Gubernur Meki Nawipa Siapkan Rp6 Miliar untuk Gereja Hitadipa, Jalan dan Listrik Jadi Prioritas

oleh -1163 Dilihat

INTAN JAYA, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menyampaikan sejumlah komitmen pembangunan untuk Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, meliputi akses jalan dan jembatan, pembangunan Gereja Induk Hitadipa, penyediaan listrik, dukungan pendidikan, serta penataan kawasan secara bertahap.

Pernyataan tersebut disampaikan Nawipa saat melanjutkan kunjungan kerja hari kedua di Kabupaten Intan Jaya dan bertemu langsung dengan masyarakat Hitadipa, Rabu (16/9/2026).

banner 728x90

Kunjungan itu sekaligus menjadi kesempatan bagi pemerintah provinsi melihat kondisi infrastruktur dan kebutuhan pelayanan masyarakat di tingkat distrik.

Perhatian pertama diarahkan pada akses jalan dan jembatan menuju Hitadipa. Nawipa mengatakan kondisi infrastruktur tersebut telah dilihat langsung selama perjalanan dan menjadi dasar untuk mendorong pembangunan secara bertahap.

Nawipa menyampaikan rencana pembangunan jalan dari Makataka menuju Hitadipa mulai 2026. Akses tersebut diharapkan memperkuat konektivitas masyarakat sekaligus membuka pelayanan pemerintahan, pendidikan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi.

“Saya sudah lihat jalan dan jembatan dari atas sampai ke sini. Saya pulang dan saya pikirkan. Saya akan bangun jalan mulai tahun ini dari Makataka menuju Hitadipa,” kata Nawipa.

Selain infrastruktur, Nawipa menyampaikan komitmen dukungan anggaran untuk pembangunan Gereja Induk Hitadipa. Pemerintah Provinsi Papua Tengah akan memberikan dukungan sebesar Rp6 miliar pada 2027.

Pembangunan gereja tersebut juga akan mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Intan Jaya sebesar Rp5 miliar. Jika kedua dukungan tersebut terealisasi sesuai rencana yang disampaikan, nilai dukungan pemerintah daerah mencapai Rp11 miliar.

“Yang kedua, saya akan bantu Rp6 miliar untuk bangun gereja induk ini. Bupati bantu Rp5 miliar,” ujar Nawipa.

Dukungan tersebut menunjukkan adanya rencana pembiayaan bersama antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten. Namun, pelaksanaannya tetap membutuhkan proses perencanaan, penganggaran, serta mekanisme administrasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Di sektor energi, Nawipa menyampaikan rencana penggunaan solar cell untuk mendukung kebutuhan listrik masyarakat Hitadipa. Ia menargetkan layanan listrik di distrik tersebut mulai menyala pada 2027.

Penyediaan listrik menjadi bagian dari pelayanan dasar yang berkaitan dengan aktivitas masyarakat, pendidikan, pelayanan pemerintahan, komunikasi, dan kegiatan ekonomi di wilayah Hitadipa.

Pada sektor pendidikan, Nawipa menyampaikan Pemerintah Provinsi Papua Tengah akan memberikan dukungan operasional kepada YPPK Tillemans Intan Jaya mulai tahun depan. Dukungan tersebut diarahkan untuk membantu keberlangsungan pelayanan pendidikan di wilayah Intan Jaya.

Nawipa juga menyinggung pembangunan asrama siswa di Sugapa. Menurutnya, pembenahan fasilitas pendidikan akan dilakukan secara bertahap agar pelayanan pendidikan dan kebutuhan tempat tinggal peserta didik dapat ditata lebih baik.

Sementara itu, untuk kawasan Hitadipa, Nawipa meminta Kepala Dinas Pekerjaan Umum menugaskan personel teknis untuk menyiapkan desain penataan kawasan. Perencanaan tersebut diarahkan agar pembangunan tidak dilakukan secara parsial, tetapi memiliki konsep jangka panjang.

“Kepala PU kirim orang buat desain. Jadi nanti didesain supaya 20 sampai 30 tahun ke depan kita bangun rapi,” ujar Nawipa.

Menurut Nawipa, penataan kawasan perlu dipersiapkan sejak awal agar pembangunan fasilitas umum, lingkungan, akses jalan, dan sarana pelayanan masyarakat memiliki arah yang jelas serta dapat dikembangkan sesuai kebutuhan daerah.

Selain pembangunan fisik, Nawipa menekankan pentingnya koordinasi antara Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan Pemerintah Kabupaten Intan Jaya.

Menurutnya, kebutuhan masyarakat di tingkat distrik harus dikomunikasikan secara baik agar dapat diterjemahkan ke dalam program pembangunan sesuai kewenangan masing-masing.

Nawipa juga mengajak masyarakat mendukung kerja Bupati dan Wakil Bupati Intan Jaya serta DPR. Ia menilai hubungan kerja yang baik antara pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi diperlukan untuk mempercepat koordinasi pembangunan di daerah.

Dalam pertemuan tersebut, Nawipa turut menyampaikan pesan agar perbedaan identitas kelompok tidak menjadi penghambat dalam pembangunan.

Ia mengajak masyarakat meninggalkan pola komunikasi yang mempertajam perbedaan dan membangun kerja bersama untuk kepentingan Intan Jaya.

Nawipa menyinggung keberadaan masyarakat dari latar belakang Mee dan Moni dalam kehidupan pemerintahan dan sosial di Papua Tengah.

Menurutnya, perbedaan latar belakang tersebut perlu ditempatkan dalam semangat kerja bersama untuk membangun daerah.

Ia juga mengajak masyarakat Intan Jaya mendoakan Bupati, Wakil Bupati, DPR, dan Gubernur Papua Tengah agar penyelenggaraan pemerintahan serta pembangunan daerah dapat berjalan lebih baik.

Nawipa kemudian menyinggung sejarah kehadiran pemimpin daerah yang turun langsung ke distrik. Menurutnya, pemerintah perlu terus hadir di tengah masyarakat untuk melihat kondisi lapangan secara langsung, bukan hanya mengandalkan laporan dari tingkat kabupaten.

Kunjungan ke Hitadipa menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Gubernur Papua Tengah di Kabupaten Intan Jaya pada 15–16 September 2026. Dalam agenda hari kedua, Nawipa melanjutkan kunjungan ke Hitadipa untuk melihat kondisi wilayah dan berdialog dengan masyarakat.

Sejumlah komitmen yang disampaikan Nawipa tersebut mencakup jalan dan jembatan, Gereja Induk Hitadipa, listrik, pendidikan, serta penataan kawasan. Tahapan selanjutnya membutuhkan kesiapan desain teknis, penganggaran, koordinasi antarpemerintah, dan pelaksanaan sesuai ketentuan yang berlaku. [*].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.