MANOKWARI, TOMEI.ID | Dugaan belum dibayarkannya secara penuh honor pemain musik pada pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari mendapat sorotan Advokat dan Pembela Hak Asasi Manusia, Yan Christian Warinussy.
Ia menyatakan siap menempuh langkah hukum untuk mengawal pemenuhan hak para pemain musik.
Yan mengaku telah menerima pengaduan dari sejumlah pemain musik yang terlibat dalam pembukaan ajang nasional tersebut. Para pengadu, mulai dari kalangan anak muda hingga orang tua, mengaku belum menerima honor secara penuh setelah menjalankan tugas sebagai pemain musik pengiring.
Menurut Yan, laporan yang diterimanya mengindikasikan adanya dugaan kekurangan pembayaran honor yang menjadi hak para pemain musik. Dugaan tersebut perlu ditelusuri melalui mekanisme hukum agar seluruh fakta terungkap secara transparan.
“Berdasarkan pengaduan yang saya terima, terdapat dugaan kurang bayar terhadap hak-hak para pemain musik. Hal ini perlu ditelusuri melalui mekanisme hukum agar fakta sebenarnya dapat diketahui secara transparan,” ujar Yan Warinussy kepada wartawan di Manokwari, Minggu (28/6).
Ia menegaskan akan mengambil langkah hukum untuk memastikan hak para pemain musik terlindungi. Ia juga meminta panitia penyelenggara memberikan penjelasan terbuka mengenai mekanisme pembayaran honor kepada seluruh pihak yang terlibat.
“Setiap orang yang telah berkontribusi dalam kegiatan nasional harus mendapatkan haknya secara adil sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Yan menambahkan, apabila dalam proses pemeriksaan ditemukan adanya pelanggaran hukum, pihaknya akan menempuh langkah sesuai ketentuan yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, Panitia Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan kekurangan pembayaran honor pemain musik tersebut. [*].
JAKARTA, TOMEI.ID | Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua…
DOGIYAI, TOMEI.ID | Memasuki usia ke-54 tahun, Pemuda Kelompok Sinar Bintang Daud meneguhkan komitmen untuk…
NABIRE, TOMEI.ID | Ketua DPRK Nabire, Nanci Karolin Worabay, menegaskan dirinya bukan pihak yang meminta…
JAYAPURA, TOMEI.ID | Solidaritas Merauke mendesak pemerintah menghentikan pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) pangan dan…
NABIRE, TOMEI.ID | Seorang wartawan Mitrapol.com, Stefatunus Tawas, diminta meninggalkan ruang Rapat Dengar Pendapat (RDP)…
JAYAPURA, TOMEI.ID | Lembaga Bantuan Hukum Papua (LBH Papua) melaporkan dugaan penganiayaan terhadap Ketua Majelis…