Tahun Anggaran…

3 jam ago