WAMENA, TOMEI.ID | Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Papua Pegunungan resmi melantik Badan Koordinasi Daerah (Bakorda) HIPMI Perguruan Tinggi (PT) Provinsi Papua Pegunungan periode 2026–2029 dalam sebuah momentum yang menandai kebangkitan semangat kewirausahaan generasi muda Papua dari lingkungan kampus.
Pelantikan yang berlangsung di Wamena, Minggu (17/5/2026), dihadiri langsung oleh perwakilan Badan Koordinasi Pusat (Bakorpus) HIPMI, Muhammad Ammar Dhafin, bersama jajaran pengurus HIPMI dari berbagai perguruan tinggi di Wamena, luar Wamena, hingga kota-kota studi di luar Papua.
Ketua HIPMI Papua Pegunungan, Antonius Wetipo, menegaskan bahwa pembentukan Bakorda HIPMI PT menjadi langkah strategis untuk melahirkan pengusaha muda Papua yang mampu bersaing dan membangun kemandirian ekonomi daerah dari bangku kuliah.
“Saya ucap syukur kalau bibit-bibit muda usaha bisa muncul dari tingkat kampus. Harapan kami dengan terbentuknya Bakorda HIPMI PT, jiwa wirausaha mulai dilahirkan dari kampus. Kami berpesan supaya mereka dapat membangun kolaborasi dengan kami di BPD. Kami siap membina mereka,” ujarnya.
Menurut Wetipo, keberadaan HIPMI PT tidak boleh hanya menjadi simbol organisasi mahasiswa semata, melainkan harus menjadi ruang lahirnya inovasi, kreativitas, dan perusahaan-perusahaan baru yang digerakkan anak-anak asli Papua.
Ia juga meminta seluruh pengurus yang baru dilantik untuk menjaga soliditas organisasi dan memperkuat sinergi dengan struktur HIPMI di tingkat daerah maupun pusat.
“Pesan saya kepada semua pengurus yang dilantik agar bergandeng tangan, berkolaborasi, mendukung program Ketum Sekung, sehingga dapat melahirkan perusahaan-perusahaan baru di kampus,” katanya.
Sementara itu, Bakorpus HIPMI, Muhammad Ammar Dhafin, menilai terbentuknya Bakorda HIPMI PT Papua Pegunungan merupakan gerbang penting dalam membangun ekosistem kewirausahaan nasional yang melibatkan generasi muda Papua sebagai pelaku utama ekonomi masa depan.
“Harapan kami, Bakorda HIPMI PT bisa menjadi pintu masuk menuju kewirausahaan yang tinggi persentasenya secara nasional, sekaligus membantu perekonomian asli Papua Pegunungan. Kami ingin merangkul sebanyak mungkin mahasiswa agar berani menjadi pengusaha dan tidak malu menjalankan bisnis,” jelasnya.
Dhafin juga menyoroti persoalan klasik yang selama ini kerap menjadi hambatan kader muda dalam mengembangkan usaha, terutama terkait legalitas dan akses pasar.
“Banyak kader sudah punya produk, namun terhambat di perizinan. Alhamdulillah, dengan akses yang ada, kami siap membantu perizinan, distribusi, hingga pemasaran agar produk mahasiswa bisa berkembang,” tambahnya.
Ketua Bakorda HIPMI PT Papua Pegunungan, Kubuti Gwijangge, menegaskan bahwa kepengurusan baru memiliki tanggung jawab besar untuk membuka ruang usaha dan meningkatkan daya saing generasi muda Papua Pegunungan di tengah perkembangan ekonomi nasional.
“Dengan dilantiknya struktur HIPMI PT Papua Pegunungan, kami berharap mahasiswa bisa berusaha agar Papua Pegunungan tidak tertinggal dari provinsi lain. Kami ingin menyaingi dan menunjukkan bahwa anak-anak Papua juga mampu,” ujarnya.
Dukungan penuh juga datang dari Gubernur Papua Pegunungan, John Tabo. Ia mengajak seluruh pengurus HIPMI PT agar tidak hanya aktif berorganisasi, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi rakyat melalui semangat kewirausahaan yang produktif dan berkelanjutan.
“Saya mengajak kepengurusan baru Bakorda HIPMI PT untuk berkolaborasi dalam meningkatkan perekonomian, menumbuhkan semangat berwirausaha, dan mendukung kesejahteraan masyarakat Papua Pegunungan,” tegasnya. [*].









