Kapolda Papua Tengah Jenguk Korban Penyanderaan Jila yang Berhasil Dievakuasi

oleh -1124 Dilihat

TIMIKA, TOMEI.ID | Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jermias Rontini, turun langsung menjenguk Nemerina Wamang, salah satu korban penyanderaan di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Nemerina merupakan satu dari sembilan korban yang dilaporkan berada dalam penguasaan kelompok yang disebut dipimpin John Lokbere bersama Pemne Kogoya di wilayah Jila. Kelompok tersebut dalam struktur yang mereka klaim terdaftar sebagai TPNPB Kodap X Paniai.

banner 728x90

BACA JUGA: Syukuran HUT ke-67 Pelopor, Kapolda Papua Tengah Tekankan Pengabdian dan Kesiapsiagaan

Korban berhasil dievakuasi dari Kampung Bela 1 menuju Timika menggunakan helikopter Polri, Senin (14/9/2026).

Setibanya di Timika, Nemerina langsung mendapat perawatan di RS Bhayangkara Polda Papua Tengah, Jalan Amimuga Mile 32.

Kondisi fisik dan psikologis korban menjadi perhatian utama sebelum kepolisian melakukan pemeriksaan untuk memperoleh keterangan terkait kondisi yang dialaminya selama berada dalam penguasaan kelompok penyandera.
Jermias mengatakan proses evakuasi korban bukanlah misi yang mudah.

Kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi salah satu tantangan utama yang harus dihadapi kru helikopter Polri dalam menjalankan misi kemanusiaan tersebut.

“Puji Tuhan, hari ini kami Kepolisian berhasil membawa satu dari sembilan sandera tersebut. Korban dievakuasi dari Kampung Bela 1 ke Timika menggunakan fasilitas helikopter Polri,” ungkap Kapolda saat ditemui wartawan di rumah sakit.

Menurut Jermias, kru helikopter Polri harus melakukan beberapa kali uji penerbangan sebelum akhirnya dapat memasuki wilayah Bela sebagai lokasi penjemputan korban.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi cuaca dan penerbangan memungkinkan proses evakuasi dilakukan dengan aman.

“Empat kali kita melakukan uji penerbangan. Kita melihat situasi cuaca, kemudian baru akhirnya bisa masuk dan mengevakuasi korban,” jelasnya.

Kapolda menegaskan fokus utama kepolisian saat ini adalah memastikan korban memperoleh pelayanan medis serta pemulihan kondisi fisik dan psikologis.

Nemerina belum dapat dimintai keterangan karena kepolisian masih menunggu perkembangan kondisi korban setelah mendapatkan penanganan dari tim medis rumah sakit.

“Jadi sejauh ini kita belum bisa memberikan kesimpulan apa saja yang dialami korban. Karena kita belum bisa meminta keterangan. Saat ini kita serahkan perawatannya kepada pihak rumah sakit, dalam hal ini Dr. Marlina dan tim, sambil melihat perkembangan psikologis korban ke depan,” tegasnya.

Jermias berharap kondisi korban segera membaik sehingga komunikasi dapat dilakukan secara bertahap.
Keterangan yang nantinya disampaikan korban diharapkan dapat membantu kepolisian dalam menentukan langkah penyelamatan terhadap korban lainnya.

Kapolda juga memastikan keluarga akan dilibatkan dalam proses komunikasi dengan korban.

Pendekatan tersebut termasuk penggunaan bahasa daerah agar korban merasa lebih nyaman dan dapat menyampaikan informasi mengenai pengalaman yang dialaminya.

“Nanti kita akan libatkan keluarga dalam proses komunikasi ke korban, termasuk menggunakan bahasa daerah, agar korban merasa lebih nyaman dan dapat menceritakan apa yang dialaminya selama penyanderaan,” lugasnya.

Kepolisian, kata Jermias, akan terus berupaya menyelamatkan tujuh korban lainnya yang menurut keterangannya masih berada dalam penguasaan kelompok penyandera.

Informasi dari Nemerina akan menjadi salah satu bahan penting untuk menentukan langkah berikutnya dalam upaya mencari keberadaan para korban.

“Kita upayakan satu saksi yang hari ini kita evakuasi bisa memberikan keterangan di mana tujuh lainnya itu, sehingga kita bisa lakukan langkah-langkah berikutnya. Kesaksian korban dapat menjadi titik awal untuk mengungkap pelaku penyanderaan secara perlahan,” jelasnya.

Jermias juga mengingatkan agar persoalan penyanderaan tidak berkembang menjadi konflik baru di tengah masyarakat.

Kapolda mengatakan kepolisian tidak menginginkan persoalan tersebut berkembang menjadi pertentangan antarpihak maupun antarkampung yang dapat memperluas dampak keamanan di wilayah sekitar Jila.

Menurutnya, kepolisian belum dapat memastikan secara detail kondisi para korban lainnya maupun lokasi mereka saat ini.

Karena itu, upaya penyelamatan tetap dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi keamanan, informasi lapangan, serta komunikasi dengan berbagai pihak.

“Sampai saat ini tujuh korban lainnya masih dalam penguasaan kelompok penyandera. Kita akan terus berupaya untuk menyelamatkan mereka, sekaligus menjaga persoalan ini agar tidak berkembang yang dapat menimbulkan konflik baru,” pungkasnya.

Kapolda Papua Tengah juga menyampaikan apresiasi kepada kru helikopter Polri yang tetap menjalankan misi kemanusiaan di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

Ia turut mengapresiasi berbagai pihak yang membantu proses komunikasi hingga memungkinkan evakuasi korban dari Kampung Bela 1 menuju Timika.

“Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak, termasuk Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) yang membantu membangun komunikasi dengan berbagai pihak. Dukungan masyarakat di Jila, Bela, Alama, dan wilayah sekitarnya juga dinilai berperan penting dalam keberhasilan evakuasi,” tutupnya.

Evakuasi Nemerina menjadi langkah penting dalam upaya kepolisian melanjutkan pencarian dan penyelamatan terhadap korban lainnya.

Polri juga menegaskan penanganan kasus tersebut tetap diarahkan pada keselamatan korban sekaligus menjaga situasi keamanan agar persoalan penyanderaan tidak berkembang menjadi konflik baru di tengah masyarakat. [*].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.