Fransina Wakei Resmi Dilantik Pimpin Asrama Putri Nabire di Manokwari

oleh -1154 Dilihat

MANOKWARI, TOMEI.ID | Fransina Wakei resmi dilantik sebagai pengurus baru Asrama Putri Nabire di Manokwari dalam pelantikan pengurus Asrama Putra-Putri, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan berlangsung di Asrama Putri, kawasan belakang Kelurahan Amban, Manokwari.

Dalam kepengurusan baru tersebut, Paul Giyai dipercaya memimpin Asrama Putra, sementara Fransina Wakei menjadi pengurus Asrama Putri. Pelantikan dilaksanakan dalam koordinasi Badan Formatur yang sebelumnya dipimpin Jhon Gobay sebagai ketua dan Teofilus Yogi sebagai wakil, dengan pelaksanaannya diwakili Natalis Utti.

banner 728x90

Kegiatan dihadiri Pembina Asrama Darius Gobay, pengurus lama dan baru, serta seluruh penghuni Asrama Putra dan Putri.

Dalam amanatnya, Darius menegaskan asrama yang disiapkan pemerintah tidak boleh hanya menjadi tempat tinggal mahasiswa. Asrama harus berfungsi sebagai ruang pembinaan untuk membentuk generasi yang bermoral, berintegritas, dan bermanfaat bagi bangsa serta daerah.

“Penghuni jangan menjadi mahasiswa biasa-biasa saja. Kalian harus menjadi mahasiswa yang bermanfaat bagi bangsa dan daerah,” ujar Darius.

Ia meminta pengurus baru menjalankan mandat secara serius tanpa mengedepankan gengsi maupun kepentingan pribadi. Struktur organisasi, kata dia, harus digunakan untuk merangkul seluruh penghuni.

“Fungsikan struktur organisasi sebagai alat untuk merangkul seluruh anggota penghuni,” tegasnya.

Darius juga mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadikan asrama sekadar tempat bermukim. Menurutnya, fasilitas tersebut harus dimanfaatkan sebagai ruang belajar dan pengembangan intelektual.

“Biarkan perut kosong, jangan otak yang kosong,” ucapnya.

Selain itu, seluruh penghuni diminta menjaga aset asrama sebagai bentuk tanggung jawab atas fasilitas yang dipercayakan pemerintah kepada mahasiswa.

Pelantikan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan serah terima jabatan antara pengurus lama dan pengurus baru. Pergantian tersebut ditandai dengan komitmen untuk menjalankan organisasi secara bertanggung jawab bagi seluruh penghuni.

Pengurus lama Selpius Gobai menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan selama menjalankan kepemimpinan.

“Jika ada salah dalam pengarahan sebagai pemimpin, saya mohon maaf,” kata Selpius.

Olince Dimi dari kepengurusan Asrama Putri juga meminta penghuni meninggalkan sikap gengsi dan menjadikan asrama sebagai ruang tumbuhnya mahasiswa yang berintelektual.

“Jadikan asrama sebagai tempat di mana para intelektual berada,” pesannya.

Sementara itu, Paul Giyai meminta seluruh penghuni menghargai kepemimpinan yang telah dipercayakan kepada pengurus baru. Ia juga mendorong komunikasi aktif antara pengurus dan anggota.

Fransina Wakei berharap setiap persoalan di lingkungan asrama dapat diselesaikan melalui sikap saling menegur, terbuka terhadap kritik, dan kemauan untuk belajar bersama.

Senior kedua asrama, Tresia Gane, meminta pengurus baru tidak mengulangi hal-hal negatif dari kepengurusan sebelumnya. Ia menekankan pentingnya keharmonisan dan tidak membeda-bedakan penghuni Asrama Putra maupun Putri.

Ansel Degei juga meminta pengurus baru mampu menjalankan organisasi secara tegas dan bertanggung jawab dengan mengesampingkan ego pribadi.

“Jangan tahan ego. Anggota berkelakuan baik atau tidak, itu tergantung pada siapa yang mengatur,” pungkasnya.

Pelantikan ini menandai dimulainya kepengurusan baru sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat asrama sebagai ruang pembinaan karakter, pengembangan intelektual, dan penguatan solidaritas mahasiswa asal Nabire di Manokwari. [*].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.