WAMENA, TOMEI.ID | Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) Universitas Baliem (UniBa) Papua menggelar Pekan Orientasi Fungsional dan Rapat Kerja (Raker) di Sekretariat KMK UniBa, Distrik Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Jumat (10/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum awal bagi kepengurusan baru untuk memperkuat kapasitas organisasi, menyatukan arah pelayanan, sekaligus menetapkan program kerja yang akan dijalankan selama satu periode kepengurusan.
Orientasi fungsional dirancang untuk membekali seluruh pengurus dengan pemahaman mengenai tugas, fungsi, tanggung jawab, serta mekanisme kerja sesuai struktur organisasi. Sementara itu, rapat kerja difokuskan pada penyusunan program prioritas, pembagian tugas setiap bidang, penetapan target kerja, hingga penyelarasan agenda pelayanan yang akan dilaksanakan sepanjang masa kepengurusan.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan semangat kekeluargaan. Para peserta terlibat aktif dalam pembahasan berbagai program yang diharapkan mampu memperkuat eksistensi organisasi sekaligus menjawab kebutuhan mahasiswa Katolik di Universitas Baliem melalui pelayanan yang terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Selain membahas program kerja, forum juga menegaskan pentingnya membangun koordinasi lintas bidang, memperkuat solidaritas antaranggota, serta menanamkan semangat pengabdian yang berlandaskan nilai-nilai iman, persaudaraan, dan tanggung jawab dalam setiap pelaksanaan program organisasi.
Narasumber kegiatan, Alianus Yogomaid, mengatakan orientasi fungsional dan rapat kerja bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi menjadi fondasi penting dalam membangun kepengurusan yang solid, disiplin, dan memiliki arah pelayanan yang jelas.
“Organisasi akan berjalan dengan baik apabila setiap pengurus memahami tugas dan tanggung jawabnya. Melalui orientasi dan rapat kerja ini, kami ingin membangun komitmen bersama agar seluruh program yang telah direncanakan dapat dilaksanakan secara maksimal demi kepentingan mahasiswa dan pelayanan organisasi,” ujar Alianus.
Ia juga mengajak seluruh pengurus untuk tidak menjadikan keterbatasan sebagai alasan dalam berkarya, melainkan menjadikannya sebagai motivasi untuk terus melayani dengan ketulusan dan semangat pengabdian.
“Tempat ini mungkin sederhana, tidak mewah, dan penuh keterbatasan. Namun, dari tempat inilah iman kita diteguhkan, persaudaraan dibangun, dan pelayanan dimulai. Tuhan tidak melihat seberapa megah tempat kita berkumpul, tetapi melihat ketulusan hati setiap orang yang melayani,” jelas Alianus dihadapan para peserta.
Menurut Alianus, kekuatan organisasi tidak ditentukan oleh kelengkapan fasilitas, melainkan oleh semangat kebersamaan, komitmen, dan kasih yang diwujudkan dalam setiap pelayanan kepada sesama.
“Kekayaan sesungguhnya bukan terletak pada apa yang kita miliki, tetapi pada kasih yang kita bagikan. Biarlah kesederhanaan ini menjadi kekuatan yang menghadirkan terang bagi sesama dan membawa dampak positif bagi Tanah Papua,” terangnya.
Rangkaian orientasi fungsional dan rapat kerja ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur serta permohonan kepada Tuhan agar seluruh program yang telah disusun dapat terlaksana dengan baik, memberi manfaat bagi mahasiswa, dan semakin memperkuat pelayanan Keluarga Mahasiswa Katolik Universitas Baliem Papua di masa mendatang. [*].










