Kapolres Nabire Akui Aksi Tolak MBG Berjalan Aman, 467 Personel Gabungan Dikerahkan

oleh -1121 Dilihat

NABIRE, TOMEI.ID | Kapolres Nabire AKBP Samuel Dominggus Tatiratu mengakui aksi demonstrasi pelajar dan mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Pelajar West Papua (SPWP) Nabire berjalan aman dan lancar. 

Pengamanan aksi melibatkan 467 personel gabungan TNI-Polri untuk memastikan penyampaian aspirasi berlangsung tertib, termasuk saat massa melakukan long march menuju Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah, Selasa (15/9/2026).

banner 728x90

Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, mengatakan pengamanan dilakukan dengan mengedepankan komunikasi antara aparat dan peserta aksi untuk menjaga ketertiban, mencegah potensi gangguan, serta memastikan penyampaian aspirasi berlangsung aman dan lancar.

Menurutnya, pendekatan tersebut penting agar penyampaian aspirasi mengenai penolakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan tuntutan pendidikan gratis tidak berkembang menjadi gangguan keamanan.

“Secara umum situasi berjalan aman dan lancar. Dan komunikasi antara kami dan adik-adik pelajar juga mendengarkan kami dengan baik,” ujar Samuel.

Aksi tersebut menjadi perhatian aparat karena melibatkan massa pelajar dan mahasiswa yang bergerak dari Kelurahan Wonorejo menuju kawasan Pasar Karang sebelum melanjutkan long march ke Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah di kawasan eks Bandara Lama Nabire.

Untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan sepanjang kegiatan, sebanyak 467 personel gabungan TNI-Polri dikerahkan. Personel ditempatkan untuk mengawal pergerakan massa sekaligus menjaga situasi tetap kondusif selama penyampaian aspirasi berlangsung.

Samuel mengatakan koordinasi antara koordinator lapangan dan aparat turut membantu menjaga ketertiban selama massa bergerak menuju lokasi aksi.

“Meskipun tadi ada sedikit long march, tapi pada umumnya korlapnnya mereka berkomunikasi, Kordinator dengan seluruh personel juga tertib dan lancar dan berakhir dengan situasi yang cukup tenang,” lanjutnya.

Dalam pengamanan tersebut, Samuel bahkan berjalan kaki bersama massa aksi dari Kelurahan Wonorejo menuju Pasar Karang. Kehadiran langsung Kapolres di tengah massa menjadi bagian dari pendekatan komunikasi untuk memastikan perjalanan aksi berlangsung aman hingga mencapai lokasi tujuan.

Menurut Samuel, komunikasi dan koordinasi antara aparat keamanan dengan peserta aksi menjadi faktor penting dalam mencegah potensi gangguan selama kegiatan berlangsung. Pola komunikasi tersebut dinilai perlu dipertahankan dalam pengamanan aksi-aksi penyampaian pendapat berikutnya.

“Ini diharapkan kedepan, komunikasi dan koordinasi seperti ini harus terus terjali sehingga hal-hal yang perlu kita antisipasi bersama dapat kita siapkan. Dan tidak perlu terjadi hal-hal yang keos dan lain-lain,” jelasnya.

Sementara itu, Komandan Lanal Nabire Letkol Laut (P) Mario Marco Wainarisi menilai kelancaran aksi tidak hanya ditentukan oleh kesiapan aparat keamanan, tetapi juga oleh sikap peserta aksi dalam menyampaikan aspirasi secara tertib.

“Puji Tuhan semuanya berjalan dengan lancar karena berkat sinergitas. Bukan hanya karena kita TNI-Polri tetapi juga termasuk adik-adik pelajar,” ujarnya.

Mario menegaskan sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat akan terus diperkuat untuk menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Nabire. Komunikasi yang terbuka dinilai penting agar setiap kegiatan masyarakat dapat berlangsung aman tanpa mengurangi ruang penyampaian aspirasi.

“Kita akan selalu berusaha untuk menjaga stabilitas keamanan kota Nabire dengan sinergitas dan komunikasi yang baik saya pikir semua dapat berjalan dengan lancar,” pungkasnya.

Aksi SPWP Nabire sendiri membawa tuntutan penolakan terhadap MBG serta desakan agar pemerintah lebih memprioritaskan pendidikan gratis dan fasilitas pendidikan yang layak bagi pelajar Papua. [*]. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.