Gubernur Meki Nawipa Salurkan Alat Pascapanen Kopi, Petani Mimika Didorong Tingkatkan Nilai Jual

oleh -1163 Dilihat

MIMIKA, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, dengan rendah hati menyalurkan bantuan lima jenis alat pascapanen kepada Kelompok Tani Kopi Tunas Jaya di Kabupaten Mimika, Sabtu (24/10/2026). Bantuan ini diharapkan membantu petani meningkatkan kualitas pengolahan kopi dan memperoleh nilai jual yang lebih tinggi.

BACA JUGA: Dinkes Papua Tengah Perkuat Mutu Pelayanan Rumah Sakit, Pelaporan Online Jadi Perhatian

banner 728x90

Pengembangan kopi tidak cukup hanya mengandalkan potensi perkebunan. Kualitas pengolahan setelah panen dan akses pasar juga menentukan peluang petani meningkatkan pendapatan dari hasil produksinya.

Gubernur, Meki Nawipa, mengatakan daerah ini memiliki potensi kopi yang besar. Perkebunan kopi rakyat diharapkan menjadi salah satu komoditas unggulan sektor perkebunan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat asli Papua Tengah.

“Kopi dari dataran tinggi kita sudah dikenal karena cita rasanya,” ujar Meki Nawipa.

Namun, Gubernur Meki menilai petani masih menghadapi kendala pada tahap pascapanen. Pengolahan yang dilakukan secara manual dapat memperlambat proses produksi dan menyebabkan mutu biji kopi belum seragam.

Padahal, menurutnya, kualitas pengolahan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi nilai jual kopi. Karena itu, dukungan peralatan diharapkan membantu petani memperbaiki proses produksi sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil panen.

Bantuan yang diserahkan terdiri atas satu unit mesin pengupas kulit kopi basah (pulper), satu unit mesin pengupas kulit kopi kering (huller), satu unit mesin sangrai (roasting), satu unit mesin penggiling (grinder), dan satu unit alat penyegel kemasan.

Dengan peralatan tersebut, petani diharapkan tidak hanya menjual kopi dalam bentuk buah merah (cherry), tetapi juga dapat mengembangkan produk berupa biji kopi hijau (green bean) hingga kopi bubuk.

Pengolahan lebih lanjut membuka peluang bagi petani untuk memperoleh nilai tambah. Pemerintah juga menargetkan kopi Papua Tengah semakin dikenal di pasar nasional dan memiliki peluang menembus pasar ekspor.

Meski demikian, penyerahan alat bukanlah akhir dari upaya pengembangan kopi. Petani tetap membutuhkan keterampilan mengoperasikan mesin, menjaga kualitas produk, merawat peralatan, serta membangun akses pemasaran.

Untuk mendukung pemanfaatan bantuan, dinas terkait akan memberikan bimbingan teknis mengenai pengoperasian dan perawatan alat, disertai pendampingan oleh penyuluh di lapangan.

Gubernur Meki Nawipa juga mengingatkan kelompok tani agar menjaga dan memanfaatkan peralatan tersebut secara bertanggung jawab.

“Kepada kelompok tani penerima, saya titipkan pesan: alat ini adalah milik bersama kelompok. Gunakan, rawat, dan manfaatkan sebaik-baiknya,” pesannya.

Ia menegaskan, peralatan tersebut tidak boleh dijual, dipindahtangankan, ataupun dibiarkan rusak. Pemerintah akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala untuk memastikan bantuan dimanfaatkan sesuai peruntukannya.

Ke depan, Gubernur bilang pemerintah akan mendorong penguatan kelembagaan koperasi, kemitraan dengan pembeli atau off-taker, serta promosi kopi Papua Tengah.

Upaya tersebut diharapkan memperkuat rantai usaha kopi dari hulu hingga hilir, mulai dari pengolahan hasil panen sampai pemasaran produk.

Tantangan berikutnya adalah memastikan bantuan tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas produksi dan membuka peluang pasar yang lebih baik bagi petani.

Sebab, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah alat yang diserahkan, tetapi juga dari kemampuan petani memanfaatkannya untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan nilai ekonomi hasil panen. [*].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.