Fredi Bunai Dorong Barista Muda Angkat Kopi Lokal Papua Tengah ke Pasar Dunia

oleh -1178 Dilihat

NABIRE, TOMEI.ID | Pelatihan barista bagi Orang Asli Papua (OAP) di Provinsi Papua Tengah diharapkan tidak sekadar membekali generasi muda dengan keterampilan meracik kopi, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas kopi lokal agar mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional.

BACA JUGA: Papua Tengah Catat Kesenjangan 30.941 Peserta Jaminan Sosial, 74 OAP Disiapkan Ikuti Pelatihan Kerja

banner 728x90

Harapan tersebut disampaikan Fredi Bunai, Ketua Kelompok Peserta Pelatihan Barista, dalam rangkaian kegiatan pelepasan 74 peserta pelatihan ketenagakerjaan bagi Orang Asli Papua (OAP) yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Jumat (9/10/2026).

Fredi mengatakan, keterampilan barista dapat menjadi pintu masuk bagi anak-anak muda Papua untuk mengenali potensi kopi lokal, meningkatkan kualitas penyajian, serta mengembangkan nilai tambah produk kopi dari daerah mereka sendiri.

BACA JUGA: Meki Nawipa: Pendataan Akurat Jadi Kunci Tekan Pengangguran OAP di Papua Tengah

Menurutnya, potensi tersebut perlu didorong agar kopi lokal dari Kabupaten Paniai maupun kabupaten lain di Papua Tengah semakin dikenal luas.

Ia mengaku bersyukur mendapat kepercayaan untuk mengikuti pelatihan tersebut sebagai salah satu pemuda Papua Tengah. Kesempatan itu, kata Fredi, menjadi dorongan untuk meningkatkan kemampuan diri sekaligus mempersiapkan generasi muda agar memiliki daya saing dalam dunia kerja dan usaha.

Fredi berharap keterampilan yang diperoleh peserta tidak berhenti pada kemampuan membuat dan menyajikan minuman kopi. Ia ingin pengetahuan tentang barista dapat dikembangkan menjadi peluang usaha yang mendukung pengenalan kopi lokal Papua Tengah kepada masyarakat yang lebih luas.

Menurutnya, delapan kabupaten di Provinsi Papua Tengah memiliki potensi yang perlu dikembangkan melalui peningkatan keterampilan anak muda. Dengan pembinaan dan kesempatan yang memadai, generasi muda diharapkan mampu mengembangkan usaha, memperluas jaringan pemasaran, serta memperkenalkan produk lokal hingga ke luar Papua.

“Pelatihan barista ini bukan hanya tentang bekerja dalam dunia kopi, tetapi juga bagaimana kami meningkatkan kualitas kopi-kopi lokal yang ada di Kabupaten Paniai, bahkan di delapan kabupaten di Provinsi Papua Tengah, supaya bisa dikenal lebih luas,” ujar Fredi dalam wawancara.

Ia juga menilai program pelatihan keterampilan dapat menjadi motivasi bagi generasi muda Papua untuk terus belajar, mengembangkan potensi, dan mengambil bagian dalam pembangunan daerah. Selain pelatihan barista, terdapat bidang keterampilan lain yang disebutnya mencakup anyaman noken, komputer, dan perbaikan sepeda motor.

Fredi berharap berbagai program tersebut membuka lebih banyak pilihan bagi anak muda untuk memperoleh keterampilan sesuai minat dan kebutuhan dunia kerja. Dengan bekal kompetensi yang tepat, peserta diharapkan dapat mencari pekerjaan maupun merintis usaha mandiri.

Ia menegaskan, generasi muda Papua memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuan melalui karya, keterampilan, dan produk lokal yang berkualitas. Karena itu, pelatihan ketenagakerjaan diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kepercayaan diri, memperluas kesempatan ekonomi, dan memperkenalkan potensi Papua Tengah kepada masyarakat di luar daerah.

“Harapan kami, anak-anak muda Papua bisa semakin maju, punya kualitas yang dibanggakan, dan mampu menunjukkan bahwa kami juga bisa bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” kata Fredi.

Program pelatihan ketenagakerjaan bagi OAP ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal. Ke depan, keberhasilan program diharapkan dapat terlihat dari kemampuan peserta menerapkan keterampilan yang diperoleh, mengembangkan usaha, serta memberikan kontribusi bagi perekonomian masyarakat di daerah masing-masing. [*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.